Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Batu Bulan

detail berita

Batu Bulan (Foto: Universetoday)

CALIFORNIA – Apa yang kita ketahui tentang batuan yang ada di bulan. Mungkin hanya mereka yang pernah menjejakkan kaki di sana (astronot) yang mengetahui sedikit informasinya.

Dilansir dari DiscoverMagazine, Senin (14/1/2013), astronot Apollo 11 menggunakan sampel bebas hama untuk mengindari kontaminasi dari batu dan kotoran yang berasal dari bulan. Untuk mengambil sampel, astronot dibekali pegangan yang bisa memanjang guna memegang kantung plastik steril untuk membawa sampel.

Meskipun begitu, pemeriksaan sampel menunjukan beberapa barang yang terkontaminasi seperti, sikat bulu, potongan plastik, nilon, dan teflon. Bahkan, material biologis dari astronot pun ikut terkontaminasi. Kantung plastik sampel sendiri merupakan sumber kontaminasi paling utama.

Sampel yang berasal dari bulan disimpan di Lunar Sample Laboratory Facility di NASA’s Johnson Space Center Houston, Texas. Seluruh sampel disimpan dalam lemari baja yang berisi nitrogen. Peneliti pun diharuskan memakai tiga lapis sarung tangan untuk melindungi sampel saat akan menelitinya.

Pada Oktober 2000, agen FBI dikabarkan menangkap seorang pria di Arizona yang mengaku menjual batuan bulan melalui internet. Richard Keith Mountain mengaku bersalah hingga dijatuhi hukuman 21 tahun penjara, tiga tahun masa percobaan, dan 200 jam layanan masyarakat.

Setelah percobaan penjualan batu bulan, pemerintah Amerika Serikat akhrinya menyetujui pemberian hadiah batu bulan kepada 32 astronot. Mereka termasuk anggota keluarga dari Apollo 1 yang hilang saat kecelakaan. Pemerintah AS memberikan hadiah tersebut dengan satu syarat, batuan tersebut tidak dapat diperjualbelikan dan hanya dapat diturunkan pada anggota keluarga.

Wikipedia menerangkan, moon rock atau batu bulan merupakan batu yang terbentuk di bulan. Istilah ini juga diterapkan untuk material bulan lainnya, yang dikumpulkan selama eksplorasi bulan oleh manusia (astronot).

Batuan yang dikumpulkan dari bulan telah diukur dengan teknik penanggalan radiometrik. Material tersebut berkisar dari usia sekira 3,16 miliar tahun untuk sampel basal (batuan beku) hingga sekira 4,5 miliar tahun untuk batu yang berasal dari dataran tinggi. (fmh)

Categories: astronomi, sains | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: