CT Scan Mumi Ungkap Gaya Rambut Mesir Kuno

McGill University Tiga mumi yang berhasil direkonstruksi gaya rambutnya. Paling kiri, perempuan berumur dengan rambut abu-abu. Tengah, seorang lelaki yang diperkirakan meninggal antara usia 20-30 tahun. Paling kana, seorang perempuan muda yang diduga dari golongan elit.

QUEBEC, KOMPAS.com — Banyak mumi telah terungkap. Namun, siapa tahu wajah sebenarnya manusia yang telah menjadi mumi itu? Pameran di Redpath Museum, McGill University, di Kanada yang digelar mulai awal Februari akan mengungkap wajah tiga mumi berusia 2.000 tahun beserta gaya rambut mereka.

Untuk mengungkap wajah dan gaya rambut mumi itu, beberapa proses harus dilakukan. Barbara Lawson, kurator dari Redpath Museum, mengungkapkan, proses pertama adalah CT scan di Montreal Neurological Institute and Hospital.

Hasil CT scan dijadikan dasar untuk membuat rekonstruksi wajah. Victoria Lywood, artis forensik, melakukannya. Dari rekonstruksi wajah, terungkap bahwa salah satu mumi memiliki wajah seperti Michael Jackson.

Dari tiga mumi yang diungkap wajah dan gaya rambutnya, salah satunya adalah seorang lelaki. Mumi itu disebut Theban Male sebab mumifikasi pria itu dilakukan di Thebes. Lelaki itu meninggal di usia antara 20-30 tahun. Terungkap bahwa lelaki itu punya rambut pendek dan keriting.

Mumi lain adalah perempuan muda yang meninggal di  usia antara 18-24 tahun. Perempuan itu diduga berasal dari kalangan elite. Mumi itu ditemukan di Hawara el-Makta di Fayum. Perempuan itu punya gaya rambut unik.

Seperti diwartakan Discovery, Jumat (25/1/2013), rekonstruksi memgungkap, perempuan itu punya rambut panjang dan ditata hingga memiliki sanggul di bagian belakang. Bagian depan rambut pendek, lurus, dan dibelah tengah. Sementara bagian sanggul dibentuk kepang.

Mumi terakhir adalah peremuan yang sudah berumur, diperkirakan meninggal di usia 30-50 tahun. Perempuan itu memiliki rambut pendek dan telah berwarna kelabu. Hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa Mesir Kuno pun cukup fashionable, mengenal ragam gaya rambut.

Sumber :
Editor :
yunan
Categories: arkeologi, sains | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: