Belajar Budidaya Sidat dari Aphin Suprayitno

Suprayitno (25) atau yang biasa dipanggil Supra, merupakan seorang buruh migran yang berasal dari Desa Pesanggrahan, kec. Kroya, kab. cilacap, Jawa tengah. Sudah 4 tahun lamanya Pria Lulusan salah satu Sekolah Teknologi Menengah  Di Purwokerto ini mengadu nasib di negara Taiwan dan kini menjadi seorang wirausaha sukses di daerahnya berkat ikan sidat.

Awalnya Supra bekerja disebuah kapal penangkap ikan yang beroperasi di sekitar  perairan Argentina, pekerjaannya sebagai seorang pelaut Supra  terapung – apung ditengah samudra hingga berbulan – bulan lamanya, kondisi inilah yang membuat suprayitno merasakan beban pekerjaannya terlalu berat, hingga sesudah pelayaran pertamanya selesai, Supra langsung memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai pelaut, setelah itu berkelana mencari pekerjaan lain di Negeri orang yang belum pernah dikenalnya.

Sesudah beberapa waktu menganggur, akhirnya Supra mendapatkan informasi dari salah seorang sahabatnya, bahwa ada sebuah tambak ikan sidat (eel glass) yang membutuhkan pekerja, dia pun langsung mendatangi tempat yang dimaksud oleh sahabatnya itu, dan ternyata informasi tersebut betul, Supra pun langsung diterima bekerja di tambak sidat milik orang taiwan itu.

Rutinitas sehari – hari supra yaitu merawat ikan sidat di tambak yang luasnya mencapai sekitar 1 hektare, supra bekerja seorang diri setiap hari nya, sesudah hampir empat  tahun bekerja disana, Supra pun menjadi orang kepercayaan pemilik tambak itu, hal ini membuat Supra makin paham seluk beluk dunia budidaya sidat, Supra tahu betul bagaimana cara memperlakukan sidat peliharaannya, dari mulai proses penebaran bibit, cara pemberian pakan, proses pemeliharaan, hingga proses pemanenan, bahkan Supra tahu betul bila sidat peliharaannya sedang sakit, dan Supra pun tahu persis cara mengobatinya.

Menurut Supra, sidat yang mempunyai ukuran super bisa dipanen saat usia 5 s/d 6 bulan, setiap kali panen tambak seluas 1 hektare, bila dikurskan dengan Rupiah dapat menghasilkan uang Rp.800juta-an, dengan harga perkilogram Rp.120.000.

Suprayitno – pun tidak segan berbagi pengalaman terhadap siapapun yang ingin mengetahui seluk beluk budidaya sidat, melalui situs jejaring sosial facebook Supra biasa mengunggah video kegiatan sehari – harinya, Sudah cukup banyak video nya yang diunggah ke situs jejaring sosial facebook, beliaupun selalu
menjawab pertanyaan dari siapapun seputar dunia perikanan sidat. Melalui akun facebook.com/suprax9, supra selalu berbagi pengalaman serta pengetahuan tentang seluk beluk budidaya sidat.

Menurut Supra, budidaya sidat bisa jauh lebih bagus bila dikembangkan di Indonesia, menurutnya hal ini disebabkan di Indonesia tidak ada musim dingin, sehingga ikan sidat akan lebih cepat besar, sebab berdasarkan pengalamannya setiap musim dingin tiba, maka ikan sidat akan kehilangan nafsu makannya.  ( dari Pasar Komunitas 21 Apr 2011/ indonesian-eel )

Jadikan anda wirausaha sukses berikutnya

Categories: peluang usaha | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: