Kebijakan Ilahi Tentang Jodoh

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri (pasangan) dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih (mawadah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (Ar Rum : 21).

Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini saling berpasangan, termasuk juga manusia. Saat bertemu dengan seseorang, dan jatuh cinta kepadanya, Anda akan berpikir dia mungkin jodoh/ pendamping hidup Anda. Namun pencarian Jodoh anda mungkin tidak semudah yang Anda kira, karena begitu banyak kemungkinan yang bisa terjadi diantaranya:
1. Orang yang anda Cinta bersedia menikah dengan Anda, bahagia sampai Tua 🙂
2. Orang yang anda Cinta tidak menerima Cinta Anda namun bersedia menikah dengan Anda .. lah koq??
3. Orang yang anda Cinta tidak  menerima Cinta Anda karena mencintai orang lain / tidak punya perasaan apa-apa/ dll ….
4. Orang yang menikah dengan Anda memilih bercerai karena sudah tidak ada kecocokan/cinta lagi, dll
5. Anda tidak berani menyatakan Cinta akhirnya Anda hidup dalam kesendirian
dll
Sudah bukan rahasia lagi bahwa sebuah pernikahan belum menjamin Anda menemukan Jodoh yang sebenarnya karena saat ini cukup banyak pernikahan yang sudah lama terbina namun berakhir dengan perceraian.
Lalu sebenarnya apa itu Jodoh? Benarkah Jodoh memang sudah di tetapkan Oleh Allah?
Sebelum kita membicarakan Jodoh, sebaiknya kita membahas mengenai Cinta (mawaddah) dan Kasih Sayang (Rahmah) sebagai bagian dari cara kita menemukan Jodoh.

1.Mawaddah

Kata mawaddah berasal dari bahasa Arab. Mawaddah adalah jenis cinta membara, perasaan cinta dan kasih sayang yang menggebu kepada pasangan jenisnya. Mawaddah adalah perasaan cinta yang muncul dengan dorongan nafsu kepada pasangan jenisnya, atau muncul karena adanya sebab-sebab yang bercorak fisik. Seperti cinta yang muncul karena kecantikan, ketampanan, kemolekan dan kemulusan fisik, tubuh yang seksi; atau muncul karena harta benda, kedudukan, pangkat, dan lain sebagainya.
2. Rahmah

Rahmah berasal dari bahasa Arab. yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, juga rejeki. Rahmah merupakan jenis cinta dan kasih sayang yang lembut, terpancar dari kedalaman hati yang tulus, siap berkorban, siap melindungi yang dicintai, tanpa pamrih “sebab”. Bisa dikatakan rahmah adalah perasaan cinta dan kasih sayang yang sudah berada di luar batas-batas sebab yang bercorak fisik.

Saat seseorang jatuh cinta, maka di dalam hatinya akan timbul 2 perasaan tersebut kepada orang yang di cintainya.
HAMKA (Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah) penulis/ulama terkenal Indonesia melukiskan bahwa:
“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia. Ia laksana SETETES EMBUN yang turun dari langit, bersih dan suci… cuma TANAHNYALAH yang berlainan menerimanya. jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah subur, disana akan tumbuh kesucian hati, keiklasan, serta budi pekerti yang tinggi dan lain perangai yang terpuji”
Cara membina sebuah hubungan Cinta yang Islami adalah melalui pernikahan, karena melalui pernikahan ke 2 perasaan tersebut dapat tersalurkan secara Halal dan bertanggung jawab. Namun saat ini  tidak sedikit  orang yang membina hubungan  sebelum pernikahan dengan alasan ingin mengenal pasangannya lebih jauh dll. Namun seperti yang kita bisa pastikan Cara ke 2 ini lebih banyak Mudharatnya karena setan akan sangat mudah menjerumuskan manusia kedalam hal-hal yang jauh dalam nilai-nilai Islam.
Mencintai dan dicintai adalah fitrah manusia, di dalam suatu hubungan antara pria dan wanita kadang seseorang merasa kecewa (patah hati) di saat orang yang begitu dicintainya akhirnya memilih untuk menikah dengan orang lain. Dia merasa sedih, kecewa, depresi dan akhirnya menyalahkan Allah SWT. Padahal dalam Al-Qur’an, Allah mengungkapkan  bahwa Ia telah menentukan setiap peristiwa yang terjadi hanyalah demi kebaikan hamba-Nya yang benar, dan tidak ada yang harus menjadi kesedihan atau kesulitan bagi mereka.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Seseorang yang mengetahui kebenaran ini didalam hatinya, dapat menyenangi hal apapun yang ia jalani dan berkah yang terdapat di balik hal itu.
Tidak hanya Jodoh, Semua kehidupan, secara keseluruhan diciptakan oleh Allah, satu-satunya yang memegang kendali atas alam semesta. Ciptaan Allah adalah sempurna, tanpa cacat, dan penuh dengan tujuan. Ini adalah bagian dari takdir yang diciptakan oleh Allah, seseorang tidak boleh mendiskriminasi suatu kejadian dengan menetapkan suatu kejadian buruk dan jahat. Seorang Mukmin harus percaya dan mengenali kebaikan dalam segala hal yang menimpa mereka, baik di dunia ini dan dunia luar merupakan bagian dari suatu kebaikan yang kekal.
Takdir
Takdir adalah agenda sempurna yang seluruhnya dikembangkan untuk seseorang untuk masuk surga. Hal ini penuh dengan berkat dan untuk tujuan ilahi. Setiap kesulitan yang ditemui seseorang di dalam dunia ini akan menjadi sumber kebahagiaan tak terbatas, suka cita, dan damai di akhirat
Kaitan dengan Jodoh, … seperti cita-cita, jodoh tentu harus di cari dan kita Gapai, namun cara Orang Mukmin untuk mendapatkan Jodoh, harus sejalan dengan Nilai-nilai Islami dan tidak menggunakan cara yang di murkai oleh Allah.
Saat kita masih anak-anak, kita sering bercita-cita untuk menjadi seorang dokter, guru, presiden dll. Namun saat kita dewasa ternyata pekerjaan yang kita dapat sebagian besar tidak sama dengan apa yang kita cita-citakan saat masih anak-anak. Kecewa kah kita?? Tentu saja tidak karena semakin Dewasa kita akhirnya mengerti bahwa bekerja apapun profesinya adalah sebuah bentuk ibadah kepada Allah. Di dalam Al Qur’an Allah berfirman :
”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kam di muka bum; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (Q.S. Al-Jumu’ah (62): 10)
dan sesungguhnya tujuan hidup manusia tidak lain dan tidak bukan adalah, seperti yang difirmankan Allah didalam Al Qur’an :
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS .Al-Dzariyyat (51) : 56)
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”
(Qs. Al-Mulk [67]:2)
Jadi segala apa yang Anda lakukan untuk menemukan Jodoh hakikatnya hampir sama dengan apa yang anda lakukan untuk menggapai cita-cita, perlu  usaha, pengorbanan dan doa. Lalu pantaskan anda kecewa apabila seseorang yang anda harap menjadi jodoh anda akhirnya menikah/menjadi jodoh orang lain??  atau pantaskah anda kecewa bila akhirnya menikah dengan Orang yang bukan yang anda harapkan menjadi Jodoh Anda??… Tentu saja tidak … karena semakin “Dewasa” kita akhirnya mengerti bahwa Menikah adalah sebuah cara lain untuk beribadah kepada Allah.
Ketika Allah memberikan kesempatan seseorang untuk menikah di dunia, hakikatnya adalah Ia telah menentukan Jodoh Anda dengan tujuan agar Anda di dunia ini bisa beribadah dengan sebaik-baiknya untuk menggapai kebaikan dunia dan akhirat. 😉
Categories: religi | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: