Posts Tagged With: mars

Inikah Wajah Mars di Masa Lalu?

KOMPAS.com — Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Mars di masa lalu lebih basah dan memiliki air. Seperti apa wajah Mars kala itu? Apakah merah seperti saat ini atau biru seperti Bumi?

Kevin Gill, seorang pengembang aplikasi, menciptakan ilustrasi wajah Mars jutaan tahun yang lalu berdasarkan data-data dari misi Mars Reconaissance Orbitter. Mars tampak kebiruan.

“Saya telah melakukan hal yang sama untuk Bumi dan melihat upaya yang lain menunjukkan adanya kehidupan di Mars. Jadi, saya pikir saya akan mencobanya,” kata Gill.

“Adalah cara yang baik untuk mempelajari planet, menjadi kreatif, dan mengembangkan aplikasi yang telah saya kembangkan sebelumnya,” tambahnya seperti dikutip Discovery, Rabu (2/1/2012).

Dalam hasil ilustrasi Gill, tampak adanya samudera di Mars dengan lembah terpanjang di tata surya, Vallis Marineris.

Tampak di sisi barat bola Mars (kanan pada gambar), pouncak-puncak tertinggi di planet merah, yaitu Olympus Mons, Pavonis Mons, Ascraeus Mons, dan Arsia Mons.

Ilustrasi menunjukkan, wilayah lintang tinggi Mars kering dan tak memiliki vegetasi, sementara wilayah lintang rendah lebih basah dan hijau.

Gill mengakui, ilustrasinya mungkin tidak begitu tepat. Meskipun demikian, hasilnya tetap menarik. Upaya Gill adalah pertama dalam menggambarkan Mars masa lalu.

“Saya seorang pengembang aplikasi dan bukan astronom. Jadi, sebagian besar asumsi saya didasarkan pada perbandingan dataran Mars pada fitur yang sama pada Bumi, lalu menggunakan tekstur yang sama dari citra Bumi,” paparnya.

Pengetahuan tentang Mars kini makin berkembang. Misi Curiosity, misalnya, telah menemukan bukti terkuat adanya air di Mars serta kemiripan tanah Mars dengan Bumi. Masih banyak yang belum diketahui tentang Mars. Ilustrasi Gill membantu manusia membayangkannya.

Sumber :
DISCOVERY
Categories: astronomi, sains | Tags: | Leave a comment

Tanah Mars Sama dengan Tanah di Hawaii

Citra hasil analisis sampel tanah Mars oleh instrumen CheMin robot Curiosity. Analisis menunjukkan, tanah mars memiliki kristal dengan kandungan feldspar, pyroxene dan olivine serta kandungan non kristal. Warna dalam gambar menunjukkan intensitas sinar X, dengan warna merah sebagai yang paling intens.

FLORIDA, KOMPAS.com – Robot Curiosity milik Badan Penerbangan dan Antariksa NASA kembali membuat penemuan mengejutkan. Setelah menganalisis sampel tanah Mars, Curiosity menemukan bahwa tanah di planet merah tersebut sama dengan tanah di Hawaii.

Curiosity menggunakan instrumen Chemistry and Mineralogy (CheMin) untuk menganalisis tanah Mars. Teknik analisis yang digunakan dikenal dengan difraksi sinar X. Teknik ini untuk pertama kali digunakan untuk menganalisis sampel tanah selain tanah di Bumi.

Berdasarkan hasil analisis, David Bish, anggota tim investigasi CheMin mengatakan, “Sampel tanah Mars yang telah kami analisis di Mars selama beberapa minggu secara mineral sama dengan material basalt yang telah mengalami pelapukan di Bumi.”

Bish seperti dikutip Space.com, Selasa (30/10/2012), mencontohkan, tanah Mars tersebut memiliki kemiripan dengan tanah di wilayah vulkanik di Mauna Kea, Hawaii. Adalah kristal tanah itu yang punya kemiripan.

Ilmuwan berencana untuk menggunakan informasi yang didapatkan kali ini untuk mengungkap apakah planet yang paling mirip dengan Bumi di Tata Surya itu bisa mendukung kehidupan mikroorganisme.

“Mineralogi tanah Mars menjadi referensi untuk menduga-duga sekarang. Ini menarik bukan hanya secara akademik. Tanah planet ialah refleksi paparan permukaan planet dan sejarahnya, menyimpan informasi iklim masa lalu dan saat ini,” kata David Vaniman, Planetary Science Institute di Tucson, Arizona, seperti dikutip Reuters, Selasa.

Analisis kali ini juga mengungkap bahwa tanah Mars memiliki kandungan utama berupa feldspar (mineral yang tersusun atas potassium dan sodium), pyroxene dan olivine. Sekitar separuh dari tanah Mars tersusun atas material non kristal, seperti kaca vulkanik, yang terbentuk dari pecahan batuan.

Proses pelapukan yang kemudian membentuk karakteristik tanah Mars bisa terjadi lewat beberapa cara, termasuk interaksi dengan air atau oksigen seperti pelapukan di Bumi. Douglas Ming dari Johnson Space Center di Houston mengatakan, badai pasir dan tumbukan meteorit juga bisa berpengaruh.

Curiosity telah mendarat di Mars sejak 6 Agustus 2012 yang lalu. Sebelumnya, Curiosity juga menemukan bahwa batu Mars yang dinamai batu Jake juga punya kemiripan dengan batuan Bumi. Selain itu, Curiosity juga menemukan bukti terkuat adanya air di Mars. Curiosity menganalisis tanah yang diambil di wilayah Mars yang disebut Rocknest. Tujuan akhir Curiosity adalah Gunung Sharp, diharapkan bisa dicapai tahun depan.

Categories: astronomi, sains | Tags: | Leave a comment

Foto Gunung di Mars Tampak Penuh Es

detail berita

Charitum Montes di Mars (foto: Live Science)

WASHINGTON – Sebuah pesawat antariksa Eropa yang mengorbit di Mars sukses memotret sederet pegunungan di permukaan Planet Merah tersebut. Pengunungan yang berada di dataran tinggi bagian selatan itu tampak seolah sedang berada di musim salju.

Dilansir dari Live Science, Jumat (7/12/2012), foto tersebut diperoleh melalui kamera stereo resolusi tinggi di dalam Mars Express milik European Space Agency (ESA). Foto tersebut tampak seolah sedang musim salju karena lembah dan dasar kawah tertutup dengan karbondioksida beku.

Foto tersebut menampilkan bagian dari Charitum Montes yang merupakan sekelompok pegunungan terjal dengan bentang hampir mencapai 1.000 kilometer. Letaknya di wilayah paling selatan bekas terjadinya tubrukan Argyre.

Selain itu juga tampak bahwa wilayah pegunungan tersebut tampak bopeng karena banyak terdapat kawah besar yang telah terisi dengan endapan tebal.

Misalnya, kawah berukuran 50 kilometer yang mendomisasi foto itu tampak telah berisi tanah Mars. Sementara kawah kecil yang ada di dekatnya dan telah memiliki beberapa cabang, tampak telah sepenuhnya terisi.

Foto dari Mars Express itu juga menunjukkan beberapa kawah alas yang lebih kecil. Kawah itu tercipta ketika material yang terlepas dari tubrukan membentuk fitur yang lebih tinggi ketimbang sekelilingnya

Categories: astronomi, sains | Tags: | Leave a comment