mobkas

Mobkas Hyundai Accent 1st Gen (Bimantara Cakra)

Bimantara-cakra.jpg

Bimantara-cakra

Merk:
Hyundai Accent / Cakra (1st gen)
Model:
sedan 4 pintu
Transmisi:
manual 5 speed (tersedia juga AT)
Tahun Pembuatan:
1996
Harga Baru (pada saat punya/tes): –
Harga Second (pada saat penulisan ulasan):
35jt – 40jt

Spesifikasi Kendaraan:

1500cc 4 cylinder  in-line, 12 valve SOHC 85hp
FWD, CL, EM, PW

Ulasan:
mobil ini merupakan generasi pertama keluarga accent, pada awal masuk ke Indonesia, sedan bernama Accent ini berubah namanya menjadi cakra, akan tetapi, seiring dengan facelift yg dilakukan pada 97-98, namanya kembali menjadi Accent.

dapur pacunya yang cukup sederhana masih digunakan sampai sekarang dengan adanya sedikit modifikasi. tenaganya terbilang kecil untuk ukuran sedan 1500cc, tetapi dengan bobotnya yang tidak berat membuat pengendaraan sedan ini cukup lincah dan hemat bahan bakar. mesinnya sendiri menyerupai/mirip dengan mesin2 yang digunakan oleh Mitsubishi, dengan rasio kompresi yang cukup tinggi membuatnya rawan ngelitik ketika diisi Premium biasa.

  • untuk fitur yang diusungnya, sedan ini memiliki sederetan fitur yang cukup komplit di era-nya, mulai dari adanya power steerig, power window, central lock, electric mirror, antena elektrik, dll.
  • Positif:
    – model masih oke
    – perawatan mudah dan murah
    – mesin bandel
    – sparepart banyak tersedia dan harganya masuk akal
    – fitur lumayan komplet
    – kenyamanan oke
  • Negatif:
    – image taxi
    – mesin rawan ngelitik jika diisi Premium (tapi selama saya pakai, isi premium dan tidak bermasalah)
    – umur sudah lebih dari 10 thn
  • Ringkasan:
    sebuah simple car yang menawarkan kemudahan perawatan dan kenyamanan.
    hal positif yang bisa kita ambil daripada digunakannya accent untuk armada taxi adalah bahwa armada taxi selalu menggunakan mobil yang mesinnya ‘badak’, dengan perawatan mudah & murah, serta irit.
  • Pendapat pribadi (subjective):
    kalo menurut saya pribadi, mobil ini sangat layak untuk dimiliki dengan dana yang minim. Apabila mendapat unit dengan kondisi baik, berarti kita mendapatkan mobil nyaman dengan perawatan mudah dan murah.
  • Selama pemakaian, service yang saya lakukan tergolong minim, akan tetapi mobil masih oke dan tidak ngerongrong. bahkan masih mudah dipacu sampai lebih dari 140kpj dengan kapasitas full.
  • Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu mengingat umurnya yang sudah tidak muda, perlu lebih diperhatikan kondisi mesin, interior, exterior, dan kaki2..
    Dibandingkan dengan kompetitornya (Timor), kualitas interior mobil ini lebih baik dan kaki2 juga lebih awet, mengingat Timor memiliki bobot kendaraan yang berat..

sumber: http://mobilkota.com

Categories: mobil, mobkas | 2 Comments

Mobkas Suzuki Karimun

Meski terlahir sebagai kendaraan perkotaan, namun desain eksterior yang kotak minimalis membuatnya terkesan kokoh. Sehingga tidak sedikit kaum adam yang menggunakannya sebagai transporter andalan.Awalnya banyak yang meragukan kapasitas angkutnya lantaran ukurannya yang kompak. Tapi begitu masuk ke dalam kabin maka jelas terlihat bahwa akomodasi Karimun terhitung lega dibandingkan kompetitornya. Begitu juga dengan posisi mengemudi yang ergonomis menjadikannya semakin nyaman dipakai berkendara.Dapur pacu yang digunakan serupa dengan Suzuki Carry 1.0, Katana dan Jimny/Katana. Mesin 4 silinder segaris, 8 katup, dengan besi cor sebagai material bloknya ini telah terbukti ketangguhannya terutama pada Carry yang banyak digunakan sebagai angkutan perkotaan. Meski masih menggunakan karburator namun sistem pengapian Karimun sudah menggunakan CDI.

History
Lahir di tengah remuknya kondisi perkonomian bangsa akibat hantaman krisis moneter, membuatnya mampu menterjemahkan sense of crisis  dengan baik. Kala itu, masyarakat lebih membutuhkan kendaraan yang irit bensin dan mudah perawatannya. PT Indomobil Niaga Internasional melansirnya pertama kali pada 1999.

Di fase kedua (2001-2003), Suzuki melakukan sedikit perubahan pada Karimun. Pelek menjadi palang tiga dan semakin variatifnya pilihan warna untuk mengakomodir konsumen yang berjiwa muda.

Di masa edar 2004-2006, cukup banyak perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada bumper depan Karimun telah bertengger sepasang foglamp.  Penampilannya pun semakin manis berkat perubahan format sein depan menjadi bermika putih.

Bagian atap disematkan roof rail  yang menunjang nilai kepraktisan. Terutama bagi mereka yang kerap melakukan perjalanan jauh. Tidak itu saja, visibilitas ke belakang semakin baik dengan membesarnya dimensi spion samping.

Di buritan, kaca belakang telah dilengkapi wiper  dengan hendel pintu yang lebih panjang. Mud guard  juga diikutkan demi mengurangi cipratan kotoran ke kaca belakang maupun kendaraan sekitar. Rangkaian penyegaran tersebut bertahan hingga Karimun kotak menutup produksinya dan diganti dengan generasi selanjutnya, Karimun Estilo.

Apa yang harus diperhatikan?
GX merupakan trim  termewah di jajaran Karimun. Di pasar mobkas, selisih harganya dengan varian DX lumayan tinggi, bisa lebih dari Rp 5 juta.Di Karimun GX, pintu depannya sudah dilengkapi power window.  Spion GX pun lebih besar ketimbang DX. Sedangkan  eksterior, GX dapat ditandai dengan tersematnya roof rail  dan foglamp  yang tidak terdapat pada Karimun DX.
Alternatif lain
Hyundai Atoz dan KIA Visto merupakan pilihan menarik selain Karimun generasi pertama ini. Sebagai rival di kelas yang sama, perawakan ketiganya pun mirip-mirp. Hampir tak ada beda antara Visto dan Atoz – terutama dari depan – karena memang keduanya memiliki basis yang sama.Kabin mereka tidak lebih luas di banding Karimun, namun sejak pertama diluncurkan tahun 2000, keduanya memiliki varian bertranmisi otomatis. Nilai plus bagi pemerhati kenyamanan.Pun begitu dengan teknologi mesin, baik Atoz maupun Visto telah menganut sistem pasokan bahan bakar injeksi. Sehingga performanya lebih baik dengan konsumsi bbm yang lebih efisien.

Hal menarik lainnya, Atoz dan Visto umumnya memiliki banderol yang lebih terjangkau dibanding Karimun. Sehingga sangat akomodatif bagi mereka yang mengidamkan mobkas perkotaan dengan budget terbatas.

Kesimpulan
Suzuki Karimun GX produksi 2004 adalah varian yang kami rekomendasikan. Perubahan yang dialami sangat signifikan dibanding produksi tahun-tahun awal. Fitur yang tersedia sudah lengkap. Tidak hanya menunjang kemewahan, namun sangat terasa di aspek fungsionalnya.
Checklist
• Mesin
Mesin F10A terkenal sederhana namun sangat memudahkan ketika melakukan perawatan. Bila rutin melakukan pergantian oli, timing belt  dan tune-up  maka performanya akan selalu optimal. Mesin yang sehat terlihat dari tidak adanya rembesan oli di sekitar mesin dan asapnya tak berwarna putih ataupun hitam.• Setir
Karimun sudah menggunakan electric power steering  (EPS), sehingga kemudinya sangat ringan dan konsumsi bbm pun lebih irit karena tidak membebankan mesin. Agar EPS selalu optimal, diperlukan arus listrik yang stabil.Lakukan pengecekan dengan memutar setir ke kiri dan kanan ketika parkir, tambahkan pelumas jika terdengar suara-suara. Dalam kondisi yang parah, ketika berjalan lurus pun bunyi ketukan logam sudah terdengar.

•  Sasis
Karimun menggunakan sasis monokok. Untuk melihat kondisi sasisnya, perhatikan pelat di balik bumper belakang, jika pernah mengalami tabrakan parah, maka pelat ini akan terlihat penyok.

Sedang untuk bagian depan, cermati posisi radiator dan sokbreker, jika sudah tidak berada di tempat seharusnya, bearti Karimun tersebut pernah mengalami benturan hebat.

• AC
Nyalakan AC pada setelan maksimum, rasakan dingin dan tingkat embusannya. Pastikan semuanya berjalan normal. Jangan heran jika AC nya tidak terlalu dingin, karena dari barunya memang tidak sedingin Toyota Avanza atau Isuzu Panther.

Perawatan mudah
Bagi konsumen mobkas, memelihara Karimun ‘kotak’ sangat menyenangkan. Perawatannya mudah dan murah, di pasar ketersediaan spare part-nya pun melimpah.Bila Anda ‘mengambil’ Karimun yang sudah lebih dari 5 tahun atau sekitar 250 ribu km, maka disarankan untuk melakukan servis karburator. Untuk jeroan mesinnya, gantilah semua gasket,  piston berserta ring-nya. Namun bila budget Anda terbatas, cukup mengganti ring pistonnya agar mesin kembali segar dan memiliki kompresi yang bagus. Di usia 5 tahun juga disarankan untuk mengganti sokbreker, stopper dan karet-karet suspensi.

Yang perlu diperhatikan
Kaki-kaki
Sokbreker dan ball joint  kerap bermasalah jika sering menghajar lubang. Pastikan kedua komponen itu selalu sehat demi kenyamanan dan kestabilan di jalan.Pendingin kabin
Jika terdengar bunyi ‘cetak…cetok…’  dari kompresornya menandakan kenerjanya sudah lemah. Untuk mengatasinya perlu diganti satu set. Atau ada cara lain dengan hanya mengganti puli AC namun tetap tidak seoptimal penggantian satu set kompresor AC.
HARGA SECOND:
  • Suzuki Karimun DX 2003 – Harga: Rp 70 juta
  • Suzuki Karimun DX 2004 – Harga: Rp 75 juta
  • Suzuki Karimun DX 2005 – Harga: Rp 80 juta
  • Suzuki Karimun Estilo 1.1 RPM 2007 – Harga: Rp 85 juta
  • Suzuki Karimun Estilo 1.1 RPM 2008 – Harga: Rp 90 juta
  • Suzuki Karimun Estilo 1.1 RPM Vxi 2009 – Harga: Rp 95 juta
  • Suzuki Karimun Estilo 1.1 RPM Vxi 2010 – Harga: Rp 100 juta
  • Suzuki Karimun Estilo 1.1 RPM Vxi 2011 – Harga: Rp 110 juta
  • Suzuki Karimun Estilo Non RPM 2007 – Harga: Rp 75 juta
  • Suzuki Karimun GX 2003 – Harga: Rp 75 juta
  • Suzuki Karimun GX 2004 – Harga: Rp 80 juta
  • Suzuki Karimun GX 2005 – Harga: Rp 85 juta
  • Suzuki Karimun GX 2006 – Harga: Rp 90 juta
Categories: mobkas, otomotif | Leave a comment

Mobkas Peogoet 206

Mau Beli Mobkas Peogeot 206? Nih Ulasan Lengkapnya!

 
Jakarta – Peugeot 206 adalah fenomena mobil Eropa di Indonesia. Me­ngapa? Karena selama periode penjualan dari tahun 2000—2007, sedan mini hatchback ini sanggup membukukan angka 4 ribuan. Sebuah prestasi dari PT Astra France Motor.

Selain itu, kesuksesan Peugeot 206 tak bisa dilepaskan dari euphoria juara world rally championship (WRC) 3 tahun berturut-turut (2000-2002).  Kini selepas masa penjualan resmi dari AFM, Peugeot 206 masih wara-wiri di bursa mobil bekas. Berikut beberapa hal yang perlu dipahami jika Anda berniat meminang si mungil seksi ini.

Mesin yang diusung seri 206 berkapasitas 1.400 cc. Transmisinya terkenal responsif dan pintar sehing­ga membuat kendaraan ini memiliki efisiensi bahan bakar yang sangat baik, hingga mencapai 1:12-13 tergantung gaya menyetir dan medan jalannya.

Peugeot 206 yang dikenal di Indonesia terdiri dari 2 generasi, yakni generasi CBU [completely built up] pada periode tahun 2000—2003 dan generasi CKD [completely knock down] alias dirakit di Indonesia mulai tahun 2003—2007.

Sedangkan untuk transmisi yang dipasarkan hanya ada 2 macam, yakni manual dan matik tiptronik. Sementara untuk variannya tersedia 2 buah, yakni standar dan sporti. Perbedaan yang cukup signifikan dari generasi CKD dibandingkan generasi CBU adalah fitur ABS dan single airbag.

 

Kaki-kaki

Dari aspek suspensi, Peugeot 206 mengusung 2 tipe peredaman di kaki-kaki belakang, yakni tipe heavy duty yang diaplikasikan pada generasi CBU dan tipe comfort pada generasi CKD.

Masing-masing memberikan efek yang berbeda sesuai kebutuhan. Histori jalan-jalan yang kerap dilewati oleh si kendaraan dapat tergambar dari kondisi kaki-kaki.

Umumnya bila sering melalui genangan air, piranti barlink seharga Rp 306.000/pc (versi bengkel resmi) akan menjadi cepat rusak. Atau bila sering melewati jalan berlubang maka lower arm dan rack end seharga Rp 574.000/pc menjadi item berikutnya yang perlu dicek.

Pada seri 206, balljoint menjadi satu set dengan lower arm, yang bisa ditebus dengan harga Rp. 1.200.000/pc.

Mesin

Mesin 1.400cc yang diusung Peugeot 206 cukup bandel  dan membutuhkan nutrisi bensin tanpa timbal. Problem ngelitik dan tenaga yang kurang akan muncul ketika kadar timbal dalam bahan bakar meningkat.

Ge­nerasi CKD telah mengadopsi catalytic converter untuk memberikan hasil gas buang yang ramah lingkungan. Untuk hal yang satu ini tentunya harus dibarengi dengan penggunaan bensin dengan bilangan oktan lebih tinggi dibandingkan dengan Premium.

Selanjutnya yang perlu dipahami adalah masalah listrik. Sistem wiring di generasi CKD sudah menganut sistem multiplex. Perbedaan dengan sistem lain tampak ketika mencopot aki.

Proses melepas aki sebaiknya dilakukan dengan prosedur yang benar. Karena jika tidak sesuai prosedur, mobil bisa ngambek alias tidak mau distater. Jika sudah begini mobil harus dibawa ke bengkel resmi untuk dilakukan initial program kembali.

Fitur

Peugeot 206 sudah dilengkapi fitur engine immobilizer. Fitur ini membuat ECU mobil hanya mengenali satu kunci kontak saja untuk menghidupkan mesin kendaraan. Aman bukan? Tapi harus diingat, jangan sampai kelupaan meminta kode kunci Anda, yang berwujud semacam kartu kredit pada saat membeli kendaraan ini.

Perawatan

Pada prinsipnya perawatan Peugeot 206 tidak serumit yang Anda bayangkan alias sama saja dengan mobil-mobil lain. Performa Peugeot 206 yang tangguh juga diamini Setyo Budi Waluyo, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak.

“Dengan pemakai­an rata-rata per tahun 20.000 km maka untuk seri 206 keluaran tahun 2000 diperkirakan kilometer sudah menjelajah lebih dari 200.000 km. Namun di sini tidak ada problem teknis ataupun ketersediaan spare parts yang menjadi kendala,” jelasnya.

Rumor bahwa kaki-kaki 206 seringkali mengalami penggantian yang lebih cepat dibandingkan de­ngan mobil lain dibantah oleh kepala bengkel yang ramah ini.

“Penggantian spare parts pada kaki-kaki banyak dipengaruhi oleh gaya menyetir. Tidak jarang karena suspensi 206 yang memang terbilang soft, membuat pengendara enggan mengerem ketika melewati polisi tidur. Hal seperti inilah yang membuat rack end dan lower arm menjadi cepat aus,” bilangnya.

 Gambaran Harga Pasaran Peugeot 206
 Type  Tahun  Harga Pasaran
 206 MT  2001  Rp. 60-65 juta
 2004  Rp. 75 juta
 2005  Rp. 80 juta
 2006  Rp. 90 juta
 206 AT  2001  Rp. 65-70 juta
 2004  Rp. 80 juta
 2005  Rp. 83 juta
 2006  Rp. 85 juta
sumber : (mobil.otomotifnet.com)
Categories: mobkas | Leave a comment