Kaki Seribu Unik Bercahaya bak Kunang-kunang

 

Robert Kimsey Kaki Seribu Bercahaya

 

CALIFORNIA, KOMPAS.com – Berawal dari rencana membasmi tikus di Pulau Alcatraz, Teluk San Fransisco menggunakan teknik pelacakan kotoran yang dikeluarkan oleh tikus setelah makan makanan mengandung zat fluoresen, ilmuwan justru membuat penemuan mengejutkan.

Tim peneliti dari University of California Davis yang dipimpin oleh ahli serangga, Robert Kimsey, justru dikejutkan oleh penemuan obyek yang berpendar dan hidup. Setelah diamati, Kimsey dan mahasiswanya, Alexander Nguyen, mengetahui bahwa obyek itu adalah kaki seribu (milipede).

Kimsey kemudian berusaha mengidentifikasi jenis kaki seribu yang ia temukan. Namun ia kesulitan karena merasa bahwa kaki seribu yang tersebut berbeda dengan jenis kaki seribu dengan fluoresens lain yang hidup di sekitar wilayah teluk.

Akhirnya, berkat bantuan Rowland Shelley, kurator hewan invertebrata terestrial di North Carolina State Museum of Natural Science di Raleigh, teridentifikasi kalau kaki seribu yang ditemukan Kimsey adalah spesies Xyxtocheir dissecta dissecta.

Penemuan kaki seribu yang bisa bercahaya saat langit malam dan gelap ini menimbulkan banyak pertanyaan di benak Kimsey. Hewan yang ditemukan olehnya tidak menghasilkan cahayanya sendiri, tetapi baru akan bercahaya bila terpapar  ultraviolet.

Menurutnya, tidak wajar bila hewan yang hidup nokturnal (aktif ketika malam hari) memiliki tubuh yang menyala ketika terkena cahaya ultraviolet. Secara normal, [ada malam hari, hewan seharusnya tidak terpapar ultraviolet.

“Mengapa hewan ini berpendar? itu adalah sebuah pertanyaan seharga US$64.000. Hewan ini nokturnal, karenanya berpendar saat terkena ultraviolet adalah satu hal yang tidak masuk akal,” kata Kimsey seperti dikutip Our Amazing Planet, Rabu (27/3/2013).

Berbagai penemuan terbaru menunjukkan banyak spesies kaki seribu yang mampu berpendar. Tetapi, hingga kini belum ada satu pun yang mengetahui mengapa hewan itu berpendar.

Kaki seribu bercahaya ditemukan di beberapa wilayah. Di Golden State, ada tujuh spesies yang ditemukan. Sebuah penelitian pada tahun 1960an pernah menemukan jenis kaki seribu bercahaya di Camp Nelson, sebuah desa yang terletak di Tulare County, California.

Shelley berpendapat, beberapa jenis kaki seribu mengeluarkan cahaya sebagai peringatan pada para pemangsa bahwa mereka memiliki racun. Mekanisme ini, bagi hewan malam, persis seperti mekanisme pewarnaan aposematik, pewarnaan mencolok yang bertujuan memberi peringatan, yang dimiliki beberapa hewan seperti jenis katak beracun.

Menurutnya Shelley, pesan yang disampaikan melalui dua mekanisme tersebut sama, yaitu “jangan makan saya”. Shelley menjelaskan, tubuh kaki seribu mengandung racun sianida. Namun, kebanyakan spesies untuk dipegang. “Kecuali Anda berencana untuk “meletakan satu di dalam mulut anda, dan kemudian mengunyahnya,” katanya.

Categories: Flora & Fauna | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: