Darwin Salah Lagi!

Usus buntu sebelumnya sudah lama dianggap Charles Darwin sebagai organ sisa peninggalan evolusi yang tidak memiliki fungsi. Namun beberapa tahun lalu, anggapan evolusi ini ambruk ketika peneliti di Duke University Medical Center mengemukakan bahwa usus buntu itu punya peran penting. Menurut mereka, usus buntu adalah rumah tempat berlindung alias tempat aman untuk mengungsi bagi bakteri-bakteri menguntungkan yang berada dalam usus manusia. Para bakteri itu kemudian balik kembali ke tempat asal mereka di dalam usus setelah peristiwa “banjir bandang atau longsor besar di dalam usus” seperti mencret atau diare telah reda.

“Darwin sekedar tidak punya informasi yang kami miliki,” jelas William Parker, Ph.D., profesor di Duke University Medical Center dan penulis utama kajian tersebut. “Andai Darwin dulu tahu spesies-spesies yang memiliki usus buntu yang menempel pada bagian awal usus besar, dan seandainya ia tahu tentang tersebar luasnya keberadaan usus buntu, dia mungkin tidak akan berpikir bahwa usus buntu merupakan sisa peninggalan evolusi”, tambahnya

Charles Darwin juga tidak mengetahui bahwa penyakit usus buntu bukanlah dikarenakan kerusakan pada usus buntu, melainkan karena perubahan budaya yang terkait dengan masyarakat yang mengalami industrialisasi dan sanitasi yang baik. “Perubahan-perubahan itu menjadikan sistem kekebalan tubuh kita bekerja terlalu sedikit dan terlalu banyak dengan tangan mereka – sebuah penyebab timbulnya masalah,” kata Parker.

Demikianlah, teori evolusi Charles Darwin banyak didasarkan pada ketidaktahuannya tentang ilmu pengetahuan di masanya, di mana ilmu dan teknologi sungguh sangat terbelakang. Saat itu belum ada mikroskop elektron, pengetahuan seputar DNA, biologi molekuler, dan sebagainya, sehingga wajar teorinya Charles Darwin lebih banyak didasarkan pada reka-reka dan praduga semata yang tanpa bukti nyata. Seiring perjalanan waktu, semakin banyak temuah ilmiah mutakhir yang mengungkap kekeliruan teori-teori evolusinya. Tidak heran jika masyarakat yang mengetahui hal ini semakin tidak percaya pada teori evolusi, karena ilmu pengetahuan semakin membuktikannya keliru

Categories: MOTOGP | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: