sains

Galaxy Terjauh di Alam Semesta

Tim astronom internasional menemukan galaksi yang paling jauh di jagat raya.

Galaksi tersebut berjarak 30 miliar tahun cahaya dari Bumi dan membantu astronom memahami apa yang terjadi sesaat setelah Dentuman Besar atau Big Bang.

Galaksi tersebut ditemukan lewat hasil analisis data Teleskop Hubble. Sementara, jaraknya dikonfirmasi dengan teleskop yang berbasis di Observatorium Keck, Hawaii.

Penemuan galaksi ini dipublikasikan di jurnal Nature.

Karena lamanya cahaya bergerak di antariksa mencapai Bumi, astronom memperkirakan bahwa galaksi itu berasal dari masa 13,1 miliar tahun lalu. Jaraknya kini 30 miliar tahun cahaya karena semesta terus mengembang.

Pimpinan tim penelitian, Steven Finkelstein dari University of Texas di Austin, mengatakan, “Ini adalah galaksi paling jauh yang kami konfirmasi. Kita melihat galaksi ini seperti 700 juta tahun setelah Big Bang.”

Galaksi itu sendiri dinamai z8_GND_5296.

Astronom mengukur jarak galaksi tersebut dengan menganalisis warnanya.

Karena semesta mengembang dan setiap benda menjauhi manusia, gelombang cahaya juga merenggang. Hal ini membuat suatu obyek lebih merah dari yang sebenarnya.

Astronom menyusun tingkat perubahan warna menjadi merah itu dalam sebuah skala yang disebut redshift.

Astronom menemukan, redshift galaksi itu adalah 7,51. Ini lebih besar dari redshift galaksi yang dianggap terjauh sebelumnya, 7,21.

Angka tersebut membuat galaksi ini ditetapkan sebagai yang terjauh untuk saat ini.

Galaksi itu sendiri sangat kecil, hanya 1-2 persen massa Bimasakti dan kaya unsur berat.

Namun demikian, galaksi itu punya karakteristik yang mengejutkan, mampu mengubah debu menjadi bintang baru dalam kecepatan yang mengagumkan, ratusan kali lebih cepat dari Bimasakti.

Ini adalah galaksi berjarak jauh kedua yang punya tingkat produksi bintang mengagumkan.

Finkelstein mengatakan, “salah satu yang menarik saat mempelajari semesta adalah mempelajari yang ada di batas-batas dan bahwa mereka mengungkapkan sesuatu tentang proses fisika apa yang mendominasi pembentukan dan evolusi galaksi.”

“Yang mengagumkan dari galaksi ini bukan hanya jaraknya, ini juga istimewa,” katanya.

Meski demikian, dalam beberapa tahun ke depan, dengan James Webb Sace Telescope milik NASA, astronom pasti dapat menemukan galaksi yang lebih jauh.

Menanggapi hasil riset ini, Alfonso Aragon-Salamanca dari University of Nottingham, mengungkapkan bahwa temuan ini sangat penting namun pencarian harus terus dilanjutkan.

“Semakin jauh kita mengeksplorasi, semakin dekat kita menuju penemuan bintang pertama yang terbentuk di semesta,” katanya seperti dikutip BBC, Rabu (23/10/2013).

Namun, Stephen Serjeant dari Open University menuturkan bahwa analisis redshift untuk menentukan jarak galaksi menantang. Tapi, banyak klaim galaksi terjauh setelah dianalisis lagi ternyata berada lebih dekat dari yang diduga.

sumber: BBC

Categories: astronomi, sains | Tags: | Leave a comment

Galaxy Terbesar di Jagat Raya

Galaksi yang terletak 212 juta tahun cahaya di selatan rasi Pavo dinobatkan sebagai galaksi spiral terbesar di alam semesta. Ukuran galaksi NGC 6872 ini lima kali lebih besar daripada galaksi Bimasakti tempat tinggal kita.

Bintang-bintang di dalam galaksi ini berkumpul membentuk dua palang cahaya yang membentang sepanjang 522 ribu tahun cahaya. Bandingkan dengan galaksi Bimasakti yang membentang 100 ribu tahun cahaya saja.

Selama beberapa dekade, ilmuwan telah mengetahui galaksi ini berukuran besar. Namun baru pada Kamis, 10 Januari 2013, galaksi ini dinobatkan sebagai yang terbesar dibandingkan galaksi raksasa lain. Konfirmasi didapat melalui wahana antariksa Galaxy Evolution Explorer Spacecraft (GALEX) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

“GALEX bisa melihat cahaya ultraviolet dari galaksi yang tak terlihat dengan mata biasa,” kata kepala peneliti dari Goddard Space Flight Center NASA Rafael Eufrasio.

Ukuran yang besar dan penampilan dua batang cahaya yang nyentrik berdampak pada gravitasinya yang amat besar. Gaya tariknya itu menyebabkan galaksi ini seolah sedang berdansa dengan galaksi IC 4970 yang berada di dekatnya. Simulasi komputer menunjukkan IC 4970 yang 80 persen lebih ringan pernah bersenggolan dengan NGC 6872 sekitar 130 juta tahun lalu. Senggolan ini menyebabkan ledakan di galaksi raksasa.

“Senggolan itu mengganggu palang cahaya di timur laut. Namun banyak bintang lahir akibat tabrakan ini,” ujar ahli astronomi dari Chatolic University, Duilia de Mello.

Namun mahkota galaksi terbesar tak akan dimiliki selamanya oleh NGC 6872. Pasalnya, kata Efrasio, galaksi lain yang lebih besar masih menunggu untuk ditemuka

Categories: sains | Tags: | Leave a comment

Galaksi Terpadat di Alam Semesta

Anak panah menunjuk galaksi M60-UCD1 | NASA/ESA
 Ilmuwan menemukan galaksi yang padat layaknya Kota Jakarta, berjarak 54 juta tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini dinobatkan sebagai galaksi paling padat sejagat.

Dengan bantuan Hubble Space Telescope dan Chandra X Ray Observatory, ilmuwan menemukan bahwa galaksi bernama M60-UCD1 itu 15.000 kali lebih padat dibandingkan dengan Bimasakti.

“Berkelana dari bintang ke bintang akan lebih mudah di M60-UCD1 dibandingkan dengan di galaksi kita, tetapi masih akan memakan waktu ratusan tahun dengan teknologi saat ini,” kata Jay Strader dari Michigan State University yang memimpin studi.

Bagian paling padat dari galaksi tersebut adalah pusatnya, di mana 200 juta massa bintang tinggal dan terentang dalam radius hanya 80 tahun cahaya.

Hal itu berarti, jarak satu bintang dengan bintang lain di galaksi ini 25 kali lebih dekat dibandingkan dengan Bimasakti.

Chandra X Ray Observatory mengungkap bahwa pusat galaksi ini adalah sumber sinar X yang sangat kuat karena memiliki lubang hitam raksasa yang 10 juta kali lebih masif daripada Matahari. Ukuran lubang hitam itu dua kali lebih masif dari lubang hitam di Bimasakti.

Astronom memprediksi, pada masa lalu, M60-UCD1 berdekatan dengan galaksi lain dan bintang-bintangnya ditarik. Lubang hitam raksasa kemudian menarik bintang-bintang yang survive ke pusat.

“Kami berpikir hampir semua bintang telah ditarik dari bagian luar dari galaksi yang semula lebih besar dari saat ini,” kata Duncan Forbes dari Swinburne University di Australia seperti dikutip National Geographic, Rabu (25/9/2013).

“Ini meninggalkan inti galaksi sebelumnya yang sangat padat dan lubang hitam supermasif,” ungkapnya.

sumber : National Geographic
Categories: astronomi, sains | Tags: | Leave a comment

Galaksi Terkecil di Jagat Raya

Segue 2 | Garrison-Kimmel, Bullock

Galaksi kerdil yang memuat 1.000 bintang dan mengorbit Galaksi Bimasakti menjadi galaksi terkecil yang pernah ditemukan.

Galaksi tersebut dinamai Segue 2. Bintang-bintang di galaksi itu disatukan oleh gumpalan materi gelap. Ilmuwan yang menemukan galaksi kecil itu mengatakan bahwa penemuan galaksi ini bisa memperkaya pemahaman tentang pembentukan alam semesta.

Ilmuwan mengungkapkan, semesta seharusnya kaya akan galaksi-galaksi kerdil. Namun, jumlah galaksi kerdil yang ditemukan saat ini jauh dari yang diperkirakan.

Kosmolog dari Uniersity of California, Irvine, James Bullock, mengatakan, “Ketidakmampuan astronom untuk mengukur obyek kosmik ini jadi teka-teki, menunjukkan bahwa mungkin pemahaman teoretis kita tentang semesta memiliki kekurangan.”

“Menemukan galaksi sekecil Segue 2 seperti menemukan gajah yang lebih kecil dari tikus,” ungkap Bullock seperti dikutip Space, 10 Juni 2013.

Segue termasuk galaksi yang sangat redup. Menurut astronom, kecerlangan galaksi itu sekitar 900 kali lebih terang dari Matahari. Sementara kecerlangan Bimasakti mencapai 20 miliar kali lebih terang.

Evan Kirby yang juga terlibat dalam riset mengungkapkan bahwa Segue 2 mempunyai densitas 10 kali lebih kecil dari yang diduga.

Penemuan Segue 2 dipublikasikan di Astrophysical Journal. Penemuan Segue 2 akan membantu ilmuwan menerangkan bagaimana unsur-unsur seperti besi dan karbon terbentuk di alam semesta kita.

Sumber : SPACE.COM
Categories: astronomi, sains | Tags: | Leave a comment

Kesuburan Pria Ditentukan oleh Tulang?

Para peneliti pada Columbia University Medical Center menemukan bahwa tulang rangka berlaku sebagai pengatur kesuburan pada tikus jantan melalui sebuah hormon yang dilepaskan oleh tulang yang dikenal dengan nama hormon osteocalcin.

Penelitian yang diketuai Gerard Karsenty, M.D., Ph.D., kepala Jurusan Genetika dan Perkembangan pada Columbia University Medical Center akan dipublikasikan dalam jurnal Cell 4 Maret mendatang.

Sampai sekarang, interaksi antara tulang dan sistem reproduksi hanya fokus pada pengaruh gonad (kelenjar kelamin) dalam pembentukkan massa tulang.

“Karena komunikasi antara dua organ dalam tubuh jarang searah, fakta bahwa gonad mengatur tulang menimbulkan pertanyaan: Apakah tulang mengatur gonad?” kata Dr. Karsenty.

Dr. Karsenty dan timnya mendapatkan petunjuk pertama mereka untuk sebuah jawaban pada sukses reproduktif mereka di laboratorium tikus.

Sebelumnya, para peneliti telah mengamati bahwa tikus jantan yang tulang rangkanya tak menyembunyikan hormon osteocalcin adalah pengembangbiak yang buruk.

Para peneliti kemudian melakukan beberapa eksperimen yang menunjukkan bahwa osteocalcin memperkuat produksi testosteron, hormon steroid seks yang mengontrol kesuburan jantan.

Begitu mereka menambahkan osteocalcin ke bagian itu yang dalam tubuh kita menghasilkan testosteron, maka sintesanya meningkat. Mirip dengan itu, ketika mereka menginjeksikan osteocalcin ke tubuh tikus jantan, maka tingkat sirkulasi testosteron juga ikut naik.

Sebaliknya, saat osteocalcin tidak ada, level testosteron turun dan menyebabkan menurunnya jumlah sperma.

Ketika tikus jantan yang kekurangan osteocalcin itu dikawinkan dengan tikus betina normal, mereka hanya memproduksi setengah dari kelenjar yang bisa dihasilkan pasangan normal.

Kendati penemuan ini belum dikonfirmasikan kepada manusia, Dr. Karsenty yakin bahwa karakteristik serupa terdapat pula pada manusia mengingat hormon tikus dan manusia itu mirip.

Jika osteocalcin juga mendorong produksi testosteron dalam pria, tingkat osteocalcin yang rendah mungkin menjadi alasan mengapa pria-pria tidak subur mempunyai tingkat testosteron rendah.

Yang menakjubkan, meskipun penemuan baru itu berasal dari satu amatan estrogen dan massa tulang, para peneliti tak bisa membutkikan bahwa tulang rangka mempengaruhi reproduksi pada wanita.

Estrogen dianggap satu dari sekian hormon paling mengontrol tulang; manakala ovarium berhenti memproduksi estrogen pada wanita di masa menopause, massa tulang dengan cepat berkurang dan menyebabkan osteoporosis.

Hormon-hormon seks –estrogen pada wanita dan testosteron pada pria– dikenal mempengaruhi pertumbuhan tulang rangka, tapi sampai detik ini, berbagai penelitian mengenai interaksi tulang dengan sistem reproduksi hanya fokus pada bagaimana hormon seks mempengaruhi kerangka tulang.

“Kami tak tahu mengapa tulang rangka mengatur kadar kesuburan pria, bukan pada wanita. Kendati begitu, jika Anda ingin mengembangbiakkan spesies, adalah sangat mungkin untuk memanfaatkan penemuan ini dengan memfasilitasi kemampuan reproduktif si jantan,” kata Dr. Karsenty. “Ini satu-satunya hal masuk akal yang saya kira bisa menjelaskan mengapa osteocalcin mengatur reproduksi pada tikus jantan, bukan pada tikus betina.”

Hubungan mengejutkan antara tulang rangka dengan kesuburan pria adalah salah satu dari sejumlah penemuan mencengangkan yang berkaitan dengan tulang rangka dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam makalah-makalah sebelumnya, Dr. Karsenty menemukan bahwa osteocalcin membantu mengendalikan sekresi insulin, metabolisma glukosa, dan berat badan.

“Apa yang diperlihatkan penelitan ini adalah bahwa kami begitu sedikit mengetahui psikologi, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan agak naif, kami bisa menggali penemuan-penemuan penting,” kata Dr. Karsenty.

“Itu juga menunjukkan bahwa tulang mempengaruhi sederet fungsi penting yang terpengaruh selama proses penuaan. Seperti itu juga, penemuan ini menunjukkan bahwa tulang tidak sekadar korban dari proses penuaan, tapi juga menjadi determinan aktif dari penuaan itu sendiri,” paparnya.

Berikutnya, para peneliti berencana menentukan jalur sinyal yang dipakai osteocalcin ketika memperbanyak produksi testosteron.

Dan untuk pengembangan obat yang potensial –karena para peneliti juga telah mengidentifikasi reseptor pada osteocalcin–, perlu lebih banyak lagi fleksibiliats dalam merancang obat dengan mengadopsi efek osteocalcin.

Apakah itu untuk metabolisma glukosa atau kesuburan, mengetahui reseptor itu akan mempermudah para ahli kimia dalam mengembangkan ramuan mujarab, kata Dr. Karsenty.

“Penelitian ini memperpanjang repertoar psikologis osteocalcin, dan memberi bukti pertama bahwa tulang rangka adalah pengatur reproduksi,” demikian Dr. Karsenty

Categories: sains | Tags: | Leave a comment

Neutrino, Kunci Menuju Batas Semesta

Dengan teropong elektron, manusia mengetahui keberadaan jutaan bintang di jagat raya. Dengan neutrino, ilmuwan berharap menemukan batas semesta ini. Penelitian partikel yang jauh lebih kecil dari elektron, nyaris tak bermassa, dan berkecepatan mendekati kecepatan cahaya itu kini terus dilakukan.

Neutrino adalah salah satu jenis partikel elementer (fermion) yang memiliki massa sangat kecil. Gabungan tiga jenis neutrino (neutrino elektron, neutrino muon, dan neutrino tao) hanya bermassa kurang dari 0,28 eV (elektron-Volt). Bandingkan dengan masa elektron yang sebesar 105,6 MeV (Mega-elektron-Volt).

Sesungguhnya massa neutrino belum dapat terukur secara akurat dengan teknologi instrumentasi yang ada. Kendalanya, partikel subatom ini tidak bermuatan listrik sehingga tidak berinteraksi dengan partikel lain. Itulah sebabnya, neutrino dengan mudah melewati materi apa pun di jagat raya, termasuk Bumi.

Neutrino sulit terdeteksi dan susah ”ditangkap” meskipun tersebar di muka Bumi karena kemunculannya menyertai paparan sinar Matahari ke Bumi. Setiap detik, ada sekitar 65 miliar neutrino dari Matahari melewati areal seluas satu sentimeter persegi di muka Bumi.

Neutrino sesungguhnya bukan material baru. Partikel renik ini mulai menjadi perhatian banyak periset setelah ditemukan dan dipublikasikan oleh fisikawan Austria, Wolfgang Pauli, pada tahun 1930.

Ada serangkaian tonggak sejarah penemuan neutrino, di antaranya penamaan partikel tersebut oleh Enrico Fermi yang menjulukinya ”neutrino”, artinya si kecil yang netral. Lalu penemuan tiga jenis atau variasi neutrino pada tahun 1956 oleh Fred Reines dan Clyde Cowan dalam eksperimen di reaktor nuklir. Reines kemudian meraih Hadiah Nobel Fisika tahun 1995.

Upaya mengukur massa neutrino berhasil dilakukan peneliti di Observatorium Kamiokande Super di Jepang yang mulai beroperasi tahun 1996. Observatorium ini terletak 1.000 meter di bawah tanah di Tambang Mozumi di daerah Kamioka Hida.

Detektor neutron yang digunakan antara lain berupa tabung foto sebanyak 13.000 buah yang ditanamkan dalam tanah pada kedalaman hingga 2 kilometer (km). Penelitian ini menemukan ukuran neutrino yang juga disebut partikel ”titik”, yaitu sepersejuta massa elektron atau di bawah dua elektron volt.

Penelitian yang dilakukan setelah itu belum mencapai perkembangan berarti. Salah satu riset yang relatif baru adalah OPERA (Oscillation Project with Emulsion-Racking Apparatus) yang dilaporkan peneliti di European Organization for Nuclear Research (CERN) pada tahun 2011.

Dalam penelitian itu dilakukan penembakan partikel neutrino menembus Bumi dari CERN Swiss hingga ke Gran Sasso National Laboratory di Italia. Bila ditarik garis lurus dari penampang Bumi, jaraknya mencapai 730 km dengan kedalaman 1.400 meter. Penelitian selama tiga tahun itu bertujuan mengukur waktu kedatangan 15.000 neutrino.

Mereka sempat menyebutkan neutrino berkecepatan 299.798 km per detik, yaitu di atas cahaya, yang 299.792 km per detik. Namun, hasil itu kemudian dikoreksi karena ternyata saat pengukuran terjadi gangguan teknis pada salah satu kabel di instalasi yang digunakan.

Penelitian ulang yang dilakukan tim dari Imaging Cosmic and Rare Underground Signals (ICARUS) di lokasi sama menunjukkan kecepatan neutrino sama dengan kecepatan cahaya, tidak superluminal (lebih cepat dari cahaya).

Kutub Selatan

Penelitian dilakukan pula di Kutub Selatan. Namun, pengukuran partikel bersifat unik ini harus tetap jauh dari permukaan Bumi, yaitu dengan menempatkan detektor neutrino di bawah tanah. Tujuannya untuk mengurangi pengaruh distorsi dari sinar kosmis.

Di lokasi itu, neutrino yang dapat menembus Bumi tidak terkontaminasi oleh partikel lain. ”Di lapisan sangat keras di dasar Bumi diharapkan banyak neutrino yang tertangkap,” kata Terry Mart, pakar fisika nuklir dan partikel teoretis dari Universitas Indonesia.

Di Kutub Selatan, peneliti dari Universitas Wisconsin-Madison Amerika membangun Ice Cube (Kubus Es). Bangunan dalam lapisan es ini berukuran tidak tanggung-tanggung, tingginya lebih dari 2,45 km atau hampir delapan kali tinggi Menara Eiffel di Paris.

Dalam bangunan raksasa itu terjulur 86 kabel hingga kedalaman 2.450 meter. Tiap kabel menahan 60 modul optik digital yang masing-masing memuat 5.160 sensor. Pemasangan banyak sensor dan jauh di bawah lapisan es bertujuan menangkap neutrino lebih baik. Modul ini dirancang tahan beroperasi dalam lingkungan yang sangat ekstrem selama minimal 20 tahun.

Teropong semesta

Pada masa mendatang, para ilmuwan berharap dapat menggunakan sifat partikel subatom yang kekal ini dan tembus materi apa pun sebagai teropong untuk mencapai batas alam semesta. Kemampuannya diharapkan lebih baik dari teleskop elektron.

Menurut teori Dentuman Besar (Big Bang), alam semesta berawal dari suatu ledakan obyek yang sangat panas dan terus berekspansi hingga saat ini. Sisa-sisa radiasi kosmik—akibat dentuman besar itu—dalam bentuk gelombang mikro ditemukan oleh fisikawan Arno Penzias dan Robert Wilson pada tahun 1964.

Penemuan neutrino diharapkan bisa mendukung lebih lanjut penelitian fenomena tersebut. Dalam jumlah yang amat sangat banyak neutrino ini tentu akan bisa memengaruhi ekspansi alam semesta.

Hal ini dimungkinkan karena pada 23 Februari 1987, Super- Kamiokande untuk pertama kalinya mendeteksi neutrino dari ledakan supernova yang terjadi di Large Magellanic Cloud. Pengamatan ini menegaskan bahwa teori ledakan supernova adalah benar dan membuka era baru dalam astronomi neutrino.

Categories: astronomi, sains | Tags: | Leave a comment

Penuaan Seseorang Ditentukan dari Gen Ibu?

STOCKHOLM – Sekelompok peneliti dari Karolinska Institute di Swedia dan Max Planck Insitute for Biology of Ageing di Jerman mengatakan bahwa genetik seseorang mempengaruhi tingkat penuaan dirinya.

Dalam uji laboratorium yang dilakukannya, mereka menemukan jika DNA yang rusak dalam mitokondria memiliki pengaruh yang besar terhadap laju penuaan pada tikus.

“DNA mitokondria (mDNA) akan mengalami kerusakan dari waktu ke waktu yang menyebabkan produksi energi sel secara bertahap menurun. Hal itulah yang menyebabkan penuaan,” terang seorang peneliti Dr Nils-Goran Larsson, seperti dikutip dari Live Science.

Mitokondria sendiri dikenal sebagai organ yang berfungsi memproduksi energi dalam bentuk Adenosine triphosphate (ATP). Perlu diketahui, mDNA berbeda dengan DNA yang berada di dalam inti sel yang berasal dari kedua orangtua.

Selain itu, mDNA hanya dapat ditemukan pada struktur genetik perempuan saja. Sehingga para peneliti berpendapat, dengan satu set dari mutasi genetik yang diwariskan oleh Ibu kepada anak-anaknya dapat mempengaruhi kecepatan proses penuaannya. Di mana, pada akhirnya diterjemahkan sebagai umur menjadi lebih pendek.

“mDNA pada Ibu nampaknya mempengaruhi proses penuaan pada anak-anaknya, baik secara fisik maupun organ. Jika kita mewarisi mutasi mDNA Ibu kita, maka kita akan menua dengan lebih cepat,” lanjut Larsson, sebagaimana disitat dari Softpedia, Jumat (23/8/2013).

Categories: biologi, sains | Tags: , | Leave a comment

Cara Shalat dan Puasa di Antariksa !

International Space Station (ISS) dilihat dari pesawat ulang alik Endeavour |

 

Sejumlah Muslim ternyata pernah pergi ke antariksa. Muslim pertama yang pergi adalah Sultan Salman Al Saud dari Arab Saudi, yang terbang dalam misi STS 51-G pada 17 Juni 1985. Yang terakhir adalah astronot Malaysia, Sheikh Muszaphar Sukhor, yang terbang dalam misi Soyuz TMA-11 pada 10 Oktober 2007.

Jadi pertanyaan sekarang, bisakah dan bagaimanakah Muslim harus menunaikan ibadah di antariksa? Memasuki Ramadhan seperti saat ini, jika ada Muslim di antariksa, maka bagaimana harus menjalankan shalat tarawaih atau shalat lain? Apakah Muslim di antariksa bisa berpuasa?

Sejak keberangkatan Sheikh Muszaphar Sukhor, isu tentang beribadah di antariksa mengemuka. Pada tahun 2006, Badan Antariksa Malaysia (ANGKASA) bekerja sama dengan Department of Islamic Development Malaysia (JAKIM) mengadakan Seminar on Islam and Living in Space.

Seminar tersebut menghasilkan sebuah pedoman bagi Muslim untuk menjalankan ibadah di antariksa. Dinyatakan bahwa walaupun berada di luar angkasa, Muslim tetap dapat menjalankan ibadah. Hanya, perlu beberapa penyesuaian terkait kondisi antariksa yang berbeda dengan Bumi.

Shalat, termasuk tarawih, harus dilakukan sendiri jika tak ada Muslim lain dalam misi antariksa yang sama. Kondisi antariksa dengan gravitasi rendah kadang mempersulit Muslim untuk berdiri tegak, rukuk, dan bersujud seperti di Bumi. Karenanya, Muslim di antariksa diperbolehkan shalat dengan posisi duduk atau tidur telentang.

Umat Muslim juga harus wudu sebelum shalat. Karena kondisi minim air, Muslim di antariksa bisa melakukan tayamum untuk menggantikan wudu. Tayamum bisa dilakukan dengan menggosokkan telapak tangan pada permukaan yang bersih atau cermin, lalu mengusapkannya pada bagian tubuh tertentu yang harus dibersihkan.

Arah shalat harus menghadap ke kiblat. Di antariksa, Muslim juga bisa menghadap kiblat bila mengetahui betul arah kiblat. Bila tidak, muslim bisa shalat dengan menghadap ke Bumi. Bila tak paham atau sulit juga menentukan arah Bumi, Muslim bisa shalat menghadap ke mana saja.

Untuk shalat wajib, Muslim juga bisa menjalankan shalat lima waktu dan tetap berhak untuk melakukan jamak (menggabungkan) atau qasar (menyingkat) bila punya halangan tertentu. Sementara itu, waktu shalat wajib mengikuti waktu shalat tempat peluncuran misi antariksa.

Bila akan berpuasa, maka Muslim juga tetap bisa melakukannya. Bila merasa kurang nyaman, maka Muslim bisa mengganti ibadah puasanya setelah Ramadhan ketika kembali ke Bumi. Waktu sahur, imsak, puasa, dan berbuka mengikuti waktu yang sama dengan tempat peluncuran.

Sheikh Muszaphar Sukhor sendiri terbang ke antariksa pada saat Ramadhan. Dikutip Reuters, 24 September 2007, Sukhor saat itu berharap dapat tetap berpuasa di antariksa. Namun, ia juga mengatakan bahwa Islam sangat toleran. Oleh karenanya, penggantian puasa saat sudah berada di Bumi juga diperbolehkan.

sumber: kompas

Categories: astronomi | Tags: | Leave a comment

Muslim yang Pernah ke Antariksa

 

Puluhan astronot dan turis antariksa telah mengangkasa. Adakah di antara mereka yang Muslim? Jawabannya, ada. Hingga saat ini, sudah 8 Muslim yang pergi ke antariksa, baik bersama misi Rusia maupun Amerika Serikat. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.

Sultan Salman Al Saud

Sultan Salman Al Saud adalah mantan pilot Royal Saudi Air Force. Ia terbang ke antariksa dalam misi STS-51-G dengan pesawat antariksa Discovery. Ia menjalankan misi pada 17-24 Juni 1985.

Sultan Salman Al Saud menjadi Muslim pertama yang pergi ke antariksa. Ia pun memecahkan rekor sebagai orang termuda yang pernah ke antariksa, yakni pada usia 28 tahun.

Saat ke antariksa, Sultan Salman Al Saud bertugas menjadi payload specialist. Ia tergabung dalam tim beranggotakan 7 astronot, merepresentasikan Arab Satellite Communication Organization dalam memasang satelitnya, ARABSAT 1-B.

Muhammed Faris

Muhammed Faris adalah orang Suriah pertama yang berhasil ke antariksa. Ia sebelumnya adalah pilot di Syrian Air Force sebelum terpilih untuk berpartisipasi dalam program penerbangan antariksa Intercosmos.

Muhammed Faris terbang ke antariksa dalam misi Mir EP-1 dengan Soyuz TM-3 ke Stasiun Luar Angkasa Mir pada bulan Juli 1987. Ia menghabiskan 7 hari dan 23 jam di antariksa sebelum akhirnya pulang dengan misi Soyuz TM-2.

Musa Maranov

Musa Maranov adalah seorang kolonel di Soviet Air Force. Ia lulus dari Moscow Aviation Institute sebelum akhirnya terpilih sebagai kosmonot pada 1 Desember 1978.

Musa Maranov terlibat dalam dua misi antariksa, tercatat sebagai salah satu astronot yang menghabiskan waktu terlama di antariksa, dan pernah melaksanakan 20 kali misi spacewalk.

Misi pertama Musa Maranov berlangsung pada 21 Desember 1987 hingga 21 Desember 1988, tepatnya selama 365 hari dan 22 jam. Sementara itu, misi keduanya berlangsung pada 2 Desember 1990 hingga 26 Mei 1995, tepatnya selama 175 hari dan 1 jam.

Abdul Ahad Mohmand

Abdul Ahad Mohmand adalah mantan anggota Afghan Air Force. Ia terbang ke antariksa bersama misi Mir-EP 3 dengan Soyuz TM-6 pada 29 Agustus 1988, menjalankan misi 9 hari di Stasiun Luar Angkasa Mir.

Selama di antariksa, Abdul Ahad Mohmand menjalankan beberapa eksperimen serta memotret negaranya dari antariksa dan membuatkan teh Afganistan bagi semua kru astronot.

Toktar Aubakirov

Toktak Aubakirov berasal dari Kazakhstan. Ia menjalankan misi ke antariksa bersama misi Soyuz TM-13 pada 2 Oktober 1991. Ia menghabiskan waktu sekitar 8 hari di antariksa.

Talgat Musabayev

Talgat Musabayev terlibat tiga misi ke antariksa, yakni pada misi Mir EO-16 dengan penerbangan Soyuz TM-19, misi Mir EO-25 dengan penerbangan Soyuz TM-27, dan misi ISS EP-1.

Total hari yang dihabiskan Aubakirov di antariksa mencapai 341 hari. Dalam misi terakhirnya, ia juga membawa turis angkasa pertama, Dennis Tito.

Shalizan Sharipov

Shalizan Sharipov adalah investigator proyek Advanced Diagnostic Ultrasound in Microgravity. Ia telah dua kali pergi ke antariksa dan menjalankan dua misi spacewalk.

Misi pertama Sharipov ke luar angkasa adalah membawa 8.000 pon alat eksperimen bersama misi STS-89 dengan pesawat ulang alik Endeavour. Misi ini berlangsung selama 8 hari, yakni 22-31 Januari 1998.

Sementara itu, misi keduanya adalah bersama Expedition 10 ke International Space Station (ISS) dengan Soyuz TMA-5. Misi berlangsung selama 192 hari sejak peluncuran dari Baikonur Cosmodrome pada 14 Oktober 2004.

Pada misi kedua, Sharipov bertugas mendukung fungsional dari ISS. Ia juga melaksanakan beberapa penelitian termasuk ekologi Bumi dari antariksa.

Anousheh Ansari

Anousheh Ansari adalah orang Iran pertama sekaligus seorang Muslimah (wanita Muslim) pertama yang pergi ke antariksa. Ia terbang sebagai turis antariksa dengan Soyuz TMA-9 pada 18 September 2006.

Selama di antariksa, Ansari menjalankan beberapa eksperimen seperti mekanisme di balik anemia, bagaimana perubahan otot mempengaruhi sakit punggung, serta dampak radiasi pada kru ISS dan mikroorganisme yang hidup di tubuh pada kru.

Sheikh Muszaphar Sukhor

Sheikh Muszaphar Sukhor adalah orang Malaysia pertama yang terbang ke antariksa. Ia terbang dengan Soyuz TMA-11 pada 10 Oktober 2007.

Sheikh Muszaphar Sukhor terbang ke antariksa atas kerja sama dengan Rusia dalam program Angkasawan, setelah Malaysia membeli banyak pesawat Rusia, Sukhoi Su-30.

Di antariksa, Sheikh Muszaphar Sukhor melakukan beberapa eksperimen seperti pertumbuhan kanker hati dan leukemia serta kristalisasi beragam protein dan mikroba.

sumber: kompas.com

Categories: astronomi, sejarah | Tags: | Leave a comment

Puasa Terbukti Bisa Memperpanjang Umur

Riset terbaru menemukan,  puasa satu atau dua hari dalam seminggu dapat membantu memperpanjang harapan hidup seseorang serta dapat membantu melindungi otak melawan penyakit degeneratif (proses kemunduran fungsi sel-sel) seperti Alzheimer dan Parkinson,  demikian hasil penelitian yang dilakukan para peneliti seperti dikutip The Huffington Post.

Para peneliti dari National Institute on Ageing menemukan bahwa dengan tidak makan sama sekali selama satu atau dua hari selama seminggu tidak hanya meningkatkan kemungkinan menghindari demensia di kemudian hari, tapi juga bisa menjadi kunci untuk kehidupan yang lebih panjang, sebagaimana puasa meningkatkan jangka hidup tikus sebesar 40%.

Para ilmuwan telah mengenal untuk beberapa waktu bahwa diet rendah kalori adalah resep untuk hidup sehat. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa dengan mengurangi sekitar 500 kalori untuk satu-dua hari selama seminggu,  secara signifikan memperlambat timbulnya penyakit pada otak.

Para peneliti mengatakan, dengan berpuasa, maka kimia di otak mendorong asupan kalori terbatasi.

Pembatasan asupan kalori menurut penelitian sebelumnya mampu meningkatkan umur tikus. Efek serupa menurut para peneliti mungkin dialami pula oleh manusia, meski sulit untuk mengujinya.

“Mengurangi asupan kalori bisa membantu otak Anda, tapi dengan cara mengurangi asupan makanan (puasa),” ujar Prof Mark Mattson, Kepala laboratorium ilmu saraf, dikutip The Huffington Post,

Categories: biologi, sains | Tags: | Leave a comment