AL ‘AFUW, MAHA PEMAAF

Manusia adalah makhluk yang memiliki kelemahan. Di antaranya adalah mudah tergelincir untuk berbuat salah. Kapan pun dan di mana pun, manusia dapat berpikir salah tentang banyak hal, mengambil keputusan yang keliru dan berperilaku secara tidak benar.

Namun Allah, yang menciptakan manusia, mengetahui segala kelemahan dan kekurangan hamba-Nya. Karenanya, Allah juga memaafkan kesalahan yang diperbuat manusia. Jika Dia tidak “memaafkan”, maka tak seorang pun yang akan benar-benar terbebas dari dosa selama hidupnya di dunia. Jika ini yang terjadi, maka tak satu pun manusia yang akan mampu masuk surga.

Tapi kita tidak boleh lupa bahwa Allah memaafkan hamba-Nya yang ikhlas. Yang penting adalah hendaknya seseorang dengan jujur dan tulus menyerahkan diri kepada Allah, seraya menyadari penuh kelemahan dirinya sendiri. Allah mengampuni dosa-dosa mereka yang sadar dan mengakui segala kesalahannya, serta kembali kepada-Nya dengan ikhlas. Allah menyatakan hal ini dalam Al Qur’an:

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An Nisaa’, 4:17)

Allah membuka lebar-lebar pintu maaf-Nya, dan senantiasa menganjurkan kepada seluruh manusia agar segera menuju kepada luasnya ampunan Allah dan surga-Nya. Allah menyeru dalam Al Qur’an:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (QS. Ali ‘Imran, 3:133-136)

Categories: religi | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: