religi

Keutamaan Tarawih

 Oleh KH Achmad Satori Ismail 
Qiyam Ramadhan adalah istilah lain dari shalat tarawih dan termasuk dalam qiyamul lail yang menjadi kebiasaan para orang saleh. Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkadah (yang dikukuhkan) berdasarkan hadis dari ‘Aisyah RA.

Rasulullah SAW shalat di masjid lalu diikuti oleh orang banyak. Pada hari kedua diikuti lebih banyak, kemudian pada hari ketiga para sahabat kumpul banyak, tetapi Rasulullah tidak keluar. Pada pagi harinya beliau bersabda, ‘Aku telah melihat apa yang kamu sekalian lakukan, tidaklah ada yang mencegahku untuk keluar kecuali karena takut shalat Tarawih diwajibkan atas kamu’. (Muttafaq alaih).

Ibadah ini merupakan taqarrub kepada Ilahi yang paling agung. Al-Hafidz Ibnu Rajab berkata, Seorang mukmin pada bulan Ramadhan menggabungkan dua jihad untuk melawan nafsunya; jihad siang hari melalui puasa dan jihad malam hari melalui qiyamul lail. Barang siapa yang menggabungkan dua jihad ini, maka pahalanya akan diberikan tanpa hitungan.

Anjuran qiyam Ramadhan dan keutamaannya banyak disebutkan dalam berbagai hadis. Di antaranya, Barang siapa yang menunaikan qiyam Ramadhan dengan keimanan dan mencari pahala dari Allah, maka dosanya yang terdahulu akan diampuni. (HR Bukhari dan Muslim).

Menurut Ibnu al-Mundzir, dosa-dosa yang diampuni meliputi dosa besar dan kecil. Sedangkan, Imam Nawawi dalam kitabnya, Fath al-Bari, menyebutkan, dosa yang akan dihapus melalui shalat malam adalah dosa kecil dan bisa memperingan dosa-dosa besar.

Rasulullah SAW tidak membatasi jumlah rakaat shalat malam. Umar RA dan para sahabat melakukan shalat tarawih 20 rakaat selain witir. Shalat malam dua rakaat, dua rakaat, apabila salah seorang dari kamu khawatir masuk waktu subuh, menutupnya dengan witir satu rakaat. (HR Bukhari).

Dalam hadis ini tidak ada pembatasan rakaat. Dan, mereka adalah generasi yang paling memahami sunah Rasulullah SAW. Selama Ramadhan kita harus berusaha maksimal menunaikan Tarawih setiap malam dengan berjamaah sampai usai agar mendapatkan pahala qiyamul lail semalam suntuk.

Abu Dzar meriwayatkan dari Rasulullah bersabda, Barang siapa menunaikan qiyam bersama imam (berjamaah) sampai selesai, maka ditulis pahala shalat malam semalam suntuk. (HR Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh al-Albani).

Hadis ini dalil disyariatkannya qiyam Ramadhan dengan berjamaah. Dan, ini merupakan sunah Nabi SAW yang diikuti oleh para Khulafaur Rasyidin dan sahabat.

Dalam riwayat Aisyah disebutkan, Rasulullah SAW mendirikan qiyamul lail 11 rakaat sekitar lima jam, bahkan terkadang seluruh malam digunakannya untuk qiyamul lail. Satu rakaat ditunaikan sekitar 40 menit.

Para salafus shalih berusaha memperpanjang rakaat qiyam Ramadhan sambil mengkhatamkan Alquran. Setiap mukmin wajib bersungguh-sungguh mendirikan Tarawih ini, terlebih pada malam-malam 10 hari terakhir Ramadhan untuk menanti Lailatul Qadar.

Barang siapa qiyam pada malam al-Qadar dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni semua dosa-dosanya yang terdahulu. (HR Bukhari dan Muslim). Semoga kita termasuk orang-orang mendapat kemuliaan Ramadhan. Amin.

sumber: Republika.co.id

Categories: religi | Tags: | Leave a comment

KENIKMATAN BERPUASA

Lentera Hati: M. Quraish Shihab

Puasa atau shiyam dalam bahasa Al-Quran berarti “menahan diri”.

Al-Quran ketika menetapkan kewajiban puasa tidak menegaskan bahwa kewajiban tersebut datang dari Allah, tetapi redaksi yang digunakannya dalam bentuk pasif: Diwajibkan atas kamu berpuasa… (QS 2: 183). Agaknya, redaksi tersebut sengaja dipilih untuk mengisyaratkan bahwa puasa tidak harus merupakan kewajiban yang dibebankan oleh Allah SWT, tetapi manusia itu sendiri akan mewajibkannya atas dirinya pada saat ia menyadari betapa banyak manfaat di balik puasa itu.

Manusia diciptakan oleh Tuhan dari tanah dan Ruh Ilahi. Tanah mendorongnya memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani sedangkan Ruh Ilahi mengantarkannya kepada hal-hal yang bersifat ruhaniah. Tidak dapat disangkal bahwa dorongan kebutuhan jasmani, khususnya fa’ali (makan, minum dan hubungan seks), menempati tempat teratas dari segala macam kebutuhan manusia. Daya tariknya sedemikian kuat sehingga tidak jarang orang terjerumus karenanya. Seseorang yang mampu mengendalikan diri dalam kebutuhan-kebutuhan yang sangat mendasar itu, diharapkan mampu mengontrol diri pada dorongan naluriah atau nafsu lain yang justru berada di peringkat bawah dibandingkan kebutuhan fa’ali tersebut. Dari sini dapat dipahami mengapa syarat sahnya puasa dalam ajaran Islam adalah “menahan diri dari makan, minum dan hubungan seksual”.

Naluri binatang – khususnya binatang-binatang tertentu – secara alamiah telah mengatur jenis, kadar, dan waktu makan, serta tidur dan hubungan seksualnya: “kawin” mereka ada musimnya. Naluri manusia tidak demikian, karena ia memperoleh kebebasan, dan ini dapat membahayakan atau paling sedikit menghambat melaksanakan fungsi dan peran yang dituntutnya. Dari sini agama mengatur kebebasan tersebut demi pengendalian diri manusia. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia yang makan melebihi kebutuhan jasmaninya, bukan saja tidak menikmati makanan serta minuman dan tidak pernah puas, tetapi juga mengurangi aktivitas dan menjadikan lesu sepanjang hari. Seks, demikian pula halnya. Syahwat ini, sebagaimana halnya semua syahwat, tidak pernah puas dengan penambahan; semakin ditambah semakin haus. Sebagaimana rasa gatal (eksim), semakin digaruk semakin enak. Tetapi bila diperturutkan tanpa batas, akan menimbulkan infeksi.

Jika demikian, perlu diadakan latihan-latihan untuk menghindari lepasnya kontrol dorongan naluri fa’ali. Salah satu yang ditempuh oleh agama untuk maksud tersebut adalah syariat puasa. “Ada dua kegembiraan (kenikmatan) yang didapatkan oleh orang yang berpuasa, sekali pada saat berbuka dan sekali pada saat menemui Tuhannya.” Demikian sabda Nabi saw.

Menurut ahli ilmu jiwa, manusia merasakan kenikmatan tersendiri pada saat ia berhasil memikul beban jasmaniahnya. Inilah dasar pemikiran yang digunakan untuk menafsirkan gejala banyaknya orang yang berpuasa meskipun ia tidak shalat atau bersikerasnya seorang anak untuk tetap berpuasa meskipun dilarang oleh orangtuanya. Memang kenikmatan ruhani melebihi kelezatan jasmani, hanya sayang banyak orang tidak mengetahuinya karena tidak pernah mencobanya

Categories: religi | Tags: | Leave a comment

Kiat puasa aman bagi penderita diabetes

 

(ANTARA News) – Bagi sebagian besar penderita diabetes, menjalankan ibadah puasa memiliki risiko dan tantangan tersendiri.

Dalam acara diskusi tentang pengelolaan diabetes di Jakarta, Selasa, dr. EM Yunir SpPD, KEMD, penyandang diabetes yang berpuasa akan mengalami gangguan homeostatis glukosa dan sekresi glukagon.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) itu menjelaskan, tanpa sirkulasi insulin yang memadai kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan glikogen.

Peningkatan glukosa dan keton juga dapat menyebabkan hiperglikemia dan ketoasidosis, tambah dia.

Selain itu, ia menjelaskan, asupan cairan yang terbatas dapat menyebabkan dehidrasi sehingga meningkatkan kekentalan darah dan dapat meningkatkan risiko trombosis.

Namun jika dapat mengelola diabetes dengan baik maka penderita diabetes dapat menjalankan ibadah puasa secara normal.

Dokter EM Yunir menyarankan beberapa kiat mengelola diabetes saat berpuasa sebagai berikut:

  1. Melakukan pemeriksaan gula darah beberapa kali dalam sehari, khususnya pada Diabetes Mellitus tipe 1 dan 2 yang mendapat insulin, agar mengetahui risiko dan cara mengantisipasinya.
  2. Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan sebelum berbuka dan dua jam setelah berbuka, sebelum tidur, sebelum sahur, tengah hari dan sesuai kebutuhan.
  3. Sahur dianjurkan dilakukan mendekati imsak dengan mengubah jadwal, jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi. Penyesuaian jumlah dilakukan sesuai dosis obat dan insulin.
  4. Sebaiknya melakukan pembagian porsi makan saat berbuka hingga sahur dengan porsi makan saat sahur 50 persen, setelah taraweh 10 persen dan Maghrib 40 persen dari total kebutuhan kalori per hari.
  5. Pembatalan puasa bisa dilakukan jika terjadi tanda-tanda hipoglikemia atau kadar gula kurang dari 60 mg/dl.
Categories: religi | Tags: | Leave a comment

PENETAPAN AWAL DAN AKHIR RAMADHAN 2013

Ada dua metode yang dijadikan dasar oleh para ulama untuk menentukan masuknya awal Ramadhan, yaitu:
1. Metode rukyatul hilal (dengan melihat hilal), dan bila hilal terhalang sehingga tidak terlihat pada saat dilakukan rukyah, maka bulan Sya’ban disempurnakan menjadi tiga puluh hari. Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah saw:

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah (berhari rayalah) kalian karena melihat hilal, jika hilal tidak nampak atas kalian, maka sempurnakanlah jumlah hari bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.“ (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada metode inipun, sebagian ulama memakai prinsip wihdatul mathali’ (kesamaan masa terbit), dalam arti: apabila ada seorang muslim melihat hilal di suatu daerah, maka umat Islam di daerah lain berkewajiban untuk menyesuaikan. Dan sebagian ulama lain memakai prinsip ikhtilaful mathali’ (perbedaanmasa terbit), dalam arti: apabila seorang muslim di suatu daerah melihat hilal, maka tidak mewajibkan umat Islam di daerah lain yang belum melihat hilal untuk berpuasa karenanya.
2. Metode hisab, yaitu mentakdirkan adanya hilal (dengan ilmu falak). Metode ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw :

“Janganlah kalian berpuasa sebelum melihat hilal, dan janganlah kalian berbuka (berhari raya) sebelum melihat hilal, dan jika mendung menyelimuti kalian, maka perkirakanlah hilal itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mutharrif bin Abdullah bin Assyikhir (tokoh tabi’in), Abul Abbas bin Suraij, Ibnu Qutaibah dan lainnya mengatakan: makna فَاقْدُرُوا لَهُُ ialah ‘perkirakan hilal itu dengan berdasar hisab/ilmu falak’.

Pada metode ini, sebagian ulama memakai prinsip wujudul hilal, dalam arti: apabila hilal sudah wujud (ada) diatas ufuk dengan tanpa melihat tinggi posisinya, maka ditetapkan keesokan hari sudah masuk bulan Ramadhan.

Dan sebagian ulama lain memakai prinsip imkaniyatur rukyah, dalam arti bahwa keberadaan hilal diatas ufuk tersebut harus dalam posisi yang memungkinkan untuk di-rukyah, agar bisa dijadikan ukuran penentuan masuknya bulan Ramadhan.

Penetapan 1 Ramadan 1434 Hijriah atau awal puasa tahun 2013 antara Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama (NU) kemungkinan akan berbeda. Warga Muhammadiyah akan mulai puasa pada 9 Juli 2013, sementara NU satu hari setelahnya.
Kepala Sub-Direktorat Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama, Ahmad Izzudin memperkirakan bahwa pada 9 Juli 2013 hilal belum nampak. “Diprediksi ketinggian hilal masih di bawah ufuk,” ujarnya. Menurut Izzudin, sidang isbat untuk melakukan rukyat pada 8 Juli 2013 yang akan digelar pemerintah tidak akan berhasil melihat hilal. Pasalnya, saat itu ketinggian hilal masih di bawah 1 derajat. Itu artinya, awal puasa versi NU akan jatuh pada 10 Juli 2013.
Hal itu pun dikuatkan oleh Ketua NU Jawa Tengah Moh Adnan. Menurut hisab tim Lajnah Falaqiah NU Jawa Tengah, bulan Syakban tahun 2013 ini memiliki usia 30 hari. “Maka awal Ramadan akan jatuh pada 10 Juli,” katanya, seperti dikutip dari Tempo.co, Selasa (18/6/2013). Izzudin juga menambahkan bahwa puasa Ramadan tahun 2013 ini diperkirakan hanya berlangsung selama 29 hari. Itu artinya, warga NU dan Muhammadiyah akan bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Fitri pada 8 Agustus 2013.
Sementara itu, cendikiawan NU, KH Solahudin Wahid (Gus Solah) menilai hisab untuk menentukan 1 Ramadan tidak bisa dijadikan acuan tanpa pengamatan langsung (Rukyatul Hilal). Menurutnya, hasil hisab (perhitungan secara matematis dan astronomis) bisa saja salah.
Meskipun demikian, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan bahwa pihaknya tetap berpedoman dengan cara hisab untuk menentukan 1 Ramadan. Pasalnya, cara hisab tersebut merupakan salah satu cara yang sah dalam agama Islam. Karena sudah menentukan 9 Juli 2013 sebagai 1 Ramadan 1434 Hijriah dan 8 Agustus 2013 sebagai Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriah, Muhammadiyah mengaku tidak akan menghadiri sidang isbat, 8 Juli 2013, yang akan digelar Kementerian Agama. “Muhammadiyah tidak akan ikut (sidang isbat). Lebih baik menonton saja,” ungkap Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H Yunahar Ilyas.

(berbagai sumber)
Categories: religi | Tags: , | Leave a comment

Doa Agar Kita Tetap Taat Kepada Allah

oleh Ust Arifin Ilham

Asslaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu

Sahabatku, sedang apa kalian di malam ahad ini? Semoga kalian tetap selalu ingat dan taat kepada Allah.

Karena tidak ada kebahagiaan selain hidup dalam taat (QS Yunus 62-63). Sahabat Rasulullah, Muadz bin Jabal bertanya, “Ya Rasulullah, doa apa yang harus kubaca yang membuat hatiku selalu dalam keimanan dan  ketaatan kepada Allah?”

Rasulullah mengajarkan doa itu, “Robby ainny alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika”, “Ya Robbku, tolong hamba agar selalu ingat pada-Mu, selalu bersyukur atas nikmat-Mu, dan selalu beribadah terbaik pada-Mu… Aamiin”. Imam Ghozali menyebutnya hamba yang selalu berzikir, bersyukur, dan beribadah khusuk, “halaawaturruuhiyyah” hamba itu tenggelam dalam kelezatan spiritual yang sangat membahagiakannya, itulah kekayaan sejati yang dicari para pencari kesenangan, dan sungguh ia berada pada puncak rahmat Allah.

Hafalkan doa ini, baca dalam setiap doa, setiap selesai shalat fardu dan di pengujung malam.

Sahabatku, selamat menikmati liburan akhir pekan.

Categories: religi | Tags: | Leave a comment

Menjadi Manusia Bercahaya

Oleh Kodirun
Diceritakan oleh Abdullah bin Abbas bahwa dia pernah tidur di dekat Rasulullah.  Tiba-tiba, Rasulullah bangun lalu bersiwak (sikat gigi) dan berwudhu. Selanjutnya, beliau membaca surah Ali Imran ayat 190-200. Setelah selesai, Rasul shalat dua rakaat. Baik berdiri, ruku, dan sujud semuanya dilakukan dalam waktu yang panjang.

Selesai shalat dua rakaat, Rasul tidur lagi. Hal itu dilakukannya sampai tiga kali, sehingga ada enam rakaat. Semuanya dilakukan dengan bersiwak, berwudhu, dan membaca ayat yang sama. Setelah itu, Rasul menunaikan shalat witir tiga rakaat. Seusai azan dikumandang muazin, keluarlah Rasulullah untuk shalat Subuh.

Beliau berdoa, “Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya dan di dalam lisanku (juga) cahaya. Jadikanlah di dalam pendengaranku cahaya dan di dalam penglihatanku (juga) cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku (juga) cahaya. Jadikanlan dari atasku cahaya dan dari bawahku (juga) cahaya. Ya Allah, berilah aku cahaya.” (HR Muslim).

Shalat dan doa yang dilakukan Rasulullah membimbing kita menjadi manusia yang bercahaya. Dalam doa tersebut jelas sekali bahwa yang pertama disebut adalah hati. Hati yang bercahaya yang letaknya berada di bagian pusat tubuh manusia adalah hati yang bersinar dan memberi efek terang pada seluruh tubuh.

Dalam doanya, Rasulullah juga menyebutkan lisan, pendengaran, penglihatan, belakang, depan, atas, dan bawah agar semuanya bercahaya. Intinya, menjadi manusia yang benar-benar bercahaya. Manusia yang hatinya bercahaya akan merasakan luas dan lapang di dalam dadanya.

Rasulullah bersabda, “Ketika cahaya telah masuk di dalam hati maka (hati itu) akan menjadi luas dan lapang.” Para sahabat bertanya, “Apa tandanya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Al-inabah ila dar al-khulud, wa at-tajafa‘an dar al-ghurur, wa al-isti’dad lil maut qabla nuzulih.”  (HR At-Tirmidzi). Yakni, kembali ke negeri keabadian (akhirat), menjauh dari negeri ketertipuan (dunia), dan bersiap-siap menjemput kematian sebelum datang kematian itu.

Menjadi manusia bercahaya memang tidak mudah. Selain harus membersihkan hati dari segala kotorannya, setiap pancaindra juga harus digunakan dengan cara yang baik. Yaitu, dengan menghiasi tubuh dengan segala bentuk tutur kata dan perilaku yang baik.

Dengan makna lain, jika cahaya identik dengan segala kebaikan, manusia yang bercahaya adalah manusia yang baik lahir dan batinnya. Keduanya memancarkan cahaya kebaikan yang memberikan petunjuk bagi manusia lainnya keluar dari segala kesesatan. Dia bisa menjadi panutan bagi manusia lain yang ingin keluar dari kegelapan dan kesesatan.

Kebalikan dari cahaya adalah gelap atau kegelapan yang identik dengan kejelekan, kejahatan, dan kesesatan. Manusia yang tidak memiliki atau kehilangan cahaya akan hidup dalam kegelapan karena jauh dari kebaikan dan kebenaran. Jauh dari iman, jauh dari sifat dan perilaku yang baik. Ia tidak mampu memberikan petunjuk dan tentu dia tidak dapat dijadikan panutan atau pemimpin.

sumber : republika.com

Categories: religi | Tags: | Leave a comment

KEMUDAHAN BERAGAMA

Lentera Hati: M. Quraish Shihab

Seorang wanita datang mengadukan suaminya kepada Nabi saw.: “Wahai Rasul, suamiku, Shafwan, menghardik dan memukulku bila aku shalat, me­maksaku berbuka bila aku berpuasa (sunnah), dan dia tidak shalat subuh kecuali setelah matahari ter­bit”


Mendengar keluhan ini, Nabi saw. menoleh dengan seluruh badannya – begitulah cara Nabi menoleh – kepada suami si wanita itu sambil ber­tanya: “Benarkah itu wahai Shafwan ?”

“Benar, wahai Nabi,” Jawab Shafwan tulus, “tetapi aku menghardik dan memukulnya karena (shalatnya panjang) ia membaca dua surah (selain Al-Fatihah) setiap rakaatnya. Telah berkali-kali kutegur, tetapi ia terus menolak. Benar, wahai Rasul, aku menyuruhnya berbuka ketika berpuasa sunnah, sebab aku adalah seorang pemuda sehat yang se­ringkali tak mampu menahan birahi. Juga benar bahwa aku memang tidak shalat subuh kecuali sesudah matahari (hampir) terbit. Sebab keluargaku telah terbiasa bangun lambat, sungguh sulit bagiku bangun di waktu fajar.”

Nabi saw. membenarkan sikap Shafwan, sambil berpesan: “Shalat subuhlah segera setelah engkau bangun!” Kemudian beliau menoleh kepada istri Shafwan dan berkata: “Persingkatlah shalatmu dan jangan berpuasa sunnah kecuali atas perkenan suamimu.”

Kisah di atas dikemukakan oleh Ahmad Hasan Al-Baquri, mantan Menteri Waqaf dan urusan Al­-Azhar, Mesir, dalam kumpulan tulisannya yang di­beri judul Min Adab Al-Nubuwah (Sekelumit Etika Kenabian), ketika membicarakan kemudahan-kemu­dahan beragama. Memang, Al-Quran secara gam­blang menggarisbawahi bahwa Allah tidak menjadi­kan sedikit kesulitan pun dalam hal beragama (QS 22: 78).

Salah satu kaidah hukum Islam menegaskan bahwa “kesulitan melahirkan kemudahan”, dalam arti “jika seseorang mengalami kesulitan dalam pelak­sanaan agama, maka ia mendapat pengecualian sehingga memperoleh kemudahan”. Sayang, ­jalan kemudahan itu tidak banyak diketahui umat karena banyak ulama enggan mempopulerkannya. Mereka khawatir, dengan mempopulerkannya, akan menimbulkan sikap mengabaikan agama. Sikap ini, dari satu sisi, dapat dibenarkan. Tetapi, hendaknya diingat juga bahwa tidak jarang ajaran agama diabai­kan sama sekali karena kemudahannya tidak di­ketahui.

Sungguh menarik makalah Mufti Lebanon Se­latan, Syaikh Nadim Al-Jisr, yang pernah disampai­kan di Muktamar Kedua Badan Penelitian Islam di Mesir. “Adalah baik memberi kemudahan, misalnya, dalam bersuci, menggabung shalat (zhuhur dan ashar, atau maghrib dan isya) khususnya saat ada uzur (kesibukan) sesuai dengan mazhab ulama Hanbali. Apalagi seperti pada saat sekarang ini, di mana tuntutan untuk bekerja keras dan cepat untuk me­menuhi kebutuhan hidup sangat tinggi.” Ini bukan berarti menggampangkan ajaran agama, tetapi demi­kian itulah ajaran agama.

Mungkin ada yang kaget membaca komentar Al-Baquri tentang kisah di atas. Dia menulis: “Ra­sulullah saw. membolehkan bagi yang terbiasa tidur untuk melaksanakan shalat subuh sesudah terbitnya matahari. la tidak berdosa karena keterlambatannya itu. Demikianlah, orang tidak mengenal kemudahan melebihi kemudahan ini.” Supaya tidak mengagetkan, perlu ditambahkan bahwa ini tidak berlaku bagi mereka yang berleha-leha di malam hari, juga tidak bagi yang terlambat bangun karena kemalasan.[]

Categories: religi | Tags: | Leave a comment

Manfaat Sehat Puasa

BANYAK manfaat yang bisa didapatkan tubuh saat Anda menjalankan puasa Ramadhan. Selain tubuh yang lebih sehat, kadar lemak di tubuh pun ikut susut.

Hal ini sesuai pernyataan dari Dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, FINASIM seorang dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umun Pusat Nasional (RSUPN) RS. Cipto Mangunkusumo.

Ia menjelaskan bahwa penelitian telah menunjukan bahwa puasa Ramadhan dapat membuat kadar lemak dalam tubuh menurun. Kemudian, manfaat ini tak hanya dirasakan orang yang sudah dalam usia lanjut, tapi orang yang masih tergolong muda sekalipun.

“Penelitian dilakukan terhadap 40 orang usia lanjut dan 40 orang dewasa muda dimana fokus dari  penelitian ini untuk mengetahui pengaruh puasa terhadap kadar lemak selama bulan Ramadhan. Dan peneliti menemukan bahwa terdapat penurunan kadar trigliserida pada usia lanjut yaitu dari 148, 8 miligram/dl menjadi 130, 887 miligram/dl,” ujarnya dalam acara yang bertema Meraih Kesempurnaan Ibadah Puasa dengan Sehat Fisik dan Jasmani, di Aula Fakultas Kedokteran Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Selain kadar trigliserida turun, sambung Dr.Edy, terdapat juga penurunan kadar kolesterol pada dewasa muda yaitu dari 189 miligram/dl menjadi 179, 85 mg/dl.

Tak hanya sebatas itu, ada juga hasil penelitian lain yang menjelaskan bahwa menjalani puasa Ramadhan dapat membantu menurunkan kadar radikal bebas pada seorang yang sudah dalam usia lanjut, ketimbang hari-hari biasanya.

“Manfaat lain dari menjalani puasa Ramadhan bagi seorang pada usia lanjut ialah menurunkan kadar radikal bebas secara bermakna pada hari ke tujuh dan ke-17 selama puasa Ramadhan. Tetapi meningkat kembali pada hari ke-14 setelah puasa Ramadhan, namun tetap lebih rendah dibandingkan sebelum puasa,” pungkasnya. (ind)

Categories: religi | Tags: | Leave a comment

Keutamaan Puasa dan Bulan Ramadhan

1. Puasa adalah sarana pengendali syahwat. Rasulullah saw bersabda

“Wahai para pemuda, jika ada diantara kalian telah mampu untuk menikah maka menikahlah, karena dengan menikah ia akan lebih mampu untuk menundukkan pandangan dan lebih mampu untuk menjaga kemaluan. Namun jika belum mampu maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa itu obat .“ (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Puasa adalah sarana penghapus dosa. Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan karena semata-mata mencari ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Puasa adalah sarana untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Rasulullah saw bersabda: “Bagi seorang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabb-nya.“ (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Puasa akan menjadi pemberi syafaat bagi pelakunya di hari kiamat. Rasulullah saw bersabda: “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi seorang hamba di hari kiamat.“ (HR. Hakim)

5. Puasa adalah perisai dari api neraka. Rasulullah saw bersabda: “Puasa adalah perisai yang dengannya seseorang akan membentengi dirinya dari neraka.“ (HR. Thabrani)

6. Puasa adalah ibadah yang tidak ada tandingannya. Rasulullah saw bersabda kepada Abu Umamah: “Berpuasalah anda, sesungguhnya puasa adalah ibadah yang tidak tertandingi.“ (HR. Nasa’i)
7. Pada setiap Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu. Rasulullah saw bersabda: “Jika datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu.“ (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Pada salah satu malam Ramadhan ada Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Qadr.

9. Besarnya potensi terkabulkannya do’a di bulan Ramadhan. Rasulullah saw bersabda: “Bagi setiap muslim ada do’a yang terkabul yang dilakukannya di bulan Ramadhan.“ (HR. Malik dan Ahmad)

10. Malam Ramadhan adalah malam pembebasan dari api neraka, sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Pada setiap malam di bulan Ramadhan Allah menetapkan orang-orang yang dibebaskan dari neraka.“ (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Categories: religi | Tags: | Leave a comment

Zaitun, Buah yang Diberkahi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PADA tanggal 21 April 1997 M, untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada enam belas pakar kedokteran paling tersohor di dunia berkumpul di Roma, , untuk menerbitkan beberapa pengarahan dan keputusan bersama tentang tema “Minyak Zaitun dan Nutrisi Laut Putih Tengah”.

Tanaman zaitun memang termasuk jenis tanaman yang unik. Ia bisa tumbuh di berbagai daerah dan cuaca. Tak peduli di terik panas matahari, atau hawa sedingin es, ia tetap tumbuh dan bertahan. Namun, menariknya, kini justru banyak merebak di Timur Tengah, melalui Iran, Suriah, Palestina, dan sekitarnya.

Zaitun mulai berbuah saat berumur lima tahun. Namun hebatnya, ia bisa hidup mencapai ribuan tahun, sehingga yang tadinya perdu telah menjadi pohon besar. Pohon zaitun yang berumur ribuan tahun di antaranya pernah ditemukan di Palestina yang bertahan hidup hingga 2000 tahun.

Umumnya di daerah Timur Tengah, buah zaitun yang masih muda, warnanya hijau kekuningan biasanya dimakan begitu saja atau untuk lalapan. Sementara zaitun yang matang warnanya hitam biasanya diperas untuk diambil minyaknya, karena setiap buah zaitun mengandung 80% air, 15% minyak,dan 5% protein, karbohidrat dan serat.

Untuk menghasilkan buah dan berproduksi secara penuh pohon zaitun harus sudah berumur antara 15th-20th.

Banyak manfaat dari pohon zaitun ini. Selain buahnya yang enak, kayu dari pohon zaitun juga sangat bagus, keras dan indah. Selain untuk dimakan buah zaitun juga digunakan sebagai penyedap makanan. Apabila diperas buahnya, kita dapat memperoleh minyaknya. Minyak ini dapat digunakan sebagai bumbu salad dan belakangan banyak digunakan untuk bahan kosmetik yang dapat menjaga kelembaban dan kekencangan kulit sehingga diyakini dapat menjadikan kulit awet muda.

Tanda-tanda Kekuasaan Allah

Nabi kita Muhammad Shallahu ‘alaihi Wassallam, telah berpesan agar kita mengkonsumsi dan memakai zaitun sebagai minyak.

Dalam tafsir Al-Qurtubi disebutkan bahwa Ibnu Abbas berkata, “pohon Zaitun mengandung berbagai manfaat. Minyaknya digunakan sebagai bahan bahar lampu dan juga untuk lauk dan lulur. Kayu dan arangnya digunakan sebagai kayu bakar. Tidak ada satu bagian pun dari pohon ini yang tidak berguna, bahkan abunya bisa dimanfaatkan untuk mencuci sutera. Ia merupakan pohon pertama yang tumbuh di bumi dan sekaligus pohon pertama yang tumbuh setelah banjir besar di zaman nabi Nuh. Ia tumbuh di tanah para Nabi dan tanah suci. Tujuh puluh nabi telah mendoakannya agar diberkati, antara lain Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad tatkala memanjatkan doa: “Allahumma barik fiz-zayt waz-zaytun.” (Ya Allah, berkatilah zait dan zaitun). Beliau mengucapkannya dua kali.

Dalam sebuah ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِن طُورِ سَيْنَاء تَنبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِّلْآكِلِينَ ﴿٢٠

“Dan pohon yang keluar dari Tursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak dan menjadi kuat bagi orang-orang yang memakannya.” (Al-Mukminun [23]:20).

وَهُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِراً نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبّاً مُّتَرَاكِباً وَمِنَ النَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهاً وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انظُرُواْ إِلِى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿٩٩﴾

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS: Al-An’am: 99)

Allah bahkan pernah bersumpah dan menyebut zaitun dalam al-Qur`an.

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ﴿١

“Demi pohon Tien dan Zaitun.” (At-Tin [95]: 1-2).

Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa pohon ini memiliki banyak keutamaan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Hendaklah kalian menggunakan minyak zaitun sebagai lauk dan buatlah ia sebagai minyak oles, karena ia (minyak zaitun) berasal dari pohon yang diberkahi.” (Riwayat Abu Daud)

Para ulama juga banyak menyebutkan tentang keutamaan minyak zaitun dan manfaatnya yang sangat besar ditinjau dari sisi gizi dan pengobatan, di antaranya Imam Ibnul Qoyyim Al jauziyah dalam kitabnya At-Thibb An- Nabawiyah.

Demikian pula dengan kedokteran modern sudah mengakui keunggulan minyak zaitun untuk pengobatan. Dalam banyak temuan, bahwa mengonsumsi minyak zaitun bisa memberikan andil melindungi tubuh dari serangan penyakit jantung koroner, kenaikan kolesterol darah, kenaikan tekanan darah, serta sakit diabetes dan obesitas. Di samping itu minyak zaitun juga berkhasiat mencegah terjadinya beberapa jenis kanker.

Sebelumnya, temuan Asosiasi Zaitun India (IOA) tahun 2010, minyak zaitun membantu mencegah penyakit kanker dan meningkatkan harapan hidup.

“India paling banyak memiliki pasien sakit jantung. Sudah saatnya beralih kepada minyak yang lebih sehat, seperti minyak zaitun,” ujar Presiden IOA VN Dalmia.

Menurut IOA, konsumsi minyak zaitun India akan naik hingga 125% tahun ini. Pada tahun 2009 India telah mengimpor sebanyak 2.600 ton minyak zaitun dan dari bulan Januari hingga Juni tahun ini saja, India telah mengimpor 2.950 ton.

“Bahkan konsumsi kudapan zaitun, sebagai makanan ringan favorit dan topping pizza yang populer, meningkat tajam. Diperkirakan pertumbuhan rata-ratanya 174%.”

“Minyak zaitun dianggap sebagai minyak yang paling sehat di dunia… mengandung paling banyak antioksidan di antara semua minyak, yang dapat membantu mencegah kanker, khususnya kanker payudara dan meningkatkan harapan hidup,” tambah Dalmia.

Dengan hasil penelitian dan penyebut zaitun dan minyak zaitun di beberapa tempat dalam al-Qur`an, serta Allah mengangkat sumpah dengan itu, menegaskan selain pohon ini memiliki nilai gizi tinggi yang telah dibuktikan oleh penelitian medis dan ilmiah pada abad ke-20. Dan yang penting dari itu, penyebutan manfaat pohon itu sebagai bukti ada keistimewaan, sebagai mana banyak disebut al-Qur`an.

Dalam al-Quran Surat an-Nur (cahaya), Allah Subhanahu Wata’ala menyebut Zaitun sebagai pohon yang memiliki banyak berkah.
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونِةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُّورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ ﴿٣٥

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

SUMBER: Hidayatullah.com

Categories: religi | Tags: | Leave a comment