Efek Buruk Soda buat Ginjal !

Minuman berkarbonasi adalah salah satu minuman tidak sehat yang dapat menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan lainnya. Soda juga diklaim menggunakan pemanis buatan yang dapat memicu kanker. Dan, sebuah studi terbaru menemukan bahwa jika Anda minum lebih dari dua gelas minuman soda setiap hari, Anda dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal kronis. Berikut adalah efek buruk soda terhadap kesehatan ginjal Anda, seperti dilansir Boldsky.

1. Asam fosfat

Soda biasanya mengandung banyak asam fosfat, yang dapat mempengaruhi pembentukan batu ginjal di saluran kemih. Asam fosfat dapat mengikat mineral lain, seperti kalsium, di dalam ginjal dan menyebabkan pembentukan batu ginjal.

2. Sodium

Soda biasanya mengandung mineral yang disebut sodium. Ini adalah jenis garam yang akan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan ginjal untuk menyaring limbah dari tubuh dan meningkatkan risiko penumpukan racun dalam darah.

3. Pemanis buatan

Diet soda adalah minuman yang diklaim bebas gula, tetapi kandungan gula dalam pemanis buatan lebih tinggi daripada gula normal bila dibandingkan. Penelitian menunjukkan bahwa minum diet soda memiliki efek negatif pada fungsi ginjal. Mengonsumsi diet soda dua kali dalam sehari menyebabkan peningkatan dua kali lipat dalam kemungkinan penurunan fungsi ginjal.

4. Kafein

Hampir semua soda mengandung kafein di dalamnya, yang tentunya tidak memiliki efek positif pada ginjal. Hal ini dikarenakan kafein adalah zat yang dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan peningkatan risiko penyakit ginjal. Hal ini terutama berlaku untuk diet soda, yang secara langsung berkaitan dengan lonjakan tekanan darah.

5. Sirup jagung

Soda mungkin memiliki efek negatif pada ginjal karena sirup jagung fruktosa tinggi ditambahkan ke dalamnya. Sirup jagung berisi banyak kalori, yang dapat menyebabkan penyakit ginjal dan peningkatan tekanan darah. Hal ini terjadi karena sirup jagung berkontribusi terhadap sensitivitas insulin dan obesitas.

sumber: merdeka.com
Categories: Ginjal, kesehatan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: