Ikan Amfibi Langka dari Pesisir Selatan Yogyakarta

Spesies yang ditemukan adalah Andamia heteroptera yang keberadaannya terakhir kail diketahui tahun 1857 di Ambon.

rockskipper,andamia heteroptera,amfibiIkan amfibi rockskipper (Andamia heteroptera) yang ditemukan di pesisir selatan Yogyakarta tahun 2012. Spesies ini terakhir kali ditemukan tahun 1857 di Ambon. (Gatot Nugroho Susanto)

Ragam fauna samudra Indonesia bertambah dengan ditemukannya dua genera dari ikan rockskipper di pesisir selatan Yogyakarta. Keduanya, Andamia dan Alticus, ditemukan tahun 2012 oleh peneliti muda, Gatot Nugroho Susanto.

Rockskipper atau biasa disebut cathal oleh warga lokal, terdiri dari tiga genera yaitu, Alticus, Andamia, dan Entomacrodus. Namun, karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, ikan amfibi ini belum banyak diteliti.

Jenis dari Andamia yang ditemukan di pesisir Yogyakarta adalah Andamia heteroptera yang terakhir kali ditemukan pada tahun 1857 di Ambon. Sedangkan dari Alticus yang ditemukan bersamaan, kemungkinan adalah jenis baru.

rockskipper,andamia heteroptera,amfibiIkan amfibi rockskipper (Andamia heteroptera) yang ditemukan di pesisir selatan Yogyakarta. (Gatot Nugroho Susanto)

Dalam korespondensinya dengan National Geographic Indonesia, Gatot mengatakan bahwa Andamia heteroptera yang terdapat di pesisir selatan Gunungkidul, memang sudah ada sejak dulu. Spesies langka ini memilih tinggal di struktur batuan gunung api karena memiliki permukaan yang halus sehingga memudahkan pergerakannya.

“Pergerakan mereka menggunakan sirip pelvik, sirip pektoral, dan sucker disk (pelebaran bibir bawah) menyebabkan ikan ini harus menempel ke substratnya. Hal ini menyebabkan rockskipper memerlukan substrat yang halus untuk mempermudah pergerakannya,” ujar Gatot dalam surelnya, Rabu (26/3).

Bagi mata yang tidak awas, rockskipper mirip anak ular yang menempel di batu. Habitat bebatuan memang penting karena rockskipper hidup di batuan dan tidak pernah berada di air.

Ikan ini hanya memanfaatkan cipratan air laut untuk membasahi badannya dan akan menjauhi air dengan cara memanjat batuan ke arah yang lebih tinggi. “Ikan ini lebih banyak menggunakan kulit dibandingkan insang untuk bernafas,” tambah Gatot, lulusan Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

Minim fakta

 

rockskipper,andamia heteroptera,amfibiIlustrasi tulang bagian ekor dari ikan amfibi rockskipper (Andamia heteroptera) (Gatot Nugroho Susanto)

 

Andamia heteroptera pertama kali ditemukan oleh Bleeker tahun 1857 di perairan Ambon. Namun demikian, karena masih jarangnya penelitian jenis ini, menyebabkan informasi sebaran di daerah lain belum pernah dilakukan. Ini berdampak pada kurangnya penelitian mengenai rockskipper.

Penelitian terakhir mengenai Andamia heteroptera hanya dilakukan oleh Rao dan Hora tahun 1938 di Kepulauan Andamandan hingga sekarang belum ada penelitian kembali –baik di Kepulauan Andaman maupun Indonesia.

“Perlu adanya tindakan langsung untuk mendata dan mengetahui informasi biologi jenis ikan ini. Penelitian saya diharapkan mampu memberikan sumbangan informasi kekayaan hayati di Indonesia,” papar Gatot.
(sumber: ng)

Categories: Flora & Fauna | Tags: | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Ikan Amfibi Langka dari Pesisir Selatan Yogyakarta

  1. bawaan nyi roro kidul apa ya, heheheehe

  2. fachrisuryari

    wkwkwkwkwk iya kali broo😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: