Perbedaan Flu Burung dan SARS

 

Flu burung dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah dua penyakit yang sama-sama disebabkan oleh virus. Secara umum kedua penyakit ini menpunyai gejala yang mirip, yaitu demam lebih dari 38˚C, batuk, pilek, dan mialgia. Namun ada beberapa hal yang membedakan kedua penyakit ini.

Pertama, virus penyebab Flu burung disebabkan oleh virus influenza tipe A yang biasa mengenai unggas. Sedangkan SARS disebabkan oleh virus corona.

Kedua, penularan. Flu burung ditularkan dari unggas yang menderita flu burung ke manusia. Penularan dari manusia ke manusia belum dapat dipastikan. Sedangkan SARS ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita SARS. Terlihat jelas bahwa SARS tidak menyerang dan ditularkan oleh organisme selain manusia.

Ketiga, manifestasi klinis. Manifestasi klinis flu burung terutama pada sistem respiratorik dari yang ringan sampai berat dan pada sistem pencernaan yang biasanya berupa diare. SARS mempunyai manifestasi yang lebih berat, tidak hanya manifestasi pada sistem respiratorik dan sistem pencernaan, tetapi juga dapat bermanifestasi pada darah, hati, sistem kardiovaskuler, sistem saraf.

Keempat, pemeriksaan penunjang diagnostik. Untuk flu burung, diagnosis ditegakkan dengan uji konfirmasi berupa kultur dan identifikasi virus H5N1, uji Real Time Nested PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk H5, dan uji serologi. Pemeriksaan lain yang dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium darah lengkap, pemeriksaan kimia, dan juga pemeriksaan radiologi. Untuk SARS, pemeriksaan spesifik SARS coronavirus yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan RT-PCR pada specimen dahak, feses, dan darah perifer pasien. Selain RT-PCR untuk mendeteksi SARS coronavirus juga dapat dilakukan deteksi antigen serum dan kultur virus. Gold standard untuk diagnosis SARS Coronavirus ini adalah deteksi antibody SARS Coronavirus dengan teknik Indirect Immunofluorescent Assay (IFA) dan Enzyme Immunoassay (EIA). Selain pemeriksaan yang spesifik, terdapat pemeriksaan non spesifik untuk SARS Coronavirus. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menilai kondisi tubuh pasien saat itu. Pemeriksaan radiologi dan laboratorium masuk dalam pemeriksaan yang non spesifik.

Kelima, Kriteria diagnostik. Kriteria diagnostik flu burung yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI terbagi menjadi empat kategori, yaitu: Pasien dalam Observasi, Kasus Suspek Avian Influenza H5N1 (Under Investigation atau Dalam Pengawasan), Kasus Probabel Avian Influenza H5N1, dan Kasus Konfirmasi Influenza A/H5N1. Sedangkan kkriteria diagnosis SARS ditetapkan oleh WHO pada tahun 2003. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut: demam tinggi dengan suhu lebih dari 38˚C, ada satu atau lebih keluhan pernapasan (termasuk batuk, sesak, dan kesulitan bernapas), disertai dengan satu atau lebih keluhan berikut:

  • Kontak dekat dengan orang yang didiagnosis supek atau probabel SARS dalam 10 hari terakhir
  • Riwayat perjalanan ke rempat atau Negara yang terkena wabah SARS dalam 10 hari terakhir
  • Bertempat tinggal/pernah tinggal di tempat/Negara yang terjangkit wabah SARS

sumber: http://fluburung.org/

Categories: kesehatan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: