Mobkas Peogoet 206

Mau Beli Mobkas Peogeot 206? Nih Ulasan Lengkapnya!

 
Jakarta – Peugeot 206 adalah fenomena mobil Eropa di Indonesia. Me­ngapa? Karena selama periode penjualan dari tahun 2000—2007, sedan mini hatchback ini sanggup membukukan angka 4 ribuan. Sebuah prestasi dari PT Astra France Motor.

Selain itu, kesuksesan Peugeot 206 tak bisa dilepaskan dari euphoria juara world rally championship (WRC) 3 tahun berturut-turut (2000-2002).  Kini selepas masa penjualan resmi dari AFM, Peugeot 206 masih wara-wiri di bursa mobil bekas. Berikut beberapa hal yang perlu dipahami jika Anda berniat meminang si mungil seksi ini.

Mesin yang diusung seri 206 berkapasitas 1.400 cc. Transmisinya terkenal responsif dan pintar sehing­ga membuat kendaraan ini memiliki efisiensi bahan bakar yang sangat baik, hingga mencapai 1:12-13 tergantung gaya menyetir dan medan jalannya.

Peugeot 206 yang dikenal di Indonesia terdiri dari 2 generasi, yakni generasi CBU [completely built up] pada periode tahun 2000—2003 dan generasi CKD [completely knock down] alias dirakit di Indonesia mulai tahun 2003—2007.

Sedangkan untuk transmisi yang dipasarkan hanya ada 2 macam, yakni manual dan matik tiptronik. Sementara untuk variannya tersedia 2 buah, yakni standar dan sporti. Perbedaan yang cukup signifikan dari generasi CKD dibandingkan generasi CBU adalah fitur ABS dan single airbag.

 

Kaki-kaki

Dari aspek suspensi, Peugeot 206 mengusung 2 tipe peredaman di kaki-kaki belakang, yakni tipe heavy duty yang diaplikasikan pada generasi CBU dan tipe comfort pada generasi CKD.

Masing-masing memberikan efek yang berbeda sesuai kebutuhan. Histori jalan-jalan yang kerap dilewati oleh si kendaraan dapat tergambar dari kondisi kaki-kaki.

Umumnya bila sering melalui genangan air, piranti barlink seharga Rp 306.000/pc (versi bengkel resmi) akan menjadi cepat rusak. Atau bila sering melewati jalan berlubang maka lower arm dan rack end seharga Rp 574.000/pc menjadi item berikutnya yang perlu dicek.

Pada seri 206, balljoint menjadi satu set dengan lower arm, yang bisa ditebus dengan harga Rp. 1.200.000/pc.

Mesin

Mesin 1.400cc yang diusung Peugeot 206 cukup bandel  dan membutuhkan nutrisi bensin tanpa timbal. Problem ngelitik dan tenaga yang kurang akan muncul ketika kadar timbal dalam bahan bakar meningkat.

Ge­nerasi CKD telah mengadopsi catalytic converter untuk memberikan hasil gas buang yang ramah lingkungan. Untuk hal yang satu ini tentunya harus dibarengi dengan penggunaan bensin dengan bilangan oktan lebih tinggi dibandingkan dengan Premium.

Selanjutnya yang perlu dipahami adalah masalah listrik. Sistem wiring di generasi CKD sudah menganut sistem multiplex. Perbedaan dengan sistem lain tampak ketika mencopot aki.

Proses melepas aki sebaiknya dilakukan dengan prosedur yang benar. Karena jika tidak sesuai prosedur, mobil bisa ngambek alias tidak mau distater. Jika sudah begini mobil harus dibawa ke bengkel resmi untuk dilakukan initial program kembali.

Fitur

Peugeot 206 sudah dilengkapi fitur engine immobilizer. Fitur ini membuat ECU mobil hanya mengenali satu kunci kontak saja untuk menghidupkan mesin kendaraan. Aman bukan? Tapi harus diingat, jangan sampai kelupaan meminta kode kunci Anda, yang berwujud semacam kartu kredit pada saat membeli kendaraan ini.

Perawatan

Pada prinsipnya perawatan Peugeot 206 tidak serumit yang Anda bayangkan alias sama saja dengan mobil-mobil lain. Performa Peugeot 206 yang tangguh juga diamini Setyo Budi Waluyo, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak.

“Dengan pemakai­an rata-rata per tahun 20.000 km maka untuk seri 206 keluaran tahun 2000 diperkirakan kilometer sudah menjelajah lebih dari 200.000 km. Namun di sini tidak ada problem teknis ataupun ketersediaan spare parts yang menjadi kendala,” jelasnya.

Rumor bahwa kaki-kaki 206 seringkali mengalami penggantian yang lebih cepat dibandingkan de­ngan mobil lain dibantah oleh kepala bengkel yang ramah ini.

“Penggantian spare parts pada kaki-kaki banyak dipengaruhi oleh gaya menyetir. Tidak jarang karena suspensi 206 yang memang terbilang soft, membuat pengendara enggan mengerem ketika melewati polisi tidur. Hal seperti inilah yang membuat rack end dan lower arm menjadi cepat aus,” bilangnya.

 Gambaran Harga Pasaran Peugeot 206
 Type  Tahun  Harga Pasaran
 206 MT  2001  Rp. 60-65 juta
 2004  Rp. 75 juta
 2005  Rp. 80 juta
 2006  Rp. 90 juta
 206 AT  2001  Rp. 65-70 juta
 2004  Rp. 80 juta
 2005  Rp. 83 juta
 2006  Rp. 85 juta
sumber : (mobil.otomotifnet.com)
Categories: mobkas | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: