Royal Mecca Clock Tower Hotel, Jam Raksasa Masjidil Haram

jam mekkah
Menjelang musim haji di bulan Dzulhijjah, Masjidil Haram di Makkah Arab Saudi dikunjungi jutaan ummat yang ingin menunaikan ibadah haji. Karena padatnya, tak jarang jamaah haji kebingungan menentukan arah, dan tidak jarang mereka tersesat jalan. Untuk menanggulanginya, pemerintah Kerajaan Arab Saudi membangun menara jam raksasa untuk membantu jamaah haji mencari jalan menuju Baitullah.

Menara setinggi 601 meter itu terdiri atas struktur bangunan hotel setinggi 530 meter plus tinggi jam 71 meter. Berada di kompleks Al Abraj Al Bait Tower, persis di pelataran Masjidil Haram. Menara hotel ini berdiri di antara tujuh menara raksasa di sebuah podium masif.

Bangunan megah itu juga dijuluki Royal Mecca Clock Tower Hotel. Jam berukuran 46 x 46 meter ini memiliki empat wajah berkilauan selebar 46 meter yang terdiri atas ubin gabungan teknologi tinggi, sebagian dihiasi dengan bebas. Di puncak jam terdapat lengkungan bulan sabit sebagai lambang Islam.

Jamaah Tersesat

Royal Mecca Clock Tower Hotel merupakan proyek mercusuar pemerintah Arab Saudi yang menghabiskan dana 3 miliar dolar AS. Pembangunannya berlangsung selama lebih dari dua tahun. Ini merupakan bangunan tertinggi kedua di dunia setelah menara Burj Al Khalifa di Dubai setinggi 828 meter.
jam mekkah
Keunikan Menara Jam Mekah adalah setiap datang waktu shalat, 21 ribu lampu hijau dan putih akan berpendar-pendar. Ditambah 16 buah lampu vertikal yang akan memancar sejauh 7 mil ke udara. Lampu ini akan berkedip selama lima kali sebagai pertanda lima waktu shalat sekaligus mengingatkan kaum muslimin di sekitar Mekkah untuk menunaikan shalat.

Lampu ini bisa dilihat dari jarak 18 mil atau 28,8 kilometer. Kompleks Al Bait Abraj juga merupakan pusat perbelanjaan raksasa. Lebih dari 2.000 kamar hotel, dua helipads dan dapat menampung hingga 30.000 orang. Setelah dibangun menara tersebut, data jamaah haji yang tersesat di Mekkah berkurang.

Banyak dari jamaah haji yang menjadikan jam raksasa ini sebagai acuan arah tempat berkumpul kembali usai melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Bahkan pemerintah dan ilmuwan Timur Tengah menjadikan jam raksasa ini sebagai rujukan waktu dunia bernama Mecca Mean Time (MMT), menggantikan Greenwich Mean Time (GMT) yang telah berusia 126 tahun. Jam itu bertujuan untuk menyaingi bahkan menggantikan posisi GMT ke MMT untuk acuan 1,6 miliar penduduk muslim di seluruh dunia.

(Oleh: Kawe Shamudra)

Sumber: Koran Suara Merdeka, edisi 1 April 2012.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: