Gaya Hidup Dan Risiko Kanker

Oleh: Saptawati Badarsono*

Gaya hidup yang meliputi makan makanan bergizi dan aktif fisik yang teratur ternyata merupakan cara yang mudah dan murah untuk mencegah kanker. Menjaga dan mempertahankan berat badan ideal dan sehat sepanjang hidup bisa didapat dengan memperhatikan asupan kalori dari sumber yang seimbang (karbohidrat, protein dan lemak) dan melakukan aktivitas fisik untuk mencegah penambahan berat badan yang berlebihan. Mengapa demikian?

Berat badan berlebih ataupun kegemukan ternyata meningkatkan risiko untuk terjadinya beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara (terutama pada perempuan yang sudah menopause), kanker usus besar, kanker rahim, kanker kerongkongan (esofagus) dan kanker ginjal. Sedangkan kegemukan juga kemungkinan akan meningkatkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker lainnya, seperti kanker mulut rahim, kanker kantong empedu, kanker kelenjar getah bening, kanker indung telur (ovarium), kanker pankreas, kanker kelenjar gondok (tiroid) dan kanker prostat.

Sedangkan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko terkena beberapa jenis kanker seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker rahim dan kanker prostat.  Gaya hidup aktif dapat dilakukan dengan latihan olah tubuh minimal 30 menit sehari selain aktivitas kerja harian, selama 5 hari dalam seminggu, misalnya dengan memilih menggunakan tangga dibanding dengan menggunakan eskalator atau lift, usahakan berjalan atau bersepeda bila memungkinkan, melakukan olah tubuh di saat makan siang bersama teman atau keluarga, sempatkan melakukan olah tubuh (peregangan atau jalan cepat) disela waktu kerja, berdansa bersama pasangan atau teman, berjalan-jalan saat berekreasi dibanding hanya duduk-duduk saja, bergabung dengan kelompok olah-raga tertentu, menonton TV sambil bersepeda statis atau treadmill, ataupun bermain bersama anak di rumah.

Sedangkan gaya makan sehat bergizi dapat dilakukan dengan pemilihan makanan-minuman dengan besar porsi hidangan yang dapat tetap mempertahankan berat badan sehat (makanan rendah kalori dan rendah lemak), dengan mengonsumsi berbagai jenis sayur-buah minimal 5 porsi sehari, lebih memilih bahan makanan yang berasal dari bulir utuh (whole grain) dibandingkan dengan yang sudah diproses, serta membatasi makan daging merah dan daging yang telah diolah atau lebih memilih ikan, unggas ataupun kacang-kacangan, dan menghindari jenis pemasakan dengan menggoreng atau membakar dengan menggunakan arang.

*Pengurus Pusat Yayasan Kanker Indonesia dan staf  Departemen Ilmu Gizi-FKUI

Categories: kanker, kesehatan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: