sains

Uranium sebagai sumber Energi

Atom Uranium

Dalam tabel skala unsur-unsur yang diurutkan berdasarkan kenaikan massa inti atom, uranium adalah unsur terberat dari seluruh unsur alamiah (Hidrogen adalah yang paling ringan) dan diklasifikasikan sebagai logam. Uranium memiliki kerapatan atau masa jenis yang besar, sekitar 18,7 kali lipat dibanding air, dengan titik leleh yang relatif tinggi yaitu 1132 oC. Simbol kimiawi untuk unsur ini adalah U.

Seperti unsur lainnya, uranium memiliki beberapa isotop. Uranium alami sebagaimana yang terdapat dalam lapisan kerak bumi utamanya tersusun atascampuran isotop U-238 (99.3%) dan U-235 (0.7%). Isotop adalah elemen atau unsur yang memiliki nomor atom yang sama tetapi jumlah neutron atau berat atom-nya berbeda.

U-235 merupakan isotop uranium yang penting, sebab dalam kondisi tertentu inti ini dapat dibelah yang diikuti dengan pelepasan energi dalam jumlah besar (sekitar 200 MeV per-pembelahan). Reaksi pembelahan inti atom dikenal dengan ”fisi nuklir”, dan isotop U-235 disebut sebagai ”bahan fisil”.

Seperti isotop radioaktif lainnya, uranium juga mengalami peluruhan. U-238 meluruh dalam jangka waktu yang panjang dengan waktu paro yang sama dengan umur bumi (4500 juta tahun). Ini dapat diartikan U-238 hampir tidak radioaktif jika dibandingkan dengan isotop lain di lapisan batuan dan tanah. Namun demikian peluruhan U-238 menghasilkan energi 0,1 watt/ton dalam bentuk panas. Energi peluruhan ini cukup untuk menghangatkan inti bumi. Adapun U-235 meluruh dalam jangka waktu sedikit lebih cepat dibanding U-238 (sekitar 700 juta tahun).

Isotop uranium U-238 dan U-235 adalah pemancar radiasi alpha dengan energi cukup rendah dan dapat ditahan oleh selembar kertas. Bahaya radiasi akan muncul apabila isotop uranium masuk ke dalam tubuh karena akan merusak jaringan dan dapat menimbulkan penyakit kanker.

Penyiapan Bahan Bakar Uranium

Bijih uranium dapat ditambang melalui metode terowongan atau metode tambang terbuka, tergantung dari kedalamannya. Setelah ditambang, bijih dihancurkan dan diolah dengan asam untuk melarutkan uranium, yang kemudian uranium dipungut dari larutan.

Uranium juga dapat ditambang dengan metode pemisahan dari batuan langsung di tempat (in situ leaching / ISL), dimana Uranium dilarutkandari batuan berpori bijih bawah tanah dan dipompa ke permukaan.

Produk akhir dari penambangan dan pengolahan bijih, atau ISL, adalah konsentrat uranium oksida (U3O8) yang dikenal dengan istilah ”Yellow Cake” . Dalam bentuk inilah Uranium diperjual-belikan.

Yellow cake, material mentah uranium sebelum diperkaya (secara isotop) untuk dijadikan bahan bakar nuklir.

Yellow cake, material mentah uranium sebelum diperkaya (secara isotop) untuk dijadikan bahan bakar nuklir.

Sebelum dapat digunakan dalam reaktor untuk pembangkitan listrik, uranium oksida hasil penambangan harus melalui serangkaian proses. Untuk sebagian besar bahan bakar reaktor nuklir di dunia, langkah berikutnya mengubah uranium oksida menjadi dalam bentuk gas, uranium heksafluorida (UF6) murni nuklir. Konversi ini diperlukan dalam proses pengayaan uranium.

Pengayaan adalah meningkatkan proporsi U-235 dari level alaminya (0,7%) menjadi 3 – 5%. Proporsi ini akan meningkatkan efesiensi teknis dalam desain dan operasi reaktor, terutama pada reaktor besar dan memungkinkan penggunaan air sebagai moderator.

Setelah pengayaan, gas UF6 diperkaya diubah menjadi serbuk uranium dioksida (UO2) yang kemudian difabrikasi menjadi pelet bahan bakar. Pelet-pelet selanjutnya diletakkan dalam kelongsong logam dan dirakit menjadi perangkat bakar nuklir yang siap digunakan di dalam teras reaktor.

Untuk reaktor yang menggunakan uranium alam sebagai bahan bakar (yang-mana akan memerlukan grafit atau air berat sebagai moderator), Yellow Cake dapat langsung diubah menjadi serbuk UO2 murni nuklir melalui proses pemurnian dan konversi yang lebih sederhana.

Ketika perangkat bakar uranium sudah berada dalam reaktor selama 3 – 6 tahun, perangkat bakar dikeluarkan dari teras reaktor, dipindahkan, disimpan sementara untuk kemudian diproses ulang, atau disimpan lestari di bawah tanah.

Energi dari atom Uranium

Inti atom dari U-235 terdiri dari 92 proton dan 143 neutron (92+143=235). Saat sebuah inti atom U-235 menangkap neutron, ia akan membelah menjadi dua inti atom baru dan melepaskan sejumlah energi dalam bentuk panas, disertai pelepasan 2 atau 3 neutron baru.

Jika neutron yang dilepaskan tersebutdapat memicu reaksi yang sama pada atom U-235 lainnya, dan melepaskan neutron baru lain, reaksi fisi berantai dapat terjadi. Reaksi ini dapat terjadi dan terjadi lagi, hingga berjuta-juta kali, maka energi panas dalam jumlah sangat besar dapat dihasilkan dari sedikit Uranium. Secara kasar energi panas dari reaksi inti 1 gram U-235 adalah sama dengan energi panas dari pembakaran 1 ton batubara.

reaksi fisi uranium yang berlangsung di dalam reaktor nuklir

Proses membelah atau “membakar” uranium secara berantai dan terkendali adalah sebagaimana yang terjadi di dalam reaktor nuklir. Panas yang dihasilkan digunakan untuk membangkitkan uap air, dan selanjutnya uap air digunakan untuk memutar turbin dan akhirnya menghasilkanlistrik.

Tabel berikut memberikan gambaran tentang bertapa besarnya kandungan energi dalam bahan bakar uranium dibandingkan sumber energi lainnya.

Kandungan Energi dalam 1 ton berat (GJ)
Kayu 14
Batubara 29
Minyak 42
Gas alam (cair) 46
Uranium (bahan bakar PLTN – PWR) 630.000

Uranium di dalam Reaktor

Di dalam sebuah reaktor nuklir, bahan bakar uranium dirakit dalam bentuk tertentu sedemikian hingga reaksi fisi berantai yang terkendali dapat dicapai. Panas yang dihasilkan dari pembelahan U-235 kemudian digunakan untuk membangkitkan uap yang akan memutar turbin dan menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik.

Pada dasarnya PLTN dan PLT Fosil, dengan kapasitas yang sama, memiliki banyak kemiripan. Keduanya membutuhkan panas untuk menghasilkan uap guna memutar turbin dan generator. Dalam PLTN, fisi atom uranium menggantikan pembakaran batubara atau gas.

Reaksi fisi berantai yang berlangsung di dalam teras reaktor nuklir dikendalikan oleh batang kendali yang mempunyai sifat menyerap neutron dan dapat ditarik/didorong untuk mengatur reaktor pada tingkat daya yang dibutuhkan.

Di dalam teras reaktor yang menerapkan konsep fisi thermal sebagaimana reaktor PLTN komersial saat ini, bahan bakar uranium dikelilingi oleh materi yang disebut moderator. Bahan ini berfungsi untuk memperlambat kecepatan neutron yang dihasilkan dari reaksi reaksi fisi sehingga memungkinkan terjadinya reaksi berantai. Air, grafit dan air berat biasa digunakan sebagai moderator dalam berbagai jenis reaktor.

Karena jenis bahan bakar yang digunakan (konsentrasi U-235 dalam bahan bakar uranium hanya 3 – 5%),maka apabilaterjadi malfungsi yang fatal dalam reaktor, bahan bakar dapat saja menjadi terlalu panas dan meleleh, akan tapi tidak dapat meledak seperti bom nuklir.

sumber: http://www.infonuklir.com/

Categories: fisika, kimia, sains | Tags: | Leave a comment

Cadangan Uranium Indonesia !

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70 ribu ton Uranium dan 117 ribu ton Thorium yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia, yang bisa bermanfaat sebagai energi alternatif di masa depan.

Sebagian besar cadangan Uranium kebanyakan berada di Kalimantan Barat, sebagian lagi ada di Papua, Bangka Belitung dan Sulawesi Barat, sedangkan Thorium kebanyakan di Babel dan sebagian di Kalbar.

Kajian terakhir dilakukan di Mamuju, Sulbar, dimana deteksi pendahuluan menyebut kadar Uranium di lokasi tersebut berkisar antara 100-1.500 ppm (part per milion) dan Thorium antara 400-1.800 ppm.

Kecamatan Singkep, Kabupaten Mamuju juga menjadi kawasan yang laju dosis radiasi gammanya tercepat di Indonesia dibanding rata-rata nilai laju dosis radiasi Gamma di Indonesia yang 46 nSv per jam, kata Direktur Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi Batan, Susilo Widodo.

Ia mengatakan, pihaknya telah menyusun Peta Radiasi dan Radioaktivitas Lingkungan sebagai data dasar, sehingga kalau ada kenaikan radiasi yang disebabkan faktor bukan alami misalnya radiasi hasil lepasan industri atau kecelakaan nuklir, bisa diketahui dengan cepat.

Peta ini, ujarnya, juga penting untuk mengkaji efek kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah radiasi tinggi serta indikasi bahan tambang seperti Uranium, Thorium dan mineral sejenisnya.

Peta tingkat radiasi dan radioaktivitas lingkungan di Indonesia ini, urainya, terdiri dari lima peta, yakni peta laju dosis radiasi gamma lingkungan dan peta tingkat konsentrasi radionuklida alam Thorium-228, Thorium-232, Radon-226, dan Kalium-40 dalam sampel permukaan.

sumber: http://www.antaranews.com

Categories: sains | Tags: | Leave a comment

Uranium

LONDON – Penamaan uranium ternyata berasal dari nama planet di sistem tata surya, yakni Uranus. Beberapa tahun lalu elemen uranium di temukan di planet tersebut. Penamaan Uranus sendiri berasal dari sebuah dewa langit Yunani.

Dilansir Guardian uranium lebih melimpah dan luas ketimbang yang diperkirakan orang. Bahkan, unsur kimia tersebut kabarnya bisa ditemukan pada batu, tanah dan air, di mana kandungannya justru lebih banyak daripada perak.

Uranium juga merupakan elemen terbesar yang ditemukan di Bumi. Di alam bebas, hampir seluruh uranium merupakan isotop uranium-238 (99,27 persen). Uranium merupakan radioaktif dan bisa memancarkan partikel alpha (dua proton dan dua neutron terikat).

Terdapat jenis uranium selain uranium-238, yakni uranium-235 yang kabarnya memiliki masa aktif selama ratusan juta tahun. Uranium disimbolkan dengan ‘U’ dan nomor atom 92.

Uranium murni adalah logam berwarna perak-putih yang lebih keras daripada elemen lainnya. Unsur kimia yang menjadi bahan dasar untuk teknologi nuklir ini sangat padat, kira-kira 70 persen lebih padat dari unsur kimia lain.

Meskipun kepadatannya masih kalah ketimbang emas atau tungsten (logam berat berwarna kelabu kehitam-hitamanan), namun uranium bisa dimanfaatkan sebagai penyeimbang dalam pesawat terbang. Dahulu, sebelum ditemukan bahwa uranium merupakan radioaktif, elemen ini banyak digunakan untuk mewarnai kaca, tembikar dan glasir (lapisan keras pada porselen atau keramik).

Di Bumi, adanya uranium radioaktif (bersama dengan torium dan kalium-40) bisa menjaga Bumi agar tetap hangat. Uranium merupakan unsur beracun yang kabarnya bisa menyebabkan gagal ginjal.

 

Categories: kimia, sains | Tags: | Leave a comment

Fakta Menarik dari Radioaktivitas Alamiah

Tubuh Manusia

Tubuh manusia terdiri atas bahan kimia, beberapa diantaranya merupakan radionuklida yang berasal dari makanan dan air yang kita konsumsi tiap hari. Tabel berikut memperlihatkan perkiraan jumlah radionuklida yang terdapat pada tubuh manusia dengan berat 70 kg.

Tabel Radioaktivitas Alamiah yang Terdapat Pada Tubuh Manusia
Nuklida Massa Nuklida Asupan Sehari-hari
Uranium 90 mg 1.9 mg
Thorium 30 mg 3 mg
Kalium 40 17 mg 0,39 mg
Radium 31 pg 2,3 pg
Karbon 14 95 mg 1,8 mg
Tritium 0,06 pg 0,003 pg
Polonium 0,2 pg 0,6 mg

Bahan Bangunan

Bahan bangunan pada rumah yang kita tempati juga mengandung bahan-bahan radioaktif. Tabel berikut memperlihatkan beberapa bahan bangunan dan konsentrasi uranium, thorium dan kalium yang terkandung di dalam bahan bangunan tersebut.

Tabel Konsentrasi Uranium, Thorium dan Kalium dalam Bahan Bangunan
Uranium
(ppm)
Thorium
(ppm)
Kalium
(ppm)
Granit 4,7 2 4
Batu pasir (sandstone) 0,45 1,7 1,4
Semen 3,4 5,1 0,8
Batako kapur (limestone concrete) 2,3 2,1 0,3
Batako semen (sandstone concrete) 0,8 2,1 1,3
Papan Partisi (dry wallboard) 1,0 3 0,3
Gypsum 13,7 16,1 0,02
Kayu 11,3
Batu bata tanah liat (clay brick) 8,2 10,8 2,3

Catatan:
Beberapa satuan yang biasa dipakai adalah: ppm – part per million,

sumber: http://www.batan.go.id

Categories: sains | Tags: | Leave a comment

Isotop, Radioisotop, Radiasi dan Waktu Paruh

1. Isotop

Salah satu teori Dalton menyatakan bahwa atom-atom dari unsur yang sama memiliki massa yang sama. Pendapat Dalton ini tidak sepenuhnya benar. Kini diketahui bahwa atom-atom dari unsur yang sama dapat memiliki massa yang berbeda. Fenomena semacam ini disebut isotop.

Isotop adalah unsur-unsur sejenis yang memiliki nomor atom sama, tetapi memiliki massa atom berbeda atau unsur-unsur sejenis yang memiliki jumlah proton sama, tetapi jumlah neutron berbeda. Sebagai contoh, atom oksigen memiliki tiga isotop, yaitu:

_{8}^{16}\textrm{O}, _{8}^{17}\textrm{O},_{8}^{18}\textrm{O}

2. Radioisotop

Radionuklida atau Radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif. Radionuklida mampu memancarkan radiasi. Radionuklida dapat terjadi secara alamiah atau sengaja dibuat oleh manusia dalam reaktor penelitian. Produksi radionuklida dengan proses aktivasi dilakukan dengan cara menembaki isotop stabil dengan neutron di dalam teras reaktor. Proses ini lazim disebut irradiasi neutron, sedangkan bahan yang disinari disebut target atau sasaran. Neutron yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom target sehingga jumlah neutron dalam inti target tersebut bertambah. Peristiwa ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan inti atom sehingga berubah sifat menjadi radioaktif.

Radionuklida yang berdasarkan asalnya dibagi atas 2 kategori:

  1. Radionuklida alamiah: radionuklida yang terbentuk secara alami, terbagi menjadi dua yaitu:
    – Primordial: radionuklida ini telah ada sejak bumi diciptakan.
    – Kosmogenik: radionuklida ini terbentuk sebagai akibat dari interaksi sinar kosmik.
  2. Radionuklida buatan manusia: radionuklida yang terbentuk karena dibuat oleh manusia.

Radionuklida terdapat di udara, air, tanah, bahkan di tubuh kita sendiri. Setiap hari kita terkena radiasi, baik dari udara yang kita hirup, dari makanan yang kita konsumsi maupun dari air yang kita minum. Tidak ada satupun tempat di bumi ini yang bebas dari radiasi.

Radionuklida alamiah

Primordial

Radionuklida primordial telah ada sejak alam semesta terbentuk. Pada umumnya, radionuklida ini mempunyai umur-paro yang panjang. Tabel berikut memperlihatkan beberapa radionuklida primordial.

Tabel Radionuklida Primordial
Nuklida Lambang Umur-paro Keterangan
Uranium 235 235U 7,04×108 tahun 0,72% dari uranium alam
Uranium 238 238U 4,47×109 tahun 99,2745% dari uranium alam; pada batuan terdapat 0,5 – 4,7 ppm uranium alam
Thorium 232 232Th 1,41×1010 tahun Pada batuan terdapat 1,6 – 20 ppm.
Radium 226 226Ra 1,60×103 tahun Terdapat di batu kapur
Radon 222 222Rn 3,82 hari Gas mulia
Kalium 40 40K 1,28×109 tahun Terdapat di tanah

Kosmogenik

Sumber radiasi kosmik berasal dari luar sistem tata surya kita, dan dapat berupa berbagai macam radiasi. Radiasi kosmik ini berinteraksi dengan atmosfir bumi dan membentuk nuklida radioaktif yang sebagian besar mempunyai umur-paro pendek, walaupun ada juga yang mempunyai umur-paro panjang. Tabel berikut memperlihatkan beberapa radionuklida kosmogenik.

Tabel Radionuklida Kosmogenik
Nuklida Lambang Umur-paro Sumber
Karbon 14 14C 5.730 tahun Interaksi 14N(n,p)14C
Tritium 3 3H 12,3 tahun Interaksi 6Li(n,a)3H
Berilium 7 7Be 53,28 hari Interaksi sinar kosmik dengan unsur N dan O

Buatan Manusia

Manusia telah menggunakan bahan radioaktif selama lebih dari 100 tahun. Tabel berikut memperlihatkan beberapa radionuklida buatan manusia.

Tabel Radionuklida Buatan Manusia
Nuklida Lambang Umur-paro Sumber
Tritium 3 3H 12,3 tahun Dihasilkan dari uji-coba senjata nuklir, reaktor nuklir, dan fasilitas olah-ulang bahan bakar nuklir.
Iodium 131 131I 8,04 hari Produk fisi yang dihasilkan dari uji-coba senjata nuklir, reaktor nuklir. 131I sering digunakan untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan kelenjar thyroid.
Iodium 129 129I 1,57×107 tahun Produk fisi yang dihasilkan dari uji-coba senjata nuklir dan reaktor nuklir.
Cesium 137 137Cs 30,17 tahun Produk fisi yang dihasilkan dari uji-coba senjata nuklir dan reaktor nuklir.
Stronsium 90 90Sr 28,78 tahun Produk fisi yang dihasilkan dari uji-coba senjata nuklir dan reaktor nuklir.
Technesium 99m 99mTc 6,03 jam Produk peluruhan dari 99Mo, digunakan dalam diagnosis kedokteran.
Technesium 99 99Tc 2,11×105 tahun Produk peluruhan 99mTc.
Plutonium 239 239Pu 2,41×104 tahun Dihasilkan akibat 238U ditembaki neutron.

 

3. Radiasi

Radiasi dapat diartikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. Jika suatu inti tidak stabil, maka inti mempunyai kelebihan energi. Inti itu tidak dapat bertahan, suatu saat inti akan melepaskan kelebihan energi tersebut dan mungkin melepaskan satu atau dua atau lebih partikel atau gelombang sekaligus.

Setiap inti yang tidak stabil akan mengeluarkan energi atau partikel radiasi yang berbeda. Pada sebagian besar kasus, inti melepaskan energi elektromagnetik yang disebut radiasi gamma, yang dalam banyak hal mirip dengan sinar-X.

Sinar-X merupakan jenis radiasi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan sehari-hari. Semua sinar-X di bumi ini dibuat oleh manusia dengan menggunakan peralatan listrik tegangan tinggi. Alat pembangkit sinar-X dapat dinyalakan dan dimatikan. Jika tegangan tinggi dimatikan, maka tidak akan ada lagi radiasi. Sinar-X dapat menembus bahan, misalnya jaringan tubuh, air, kayu atau besi, karena sinar-X mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek. Sinar-X hanya dapat ditahan secara efektif oleh bahan yang mempunyai kerapatan tinggi, misalnya timah hitam (Pb) atau beton tebal.

Radiasi gamma bergerak lurus dan mampu menembus sebagian besar bahan yang dilaluinya. Radiasi gamma mempunyai sifat yang serupa dengan sinar-X, namun radiasi gamma berasal dari inti atom. Karena berasal dari inti atom, radiasi gamma akan memancar secara terus-menerus, dan tidak dapat dinyalakan atau dimatikan seperti halnya sinar-X. Radiasi gamma yang terdapat di alam terutama berasal dari bahan-bahan radioaktif alamiah, seperti radium atau kalium radioaktif. Beberapa inti atom yang dapat memancarkan radiasi gamma juga dapat dibuat oleh manusia.

Dalam banyak kasus, inti juga melepaskan radiasi beta. Radiasi beta lebih mudah untuk dihentikan. Seng atap atau kaca jendela dapat menghentikan radiasi beta. Bahkan pakaian yang kita pakai dapat melindungi dari radiasi beta.

Unsur-unsur tertentu, terutama yang berat seperti uranium, radium dan plutonium, melepaskan radiasi alfa. Radiasi alfa dapat dihalangi seluruhnya dengan selembar kertas. Radiasi alfa tidak dapat menembus kulit kita. Radiasi alfa sangat berbahaya hanya jika bahan-bahan yang melepaskan radiasi alfa masuk kedalam tubuh kita.

Pemancaran radiasi dari suatu bahan radioaktif tidak dapat dimatikan atau dimusnahkan. Pemancaran radiasi hanya akan berkurang secara alamiah. Akibat memancarkan radiasi, suatu bahan radioaktif akan melemah aktivitasnya (kekuatannya), disebut peluruhan.

Setiap radioisotop akan berkurang atau melemah separo dari aktivitas awalnya dalam jangka waktu tertentu, yang bervariasi dari beberapa detik hingga milyaran tahun, bergantung pada jenis radioisotopnya. Jangka waktu tertentu tersebut disebut Waktu Paruh

4. Waktu Paruh (half life)
“waktu paruh radioaktif adalah periode waktu yang diperlukan zat radioaktif untuk meluruh menjadi separo.”

kenapa zat radioaktif mempunyai waktu paro? karena hanya atom yang tidak stabil yang mempunyai waktu paro. atom yang tidak stabil akan meluruh dan lamanya peluruhan ini tergantung pada waktu paronya.

waktu paruh dari suatu zat radioaktif selalu sama dan tidak bergantung pada jumlah zat mula-mula. tidak peduli dengan suhu, kombinasi kimianya atau kondisi lainnya.

walaupun begitu, setiap zat radioaktif berbeda beda waktu paronya. ada zat radioaktif yang sangat cepat meluruhnya sehingga separuh atomnya meluruh hanya kurang dari satu detik (misalnya Lithium-8, waktu paronya hanya 0.85 detik). ada juga yang sangat lambat sehingga perlu waktu miliaran tahun untuk meluruh menjadi tinggal separo (misalnya Uranium-238, waktu paronya 4.51 miliar tahun).

Sebagai contoh, umur-paro radium adalah 1.622 tahun; artinya, aktivitas radium akan berkurang setengahnya dalam 1.622 tahun, setengah aktivitas sisanya akan berkurang lagi dalam waktu 1.622 tahun berikutnya, dan seterusnya.

Mereka meluruh menjadi zat apa, juga tergantung pada zat asalnya. ada yang meluruh menjadi zat radioaktif lainnya, ada juga yang tidak (menjadi stabil).  contoh beryllium 11 memiliki waktu paruh 13.81 detik dan meluruh menjadi boron 11. Ini artinya dalam 13.81 detik, separuh berylium 11 akan menjadi boron 11.

Darimana kita tau kalau fosil dinosaurus berusia sekian ratus juta tahun? nah, manfaat dari waktu paro adalah menentukan usia suatu benda. yang terkenal dari penentuan usia adalah dengan menggunakan teknik radiokarbon.

Pengertian umur-paro

Categories: fisika, kimia, sains | Leave a comment

“The Hidden Message in Water”

Peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto membuktikan bahwa air sanggup membawa pesan dan informasi positif. Hasil penelitian Masaru Emoto yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “The True Power Of Water” [Hikmah Air dalam Olahjiwa], (MQS Publishing, 2006),  merupakan pengalaman menakjubkan karena membuktikan bahwa air  ternyata “hidup” dan dapat merespon apa yang disampaikan manusia.

Dr. Masaru Emoto melakukan penelitian selama 2 bulan bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ahli sains yang mahir menggunakan mikroskop).  Masaru yang menyelesaikan pendidikannya di Yokohama Municipal University Departemen Kemanusiaan dan Sains jurusan Hubungan Internasional berhasil mendapatkan foto kristal air dengan membekukan air pada suhu -25 derajat Celsius dan menggunakan alat foto berkecepatan tinggi. Lalu ditelitilah air dengan menggunakan respon kata-kata, gambar, serta suara. Hasilnya luar biasa, sebagaimana yang sudah dibaca banyak orang. Air, katanya, bisa menerima pesan.

Bahkan dalam bukunya yang lain,  “The Hidden Message in Water”,  Masaru mengatakan, air seperti pita magnetik atau compact disk.

Kata-Kata

Air mengenali kata tidak hanya sebagai sebuah desain sederhana, tetapi air dapat memahami makna kata tersebut. Saat air sadar bahwa kata yang diperlihatkan membawa informasi yang baik maka air akan membentuk kristal. Jika kata positif yang diberikan, maka kristal yang terbentuk akan merekah luar biasa laksana bunga yang sedang mekar penuh, seakan ingin menggambarkan gerakan tangan air yang sedang mengekspresikan kenikmatannya.
Sebaliknya, jika kata-kata negative yang diberikan, maka akan menghasilkan pecahan kristal dengan ukuran yang tidak seimbang. Mungkin juga air dapat merasakan perasaan orang yang menulis kata tersebut. Jadi bisa dibayangkan bagaimana jika air diberi kumpulan kata yang merupakan doa?

Ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan


Ketika diputarkan musik symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga

Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal akan hancur

Selanjutnya ditunjukkan kata ”malaikat” : terbentuk rantai dengan kristal hexagonal yang indah (gambar kiri) dan ketika ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk dengan bola api ditengah (gambar kanan)

Categories: sains | Tags: | Leave a comment

Air dan prilakunya yang Aneh..

Sebagian besar planet bumi tertutupi oleh air. Samudra dan lautan membentuk tiga perempat permukaan bumi, sedangkan di daratan terdapat sungai dan danau berjumlah tak terkira. Salju dan es di puncak-puncak gunung adalah air berwujud beku. Sejumlah besar air ini juga berada di angkasa: setiap awan mengandung ribuan, terkadang bahkan jutaan ton air berbentuk uap. Dari waktu ke waktu, sebagian uap air ini berubah menjadi tetesan air dan jatuh ke bumi sebagai hujan. Bahkan udara yang Anda hirup saat ini mengandung uap air dengan kadar tertentu

Tubuh manusia terdiri dari sekitar 70% air. Sel-sel tubuh Anda berisi banyak hal, tapi tidak ada yang lebih banyak atau lebih penting dari air. Bagian terbesar dari darah yang mengalir ke seluruh tubuh Anda adalah air. Tidak hanya tubuh Anda atau orang lain, tapi sebagian besar dari tubuh seluruh makhluk hidup terdiri dari air. Tampaknya kehidupan ini mustahil ada tanpa air.

Air adalah zat yang diciptakan dan dirancang secara khusus sebagai sumber kehidupan. Setiap sifat fisika dan kimia air telah diciptakan secara khusus bagi kehidupan. Air memang memiliki segala sifat yang benar-benar pas dan sesuai bagi kelangsungan hidup semua makhluk.

Di antara yang menarik dari air adalah proses pembekuannya. Zat-zat cair pada umumnya membeku mulai dari lapisan paling bawah lalu ke lapisan di atasnya. Tapi air membeku dari arah sebaliknya. Ini adalah sifat air yang ‘aneh’, akan tetapi sangatlah penting bagi keberadaan air di permukaan bumi. Jika air tidak membeku dari atas, dengan kata lain jika es tidak mengapung, maka banyak air di wilayah dingin di permukaan bumi yang akan menjadi es. Bila ini yang terjadi, maka takkan ada lagi kehidupan di lautan, danau, kolam dan sungai yang membeku

Marilah kita kaji lebih teliti untuk mengetahui mengapa demikian. Terdapat banyak tempat di bumi yang memiliki suhu di bawah 00C di musim dingin, bahkan jauh lebih dingin lagi. Cuaca dingin seperti ini tentunya berpengaruh pada air di laut, danau, dan lain sebagainya. Air ini semakin lama akan semakin dingin, dan sebagian darinya mulai membeku. Jika es tidak memiliki sifat sebagaimana biasanya (dengan kata lain jika es tidak mengapung), maka es ini akan tenggelam ke bagian dasar. Kemudian bagian air yang suhunya lebih hangat akan naik ke permukaan dan bersentuhan dengan udara di atasnya. Akan tetapi, suhu udara di atas permukaan air masih berada di bawah titik beku air, sehingga air yang berada permukaan ini akan membeku juga dan lantas tenggelam ke bagian dasar. Proses ini akan berlangsung terus hingga keseluruhan air telah membeku.

Namun peristiwa di atas tersebut tidaklah terjadi. Sebaliknya yang terjadi adalah: ketika suhu udara menjadi dingin, masa jenis atau kerapatan air menjadi semakin besar hingga suhunya mencapai 40C. Namun setelah mencapai titik ini, segala sesuatunya berubah tiba-tiba. Di bawah suhu ini, air mulai memuai dan kerapatannya menjadi semakin kecil. Akibatnya, air bersuhu 40C akan tetap berada di bagian paling bawah, air bersuhu 30C di atasnya, air bersuhu 20C di atasnya lagi, dan begitu seterusnya. Hanya di bagian paling permukaan sajalah suhu air mencapai 00C. Dan lapisan teratas inilah yang membeku. Tapi hanya bagian permukaan saja yang membeku, lapisan air bersuhu 40C di bawah lapisan es ini tetap berwujud cair, dan ini sudah cukup bagi hewan dan tumbuhan dalam air untuk tetap hidup.

Apa yang terjadi apabila air tidak memiliki sifat yang demikian ini dan berperilaku sebagaimana zat cair lain? Anggaplah air semakin mejadi lebih padat seiring dengan suhunya yang semakin menurun, sebagaimana zat cair lain. Maka lapisan es yang terbentuk kemudian tenggelam ke bagian dasar. Apa yang akan terjadi?

Pada keadaan ini, proses pembekuan di samudra dan lautan akan dimulai dari bagian dasar dan terus berlanjut hingga ke bagian paling permukaan. Hal ini terjadi karena tidak terdapat lapisan es di permukaan yang menutupi lapisan air di bawahnya, sehingga mencegah hilangnya panas dari air tersebut. Dengan kata lain, sebagian besar danau, lautan dan samudra di bumi ini akan menjadi es padat yang di atasnya mungkin terdapat lapisan air berkedalaman hanya beberapa meter saja. Bahkan jika suhu udara ditingkatkan, es di bagian bawah tidak pernah mencair semuanya. Dalam keadaan demikian, kehidupan dalam air tidak dapat berlangsung, begitu pula dengan kehidupan di daratan. Dengan kata lain, jika air tidak ‘berperilaku aneh’ seperti ini, maka planet kita akan menjadi bumi yang mati.

Untuk volume yang sama, air memiliki berat tertinggi pada suhu +4oC. Ini sungguh penting bagi kelangsungan hidup flora dan fauna di muka bumi. Di lautan, air yang bersuhu +4oC tenggelam ke dasar lautan karena memiliki berat terbesar. Karenanya, dasar lautan yang permukaannya tertutupi bongkahan es, selalu dalam keadaan cair (tidak beku), dan memiliki suhu +4oC yang masih memungkinkan berlangsungnya kehidupan. Hal yang sama berlaku pula di sungai dan di danau

Mengapa air berperilaku tidak sebagaimana zat cair lainnya? Mengapa air tiba-tiba saja memuai di bawah suhu 40C, padahal di atas suhu ini ia menyusut? Ini adalah pertanyaan yang tak seorang pun mampu menjawabnya. Tapi satu hal yang pasti adalah: ‘keanehan’ inilah yang menjadikan kehidupan di bumi tetap berlangsung. Hal ini memunculkan satu pertanyaan lagi: mungkinkah ini semua dikarenakan air itu sendirilah yang menghendaki perilaku ‘anehnya’ tersebut. Namun air adalah benda mati. Air hanyalah senyawa yang terdiri dari atom hidrogen dan oksigen yang tidak memiliki akal pikiran. Sebaliknya, ini bukan pula kehendak seluruh makhluk hidup yang telah memprogram air agar memiliki sifat yang mendukung kelangsungan hidup mereka. Jika demikian, tentunya ada kehendak dan kecerdasan lain yang menciptakan perilaku air agar sesuai dengan kebutuhan makhluk hidup. Dan pencipta air ini tentu pula pencipta makhluk hidup tersebut, termasuk manusia. Pencipta ini tiada lain adalah Allah, Tuhan Yang Maha Sempurna.

Categories: fisika, sains | Tags: | Leave a comment

Istilah-istilah Nuklir

Accelerator :akselerator : Alat yang dapat mempercepat laju suatu partikel bermuatan atau ion hingga mencapai kecepatan yang sangat tinggi mendekati kecepatan cahaya.

Actinides : aktinida : unsur-unsur yang memiliki jumlah proton 89 atau lebih dan memiliki sifar kimia yang mirip dengan unsur actinium. Semua unsur aktinida adalah radioaktif dan umumnya memiliki waktu paruh panjang dan pemancar alpha

Activity : aktivitas : jumlah peluruhan per satuan waktu pada suatu unsur radioaktif. Satuan aktivitas dinyatakan dalam Becquerel (Bq) yaitu satu peluruhan per detik.

Alpha (particle) : partikel alpha : partikel bermuatan positif yang dipancarkan pada saat terjadinya peluruhan radioaktif. Partikel alpha terdiri dari 2 proton dan 2 neutron (inti atom helium-4 (He-4)). Meskipun umumnya berenergi tinggi, namun partikel alpah memiliki daya tembus yang lemah. Jangkauannya diudara hanya mencapai beberapa sentimeter dan dapat dihentikan dengan mudah oleh selembar kertas maupun lapisan terluar kulit.

Atom : atom : partikel penyusun unsur yang tidak dapat diuraikan lagi. Atom memiliki sebuah inti atom yang terdiri atas proton bermuatan positif dan neutron yang tidak bermuatan dan mempunyai massa yang sama. Atom netral memiliki jumlah proton dan elektron yang sama.

Atomic mass unit (amu) : satuan massa atom (amu) : satuan massa sebesar 1/12 dari massa atom karbon-12 (C-12). Kira-kira setara dengan massa proton atau neutron tunggal. 1 satuan massa atom = 1,6605 x 10-27 kg; massa elektron = 0,00055 amu; massa proton = 1,00727 amu; massa neutron = 1,00866 amu.

Atomic number (Z) : nomor atom (Z) : jumlah proton dalam inti atom, juga menunjukkan posisi unsur dalam tabel periodik.

B

Background radiation : radiasi latar : radiasi (pengion) yang ada di lingkungan. Sumber radiasi latar antara lain berasal dari angkasa luar (radiasi kosmik) seperti dari matahari, radiasi dari bebatuan, tanah yang kita pijak, bangunan yang kita tempati, udara yang kita hirup, makanan yang kita makan dan bahkan dari tubuh kita sendiri.

Becquerel (Bq) : Becquerel : satuan aktivitas rradiasi yang sebanding degan satu peluruhan (disintegrasi) per detik, menggantikan satuan yang lama, yaitu Curie (Ci). 1 Ci sama dengan 3,7 x 1010 Bq.

Beta particle : partikel beta : partikel bermuatan yang dipancarkan pada saat peluruhan inti radiaktif. Partikel beta merupakan elektron baik itu yang bermuatan negatif maupun positif. Beta berenergi tinggi dapat menembus udara hingga beberapa meter dan mampu menembus beberapa milimeter ke dalam tubuh manusia. Sedangkan beta berenergi rendah tidak mampu menembus kulit. Kebanyakan partikel beta dapat dihentikan oleh bahan ringan yang tipis seperti aluminium atau plastik.

Burnup : derajat bakar : ukuran konsumsi bahan bakar reaktor yang dapat dinyatakan sebagai : a) presentase banyaknya atom yang mengalami fisi atau b) banyaknya energi yang dihasilkan per satuan berat bahan bakar dalam reaktor. Terkadang dinyatakan dalam satuan Megawatt days (Mwd) per ton bahan bakar.

C

Carbon-14 : karbon-14 : isotop radioaktif yang terjadi secara alami, memiliki waktu paruh 5730 tahun.

Radiasi yang dipancarkan bila partikel bermuatan menembus materi dengan kecepatan yang lebih tinggi dari pada kecepatan cahaya dalam materi tersebut. (Lihat radiation.)

Cerencov, radiation : radiasi cerenkov : emisi cahaya (radiasi) yang dipancarkan bila suatu partikel bermuatan menembus cairan transparan non konduktif atau bahan padat dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya dalam materi tersebut. Partikel beta berenergi tinggi yang berasal dari bahan bakar bekas yang disimpan didalam air akan menghasilkan radiasi cerenkov berwarna biru.

Chain reaction : reaksi berantai : sebuah proses dimana satu reaksi nuklir sebuah atom akan memicu reaksi nuklir atom-atom lain yang ada didekatnya. Sebagai contoh, reaksi fisi di dalam atom uranium akan melepaskan beberapa neutron yang kemudian akan memicu terjadinya reaksi fisi pada atom uranium lainnya.

Containment, reactor : pengungkung reaktor : pencegahan pelepasan materi radioaktif, bahkan dalam kondisi kecelakaan sekalipun, dengan melakukan pengawasan terhadap jumlah bahan radioaktif yang diizinkan keluar daerah pengawasan, termasuk sistem pengungkungan itu sendiri.

Contamination : kontaminasi : keberadaan zat radioaktif pada tempat atau daerah yang tidak seharusnya.

Control rods : Batang kendali : batang, pelat atau tabung yang mengandung materi penyerap neutron (seperti boron dan cadmium), yang digunakan untuk mengendalikan laju reaksi nuklir di dalam reaktor nuklir.

Coolant : pendingin : bahan yang dialirkan ke dalam teras reaktor nuklir untuk memindahkan maupun mentransfer panas yang dihasilkan elemen bakar. Bahan yang biasa digunakan sebagai pendingin adalah air, udara, karbon dioksida, natrium cair dan paduan natrium-kalium.

Core, reactor : inti reaktor : bagian utama dari reaktor nuklir yang berisi elemen bakar yang merupakan tempat terjadinya reaksi fisi berantai.

Criticality : kritikalitas : suatu reaktor nuklir dikatakan kritis ketika laju produksi neutron sebanding dengan laju hilangnya neutron sehingga reaksi berantai dapat terus berlangsung.

Critical mass : massa kritis : jumlah minimum bahan fisil yang diperlukan agar reaksi berantai dapat terjadi (kondisi kritis)

Cross-section : tampang lintang : suatu ukuran probabilitas terjadinya reaksi nuklir. Probabilitas tersebut digambarkan sebagai suatu area dimana target berada. Dinyatakan dalam Barn ( 1 Barn = 10-28 m2)

Curie (Ci) : curie : suatu ukuran radioaktivitas yang lama, satuan yang baru adalah Becquerel. Dimana 1 Ci = 3,7 x 1010disintegrasi per detik (Bq).

Cyclotron : siklotron : peralatan yang digunakan untuk mempercepat partikel bermuatan, secara elektromagnetik, dalam lintasan yang berbentuk spiral. Partikel bernergi tinggi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengiradiasi sasaran untuk memperoleh radioisotop.

D

Decay, radioactive : peluruhan radioaktif : peluruhan spontan inti atom radioaktif berupa pelepasan energi dalam bentuk partikel (seperti alpha dan beta) maupun radiasi gamma, atau kombinasi dari keduanya.

Decommissioning : dekomisioning : berhubungan dengan penutupan, pembongkaran ataupun pemindahan suatu fasillitas/instalasi nuklir.

Deuterium : deuterium : dikenal pula sebagai hidrogen berat, merupakan isotop hidrogen non radioaktif yang memiliki satu proton dan satu neutron didalam inti atomnya (massa atomik : 2 amu). Terdapat di alam dengan perbandingan 1:6500 (hidrogen normal hanya memiliki satu proton dan tidak memiliki neutron).

Dose, absorbed : dosis terserap : ukuran banyaknya energi radiasi pengion yang diserap oleh materi. Dinyatakan sebagai joule per kilogram atau Gray (Gy)

Dose, equivalent : dosis ekuivalen : manyatakan besarnya tingkat kerusakan (efek biologis radiasi) pada jaringan tubuh atau organ, bergantung pada jenis radiasi. Satuan yang digunakan adalah sievert (Sv), namun biasanya besarnya dosis diukur dalam milisievert (mSv) atau mikrosievert (Sv).

Dose, effective : dosis efektif : menyatakan besarnya tingkat kerusakan (efek biologis radiasi) di seluruh tubuh. Dosis efektif bergantung pada dosis ekuivalen dan perbedaan radiosensitivitas jaringan tubuh. Satuan yang digunakan adalah sievert (Sv), namun biasanya besarnya dosis diukur dalam milisievert (mSv) atau mikrosievert (Sv).

Dosimeter (or Dosemeter) : Dosimeter (atau dosemeter) : alat yang digunakan untuk mengukur dosis radiasi yang diterima seseorang dalam kurun waktu tertentu.

Dose limits : Batas dosis : dosis radiasi maksimum (tidak termasuk radiasi latar dan paparan medis) yang diterima seseorang selama kurun waktu yang ditetapkan. Batas dosis yang direkomendasikan secara internasional bagi para pekerja radiasi adalah tidak boleh menerima dosis lebih dari 20 mSv per tahun (selama 5 tahun, dimana pertahunnya tidak boleh lebih dari 50 mSv). Sedangkan bagi masyarakat umum tidak boleh menerima lebih dari 1 mSv pertahun.

E

Electron : elektron : partikel penyusun atom, mempunyai massa 9,107 x 10-28g dan muatan listrik 4,8025 x 10-10satuan elektrostatik, bisa bermuatan negatif (elektron) atau positif (positron). Elektron mengelilingi inti atom yang bermuatan positif dan menentukan sifat kimia dari atom unsur.

Element : unsur : unsur kimia yang tidak dapat dibagi lagi menjadi unsur yang lebih sederhana secara kimia. Unsur memiliki nomor atom yang karakteristik, misal hidrogen, timah, uranium.

Enrichment, isotope : pengkayaan isotop : proses peningkatan konsentrasi isotop tertentu pada suatu materi, contohnya adalah uranium yang diperkaya dengan isotop uranium-235 agar dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kadar isotop uranium-235 yang terdapat dari uranium alam hanya sekitar 0,7%. Kadar tersebut harus ditingkatkan menjadi sebesar 3% agar reaksi fisi berantai dapat terjadi. Uranium yang diperkaya hingga 20% atau lebih disebut High Enriched Uranium (HEU); dibawah 20% disebut Low Enriched Uranium (LEU). Proses pengayaan isotop uranium dilakukan dengan metode sentrifugasi gas dan difusi gas.

F

Fertile material : bahan fertil : bahan yang tidak bersifat fisil, tetapi dapat berubah menjadi bahan fisil melalui proses penangkapan neutron dalam reaktor nuklir, contohnya adalah uranium-238 dan thorium-232. Ketika mengankap neutron, unsur tersebut berubah menjadi plutonium-239 dan uranium-233.

Fissile material : bahan fisil : bahan yang dapat mengalami fisi ketika menyerap neutron termal (atau lambat), contohnya uranium-235 dan plutonium-239.

Fission : fisi : pembelahan inti atom berat diikuti pemancaran neutron, radiasi gamma dan pembebasan sejumlah besar energi. Produk fisi yang dihasilkan umumnya memiliki massa yang tidak jauh berbeda dan bersifat radioaktif.

Fission fragments : fragmen fisi : nuklida yang dihasilkan dari proses fisi suatu atom berat seperti uranium-235 atau plutonium-239. Fragmen fisi yang dihasilkan katakan dari uranium-235, tidak selalu berupa atom yang sama, ada beberapa kemungkinan pasangan atom yang dapat terbentuk. Awalnya fragmen fisi yang terbentuk radioaktif dan memancarkan partikel beta dan radiasi gamma sebelum pada akhirnya meluruh menjadi atom-atom lainnya.

Fission products : produk fisi : Nuklida stabil atau radioaktif yang dihasilkan oleh reaksi fisi inti uranium, plutonium atau inti atom berat lain.

Flux, neutron : flux neutron : ukuran intensitas radiasi neutron, yaitu jumlah neutron yang melalui luasan satu sentimeter persegi per detik.

Fuel cycle, nuclear : daur bahan bakar nuklir : serangkaian proses mulai dari pengadaan bahan bakar nuklir hingga pengelolaan limbah nuklir. Termasuk didalamnya penambangan bahan bakar nuklir, pemurnian, pengayaan uranium, fabrikasi bahan bakar, pengginaannya di reaktor untuk pembangkitan energi, proses olah ulang bahan fisil yang tersisa di dalam bahan bakar bekas pakai, kemungkinan pengkayaan ulang (re-enrichment) bahan bakar nuklir, fabrikasi ulang, pengolahan dan penyimpanan limbah jangka panjang.

Fuel rod : batang bahan bakar : elemen bahan bakar berisi bahan fisil berbentuk batang atau pin. Beberapa batang bahan bakar dapat dirakit menjadi elemen bahan bakar.

Fusion : fusi : pembentukan inti berat dari dua inti ringan (contohnya atom hidrogen) yang disertai dengan pelepasan energi (seperti pada reaktor fusi atau matahari)

G

Gamma radiation : radiasi gamma : radiasi elektromagnetik yang memiliki rentang panjang gelombang pendek. Radiasi gamma memiliki daya tembus yang tinggi, dan memerlukan lapisan beton atau timbal yang tebal (tergantung pada seberapa besar energinya) untuk menahannya. Radiasi gamma dapat menyebabkan ionisasi pada jaringan yang dilewatinya, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan biologis. Umumnya radiasi gamma dimanfaatkan dalam sterilisasi produk medis atau makanan.

Graphite, nuclear grade : grafit : bentuk karbon paling murni yang dapat digunakan sebagai moderator dan reflektor pada reaktor.

Gray (Gy) : gray : satuan dalam sistem SI untuk dosis terserap radiasi pengion, setara dengan satu joule energi terserap per kilogram materi yang diiradiasi; menggantikan satuan rad, dimana 1 Gy = 100 rad (=1 J/Kg)

H

Half-life, radioactive : umur (waktu) paro radioaktif : waktu yang dibutuhkan bahan radioaktif untuk meluruh menjadi separuh jumlah awalnya. Waktu paro nilainya bermacam-macam, bergantung pada jenis isotop radioaktifnya, mulai dari hitungan 1 per juta detik sampai lebih dari milyaran tahun.

Half-life, biological : umur (waktu) paro biologis : waktu yang dibutuhkan suatu zat dalam sistem biologi untuk berkurang hingga tinggal setengah dari jumlah awalnya karena proses biologi.

Half-life, effective : umur (waktu) paro efektif : waktu yang diperlukan radionuklida dalam suatu sistem biologi untuk berkurang menjadi separuh dari jumlah awal sebagai hasil kombinasi antara peluruhan radioaktif dan eliminasi biologis.

Heavy water : air berat, D2O : air yang mengandung lebih banyak atom hidrogen berat dibandingkan atom hidrogen biasa, dengan perbandingan 1 : 6500. Air berat biasa digunakan sebagai moderator dalam reaktor nuklir yang berfungsi memperlambat laju neutron secara efektif.

Hot cell : sel panas : suatu ruangan dengan pengukung berlapis yang dirancang untuk penanganan jarak jauh bahan radioaktifitas tinggi dengan bahaya minimal.

I

Ion : ion : atom yang telah kehilangan atau mendapatkan satu atau lebih elektron sehingga menjadi bermuatan listrik. Negatif karena penambahan elektron dan positif karena kehilangan elektron.

Ionising radioation : radiasi pengion : radiasi yang mampu menimbulkan ionisasi (menghasilkan ion-ion) pada materi yang dilewatinya. Radiasi pengion dapat merusak jaringan biologis.

Ionisation : ionisasi : proses perubahan atom atau molekul netral menjadi bermuatan listrik karena pengurangan atau penambahan elektron.

Irradiation : iradiasi : pemaparan dari semua jenis radiasi terhadap suatu materi atau makhluk hidup.

Isotopes : isotop : nuklida yang memiliki nomor atom sama tetapi mempunya nomor massa yang berbeda. Isotop-isotop yang berbeda dari unsur yang sama memiliki sifat kimia yang sama, akan tetapi memiliki sifat fisika yang berbeda.

L

Light Water Reactor (LWR) : reaktor air ringan : reaktor nuklir dengan bahan moderator dan pendingin berupa air ringan (H2O) atau air biasa. Pressurised water reactor (PWR – reaktor air bertekanan) dan boiling water reactor (BWR – reaktor air didih) termasuk dalam jenis reaktor ini.

M

Mass defect (mass deficiency) : defek masa (defisiensi massa) : selisih antara massa partikel penyusun inti atom (proton dan neutron) dengan massa inti atom.

Mass sectrometer : spektrometer massa : perangkat yang digunakan untuk mendeteksi dan menganalisis berbagai macam isotop di dalam suatu sampel dengan memanfaatkan medan listik, medan magnet atau kombinasi keduanya.

Microsievert (Sv) : mikrosievert : satu seperjuta sievert (= 10-6 sievert).

Millisievert (mSv) : milisievert : satu seperibu sievert (=10-3 sievert).

Moderator : Moderator : bahan yang digunakan dalam reaktor untuk memperlambat neutron cepat, sehingga meningkatkan probabilitas terjadinya proses fisi lebih lanjut. Contoh bahan yang sering digunakan sebagai moderator adalah air biasa, air berat, berilium dan grafit.

Monitoring, radiation : monitoring radiasi : pengamatan berkala dosis paparan radiasi atau aktivitas radionuklida untuk pengawasan dan evaluasi keselamatan.

Megawatt (MW) : megawatt : satuan daya, sebanding dengan 1 juta watt. Mwth menyatakan hasil panas termal.

N

Neutron : neutron : partikel elementer tidak bermuatan, memiliki massa yang sedikit lebih besar dari proton, terdapat di dalam inti atom semua unsur kecuali atom hidrogen (H-2). Neutron merupakan mata rantai dari reaksi berantai didalam reaktor nuklir.

Neutron activation analysis : analisis aktivasi neutron : suatu metode analisis yang berdasarkan pada identifikasi dan pengukuran radiasi karakteristik yang dihasilkan radionuklida dari suatu sampel yang diiradiasi dengan neutron.

Neutron scattering : hamburan neutron : suatu teknik yang digunakan untuk melihat detail struktur dari suatu unsur. Teknik ini dilakukan dengan menembakkan neutron kepada sampel target, kemudian mengamati hamburannya. Ada dua kemungkinan, neutron akan lewat diantara atom-atom atau neutron akan bertumbukan dengan inti atom. Jika bertumbukan dengan inti, neutron tidak terpental secara acak, melainkan dibelokkan dengan pola/jalur yang spesifik tergantung pada struktur bahan.

Neutron, delayed : neutron kasip : neutron yang dipancarkan oleh produk fisi radioaktif dalam reaktor yang berlangsung beberapa waktu (detik atau menit) setelah terjadi fisi. Neutron-neutron ini berperan penting dalam kontrol reaktor nuklir.

Neutron, fast : neutron cepat : neutrin yang dihasilkan dari reaksi fisi; lebih cepat ribuan kali dari neutron lambat; berguna untuk mempertahankan reaksi fisi dalam reaktor cepat (fast reactor).

Neutron, thermal or slow : neutron termal atau lambat : neutron yang bergerak dengan energi yang sebanding dengan atom-atom pada temperatur kamar; digunakan untuk mempertahankan reaksi berantai di dalam reaktor termal.

Nuclear reactor : reaktor nuklir : tempat dimana reaksi fisi berantai dapat dimulai, dipertahankan dan dikendalikan. Komponen utamanya terdiri dari bahan bakar, pendingin, moderator, reflektor, dan pengendali. Umumnya dikelilingi oleh struktur beton (perisai biologi) yang berfungsi untuk menyerap neutron dan emisi gamma.

Nucleus : nukleus : bagian terkecil atau inti atom yang bermuatan positif. Diameter inti atom sekitar 1/10000 dari diameter atom, bermassa hampir sama dengan massa atom. Inti atom terdiri atas proton dan neutron, kecuali inti atom hidrogen normal (nomor massa atom satu) yang hanya terdiri dari proton.

Nuclide : nuklida : istilah umum untuk semua atom unsur, yang dibedakan menurut nomor atom (proton), nomor massa (proton dan neutron) dan tingkat energi nya.

B

Particle detector, bubble chamber : partikel detektor, kamar gelembung : piranti yang digunakan untuk mendeteksi dan mempelajari partikel elementer dan reaksi inti. Pergerakan dan tumbukan antar partikel terionisasi dianalisa dengan mengamati jejak gelembung gas yang membentuk lintasan partikel ketika melewati cairan yang sangat panas.

Particle detector, cloud chamber : partikel detektor, kamar kabut : ruangan berisi uap superjenuh yang digunakan untuk menunjukkan lintasan-lintasan partikel subatomik bermuatan (radiasi pengion) di udara. Ketika partikel-partikel ini melewati udara, mereka bertumbukan dengan molekul-molekul udara dan mengakibatkan terjadinya ionisasi, meninggalkan jejak ion positif dan negatif dan Jika tekanan udara didalam kamar dikurangi, partikel-partikel uap superjenuh akan mengembun pada ion-ion, sehingga jejak tetes-tetes uap sepanjang lintasan ion-ion dapat terlihat.

Plutonium : plutonium : unsur logam berat radioaktif buatan. Isotopnya yang paling penting adalah plutonium-239 yang fisil. Isotop ini dihasilkan dari iradiasi uranium-238 dengan neutron. Plutonium-239 dapat digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir maupun sebagai bahan peledak senjata nuklir.

Progeny : progeni : nuklida yang terbentuk dari peluruhan suatu radionuklida (yang disebut induk atau parent)

Proton : proton : partikel subatomik yang bermuatan positif (+1), memiliki massa 1837 kali lebih berat dari massa elektron dan sedikit lebih ringan dibandingkan neutron. Proton merupakan partikel penyusun inti atom dan terdapat disemua atom.

Q

Quark : quark : partikel elementer pembentuk materi. Quark memiliki memiliki muatan listrik yang besarnya 1/3 atau 2/3 dari elektron; merupakan penyusun hadron (termasuk neutron dan proton). Masing-masing quark dibedakan berdasarkan ‘flavour (rasa)”. Ada enam macam quark yaitu : Atas (Up), Bawah (Down), Menarik (Charm), Aneh (Strange), Puncak (Top), dan Dasar (Bottom).

Rad : rad : radiation absorbed dose (dosis radiasi terserap), yaitu satuan dosis dasar radiasi pengion terserap, setara dengan serapan radiasi sebesar 100 erg dalam satu gram materi penyerap. 1 rad = 10-2Gy = 10-2J/kg.

Radiation (nuclear) : radiasi (nuklir) : radiasi yang berasal dari inti atom, dapat berupa gelombang elektromagnetik (sinar gamma), partikel cepat bermuatan (elektron, proton, meson, dll) dan neutron (semua kecepatan).

Radioactive material : bahan radioaktif : unsur (buatan atau alami) pemancar radioaktif, bisa berbentuk padat atau cair, gas atau uap. Untuk tujuan pengawasan, yang disebut sebagai bahan radioaktif adalah bahan yang memiliki aktivitas sebesar 100 becquerel per gram atau lebih.

Radioactive waste : limbah radioaktif : benda yang mengandung dan atau terkontaminasi radionuklida pada konsentrasi atau tingkat radioaktivitas yang melampui ambang batas keselamatan yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang.

Radioactive waste, low level : limbah radioaktif tingkat rendah : limbah yang mengandung kadar atau jumlah radioaktif pada tingkat yang melampaui batas ambang aman yang ditetapkan dan proses penanganannya memerlukan standar proteksi personel minimum.

Radioactive waste, intermediate : limbah yang mengandung kadar atau jumlah radioaktif pada tingkat yang melampau batas ambang aman, dengan daya termal dibawah 2 kilowatt per m3; proses penanganannya memerlukan pelindung radiasi.

Radioactive waste, high level : limbah radioaktof tingkat tinggi : limbah yang mengandung materi radioaktif dengan konsentrasi tinggi, baik itu radionuklida yang berumur panjang maupun pendek, limbah ini menghasilkan panas lebih dari 2 kilowatt/m3; dalam penanganannya memerlukan perisai (pelindung) radiasi dan pendingin.

Radioactivity : radioaktivitas : kemampuan beberapa nuklida (isotop tidak stabil) untuk memancarkan partikel-partikel, sinar gamma atau sinar-x, selama proses peluruhan spontan menjadi nuklida lain yang spontan.

Radioisotope : radioisotop : isotop yang radioaktif. Kebanyakan isotop alami lebih ringan dari bismuth dan tidak radioaktif. Ada 3 isotop alam yang radioaktif, yaitu radon-222, carbon-14 dan potassium-40.

Radionuklida : radionuklida : inti atom (nucleus) dari radioisotop.

Radiopharmaceutical : radiofarmaka : radionuklida atau senyawa bertanda yang mengandung radioisotop perunut. Setelah memasuki tubuh, senyawa yang telah dilabeli dengan unsur radioaktif tersebut akan terakumulasi didalam organ spesifik atau tumor dan secara spontan akan memancarkan radiasi dalam jumlah yang aman untuk diagnosis atau mengobati penyakit tertentu.

Radon : radon : unsur gas radioaktif alam (unsur gas terberat dari semua unsur gas lainnya), dengan nomor atom 86 dan nomor massa 222. Radon merupakan progeni (hasil luruhan) dari deret peluruhan uranium. Radon memberikan kontribusi radiasi latar terbesar; gas radon dipancarkan dari dari tanah, bebatuan dan beton.

Rem : rem (singkatan dari roentgen equivalent man) : ukuran dari dosis radiasi pengion yang dapat menimbulkan efek biologis radiasi. Satuan ini sudah diganti dengan satuan Sievert (Sv), dimana 1 Sievert = 100 rem.

Reprocessing : olah ulang : rekoveri sisa bahan fisil (uranium dan plutonium) dan bahan fertil dari bahan bakar bekas pakai, untuk diproses dan digunakan kembali sebagai bahan bakar.

S

Sievert : sievert : satuan dosis ekuivalen dan dosis efektif; menggantikan satuan rem : 1 Sv = 100 rem.

Spent fuel : bahan bakar bekas pakai : elemen bahan bakar dimana prosentasi bahan fisil tidak lagi cukup untuk menghasilkan reaksi fisi berantai; sebagian besar terdiri dari produk hasil fisi. Disebut juga sebagai bahan bakar teriradiasi.

Stable isotope : isotop stabil : isotop yang tidak radioaktif

Synchrotron : sinkroton : akselerator yang partikelnya bergerak menurut lintasan melingkar akibat medan listrik berfrekuensi; kuat medan magnet dan frekuensi dari tegangan akselerasi sebanding dengan energi partikel untuk mempertahankan lintasan orbitalnya.

Synroc : synroc : materi buatan manusia, berupa batuan mirip keramik yang dapat digunakan secara permanen untuk mengungkung atom-atom radioaktif untuk penyimpanan jangka panjang.

T

Thermal reactor : reaktor termal : reaktor yang reaksi fisi berantainya lebih dominan disebabkan oleh neutron termal.

Thorium : torium : unsur radioaktif alam dengan nomor atom 90 dan nomor massa 232. Isotop fertil torium-232 sangat banyak di alam dan ketika menyerap neutron bertransmutasi menjadi Th-233 yang kemudian menghasilkan isotop U-233 yang bersifat fisil.

TLD : TLD (singkatan dari Thermo Luminescent Dosimeter) : dosimeter uang menggunakan sifat termo-luminescent dari suatu materi untuk mengukur dosis radiasi yang diterima selama periode waktu tertentu.

Tracer, radioisotope : perunut radioisotop : radioisotop yang diinjeksikan kedalam suatu sistem dan berfungsi sebagai sinyal perunut; pergerakannya dapat dilacak untuk mempelajari pergerakan dari bagian-bagian dari sistem tersebut.

Transuranics : transuranik : unsur-unsur dengan nomor atom lebih besar dari 92. Semua unsur transuranik adalah unsur buatan (misalnya dengan menembaki uranium dengan neutron) dan bersifat radioaktif. Beberapa diantaranya terdapat pada bahan bakar bekas.

Tritium : tritium : isotop radioaktif hidrogen dengan dua neutron dan satu proton dalam inti (massa atom 3, dilambangkan dengan H-3). Sangat jarang ditemukan di alam, bersifat radioaktif alami. Dapat dibuat dengan berbagai cara, antara lain dengan neutron absorbsi unsur Lithium, Deuterium atau air berat.

U

Uranium : uranium : unsur radioaktif dengan nomor atom 92 dan nomor massa 238. Terdiri atas dua jenis isotop fisil (uranium-235 dan uranium-233) dan dua isotop fertil (uranium-238 dan uranium-234). Uranium adalah bahan dasar energi nuklir.

Uranium, depleted : uranium susut kadar : uranium yang memiliki kadar uranium-235 lebih kecil dari prosentase awal (alami) atau lebih kecil dari 0,7% kadar uranium alam. Melalui proses pengkayaan dalam daur bahan bakar, kadarnya dapat ditingkatkan menjadi 0,20-0,25% uranium-235, sedangkan sisanya berupa uranium-238.

Uranium, enriched : uranium diperkaya : uranium yang kandungan isotop fisil uranium-235 nya telah ditingkatkan menjadi lebih dari 0,71% (alam). Agar dapat digunakan sebagai bahan bakar reaktor, biasanya kandungan uranium-235 harus ditingkatkan hingga 20-40%. Sedangkan untuk reaktor pembiak cepat (fast breeding reactor) diperlukan bahan bakar berupa high enriched uranium yang mengandung lebih dari 90% uranium-235. Pengkayaan hingga 90% juga berpotensi untuk digunakan sebagai senjata nuklir.

Uranium hexafloride (UF6) : uranium hexaflorida, UF6 : senyawa uranium dan fluor yang berwujud gas pada suhu diatas 56oC dan merupakann bentuk yang sesuai untuk proses pengkayaan uranium.

Vitrification : vitrivikasi : proses penggabungan limbah radioaktifit level menengah maupun tinggi ke dalam matriks gelas untuk penyimpanan jangka panjang.

Whole body monitor : monitoring seluruh tubuh : alat yang digunakan untuk mengukur radiasi pada tubuh, biasanya dilengkapi dengan perisai logam sehingga radiasi latar tidak ikut tercacah.

X

X-ray : sinar-X : radiasi forton (elektromagnetik) dengan panjang gelombang lebih pendek dari panjang gelombang cahaya tampak, tetapi umumnya lebih panjang bila dibandingkan dengan sinar gamma; memiliki daya tembus tinggi. Sinar- X dihasilkan ketika elektron bernenergi tinggi menumbuk suatu target logam.

Y

Yellow cake : keik kuning : konsentrat uranium-oksida yang dihasilkan dari pemekatan bijih uranium hasil tambang, biasanya dinotasikan sebagai U3O8. Bila dikeringkan pada suhu rendah akan berwarna kuning, dan pada suhu yang lebih tinggi akan berwarna coklat terang.

(th.erni, astu/sumber : wna, ansto)

Categories: sains | Leave a comment

Penanggalan Radiokarbon

Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan usia bangunan maupun benda-benda kuno di bidang arkeologi adalah penanggalan radiocarbon (radiocarbon dating). Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Willard F. Libby pada tahun 1940 di Institute for Nuclear Studies, Universitas California. Penanggalan radiokarbon berbasis pada peluruhan peluruhan unsur radioaktif alam C-14. Karena dapat memberikan hasil yang sangat memuaskan, metode itu hingga saat ini masih tetap digunakan secara luas untuk penaggalan temuan-temuan arkheologi.

Jumlah radionuklida kosmogenik C-14 dalam tubuh makhluk hidup (manusia, hewan serta tumbuh-tumbuhan) selalu tetap, karena disamping terjadi pemasukan juga terjadi pengeluaran maupun peluruhan yang berlangsung secara kontinu. Namun setelah kematian makhluk hidup, tidak ada lagi C-14 yang masuk ke dalam tubuh. Di sisi lain, karena C-14 bersifat radioaktif, maka radionuklida tersebut akan meluruh sehingga jumlahnya semakin lama akan terus berkurang secara eksponensial. Ketika suatu saat jasad makhluk hidup tersebut ditemukan dalam bentuk fosil, maka usia dari fosil tersebut dapat diketahui melalui pengukuran kadar C-14 yang masih tertinggal di dalam fosil.

Peluruhan merupakan peristiwa yang terjadi di dalam inti atom, sehingga tidak terpengaruh oleh faktor-faktor fisika dan kimia di sekelilingnya, seperti perubahan suhu, tekanan udara, kelembaban dan lain sebagainya. Radionuklida C-14 memiliki waktu paro 5.730 tahun. Waktu paro adalah waktu yang diperlukan oleh suatu radionuklida untuk meluruh menjadi setengah dari jumlah semula. Jadi seandainya ada 1.000 atom C-14 pada suatu saat, maka jumlahnya akan berkurang menjadi 500 buah (setengah dari 1.000) setelah 5.730 tahun kemudian, setelah 5.730 tahun kemudian jumlahnya akan berkurang lagi menjadi 250 buah (setengah dari 500), demikian seterusnya.

Dengan membandingkan kadar C-14 dalam sampel organisme sejenis yang masih hidup, jumlah C-14 yang sudah meluruh dalam sampel arkeologi dapat diketahui. Dengan mengetahui seberapa banyak jumlah C-14 yang sudah meluruh inilah, maka dapat ditentukan kapan organisme tersebut mati. Banyak temuan arkeologi yang dapat didata dengan menggunakan penanggalan radiokarbon, seperti semua jenis fosil (tumbuhan, hewan maupun manusia), arang sisa pengapian, tanah gambut, potongan kain, kulit, kerang, tanduk, tulang, bulu binatang, rambut, lumut serta bahan-bahan organik lainnya. Penanggalan fosil (tengkorak, kerangka manusia maupun binatang) dapat pula didata secara tidak langsung, yaitu melalui penanggalan arang maupun bahan organik lainnya yang ditemukan pada lapisan di mana fosil itu ditemukan. Melalui teknik ini, penanggalan fosil dapat dilakukan tanpa merusak fosil itu sendiri.

Pemanfaatan

Penanggalan radiokarbon telah digunakan di beberapa negara untuk mendata usia temuan-temuan arkheologi. Di Amerika Serikat, penanggalan ini dipakai untuk menentukan usia benda arkheologi berupa 300 pasang sandal bertali dan ditenun yang ditemukan dalam gua yang dikenal sebagai Fort Rock Cave di Oregon. Hasil pendataan sampel organik dalam sandal menunjukkan bahwa benda tersebut dibuat sekitar 9.000 tahun lalu.

Masih di AS, penanggalan radiokarbon juga telah dipakai untuk memperkirakan saat terbentuknya Danau Kawah di Oregon. Danau itu muncul karena adanya letusan gunung berapi kuno yang menghancurkan puncak gunung sehingga reruntuhan dan lahar panasnya mengubur seluruh kawasan dan membakar atau menghanguskan hutan-hutan di sekitarnya. Sampel yang dipakai untuk penyelidikan ini adalah arang dari suatu pohon yang hangus oleh lahar panas. Hasil pengukuran kadar C-14 dalam arang tersebut menunjukkan bahwa Danau Kawah di Oregon tadi terbentuk kira-kira 6.400 tahun lalu.

Di Mesir yang kaya dengan peninggalan benda-benda arkeologi, penanggalan radiokarbon dengan sukses digunakan untuk menentukan usia kayu dari dek kapal keranda agung dari makam raja Sesostris III. Perahu itu kini berada di Musium Sejarah Alam di Chicago, AS. Perahu dengan panjang kira-kira 3,5 meter dan lebarnya 2 meter itu diketahui sudah berumur sekitar 3.600 tahun. Selain itu, penanggalan radiokarbon juga telahh digunakan untuk mengetahui usia kepingan balok kayu akasia dari makam Zoser di Sakkara yang diawetkan dengan cermat. Makam itu diperkirakan telah berumur 4.650 tahun. Butiran gandum dan jawawut yang ditemukan dalam lumbung di provinsi Faiyun didata dengan penanggalan radiocarbon sehingga diketahui usianya sekitar 6.000 tahun.

Bangunan kuno Stone Henge di Wiltshire, Inggris, diperkirakan berusia 4.000 tahun berdasarkan hasil analisis kandungan C-14 dalam arang kayu sisa pengapian yang ditemukan di salah satu bagian bangunan tersebut.

Penanggalan radiokarbon juga dapat dilakukan melalui pengukuran C-14 dalam arang sisa pengapian manusia purba. Metode ini telah digunakan di Perancis untuk mengetahui usia lukisan peninggalan manusia purba di gua Lascaux, di departemen Dordogne. Di dalam gua itu sangat terkenal akan lukisan berwarnanya yang terdiri atas lukisan hewan dari zaman batu. Melalui pengukuran C-14 dalam arang sisa pengapian manusia purba yang di temukan di dalam gua tersebut, diketahui bahwa lukisan dalam gua Lascaux dibuat kira-kira 15.000 tahun silam.

Dengan metode yang sama seperti di Perancis, sampel arang yang ditemukan di monumen batu terkenal Stone Henge di Wiltshire, Inggris, dipakai untuk menentukan usia bangunan tersebut. Lubang yang berada di luar lingkaran pada bongkahan batu yang besar itu diperkirakan digunakan sebagai sarana upacara keagamaan. Sampel arang ditemukan pada salah satu lubang Stone Henge. Pengukuran C-14 dalam arang menunjukkan bahwa bangunan tersebut telah berumur hampir 4.000 tahun. Panggung Birchwood dari pemukiman manusia purba di danau Pickering di Yorkshire, juga di Inggris, telah didata menggunakan penanggalan radiokarbon dan diketahui telah berumur sekitar 9.500 tahun.

Penanggalan radiokarbon dapat dipakai untuk mempelajari proses pembentukan stalagtit dan stalagmit yang terbentuk di dalam gua-gua gunung kapur

sumber : http://www.infonuklir.com

Categories: sains | Tags: | Leave a comment

KENAPA RAMBUT MUNCUL UBAN?

 

Pada umumnya seiring dengan bertambahnya usia seseorang, warna rambutnya yang hitam pun mulai berubah menjadi putih, yang biasa kita sebut “uban”. Kemunculan uban ternyata erat kaitannya dengan pigmen (zat warna) rambut yang disebut dengan melanin. Ada dua jenis melanin yaitu eumelanin yang berwarna hitam atau coklat tua, dan pheomelanin yang berwarna kuning kemerah-merahan. Dua zat warna ini dibuat oleh sejenis sel yang disebut melanocyte yang terletak di pangkal rambut dan di bagian dasar dari lapisan kulit terluar atau epidermis. Kata para ahli, produksi pigmen rambut dikontrol oleh gen, yang salah satunya bernama gen MC1R.

Jadi penyebab rambut bisa berubah warna dari hitam menjadi putih adalah  karena tak ada lagi zat pewarna (melanin) pada rambut. Sementara jika warna rambut belum putih benar (alias abu-abu) artinya masih ada melanin pada rambut, tapi jumlanya sedikit. Selain faktor usia, banyak sedikitnya kandungan melanin pada rambut juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.

Pernah melihat orang yang masih muda  sudah beruban?, padahal usianya masih 20 tahunan? Dan sebaliknya ada orang yang sudah berusia 60 tahunan tapi rambutnya masih hitam legam. Lho kok, aneh ya? Nah, ternyata dalam kasus seperti itu, faktor genetiklah yang lebih banyak berperan.

Lalu, bagaimana proses hilangnya pigmen dari rambut seseorang? Sampai sekarang, para ahli masih belum punya jawaban yang benar-benar pasti soal ini. Yang jelas, ketika rambut mulai berubah warna ke arah abu-abu, melanocyte (sebagai pabriknya zat warna) masih ada, tapi tidak aktif. Kemudian secara perlahan, jumlah melanocyte semakin berkurang hingga akhirnya tak ada lagi melanin yang diproduksi dan akhirnya muncullah si Uban… 🙂

 

 

Categories: biologi, sains | Tags: | Leave a comment