Komputer

Rumus Dasar Misrosoft Office Exell

Fungsi Dasar

  • + : penjumlahan
  • – : pengurangan
  • * : perkalian
  • / : pembagian
  • ^ : pangkat
  • = : sama dengan
  • > : lebih besar
  • < : lebih kecil >= : lebih besar sama dengan
  • <= : lebih kecil sama dengan

Fungsi Statistik

  • Fungsi penjumlahan data = SUM (number1, number2, …)
  • Fungsi pencarian nilai terbesar = MAX (number1, number2, …)
  • Fungsi pencarian nilai terkecil = MIN (number1, number2, …)
  • Fungsi pencarian nilai rata – rata = AVERAGE (number1, number2, …)
  • Fungsi pencarian jumlah data angka = COUNT (value1, value2, …)
  • Fungsi deviasi standart = STDEV (number1, number2, …)

Fungsi Logika Tunggal

  • Logika tunggal adalah pengujian dengan menggunakan satu syarat yang ditetapkan.
  • =IF(Sel_Kunci=”Argumen”,“Akibat1”,“Akibat2”)
  • Sel_Kunci : Sel yang diuji atau yang dipakai sebagai dasar pengujian.
  • Argumen : Syarat yang ditetapkan sebagai pengujian.
  • Akibat1 : kondisi jika syarat yang ditetapkan terpenuhi
  • Akibat2 : kondisi jika syarat yang ditetapkan tidak terpenuhi.

Fungsi Logika Bertingkat

  • Logika bertingkat terjadi jika syarat yang ditetapkan lebih dari satu.
  • =IF(Sel_Kunci=”Argumen1”,”Akibat1”,IF(Sel_Kunci=”Argumen2”,”Akibat2”, IF(Sel_Kunci=”Argumen3”,”Akibat3”,”Akibat4”)))

Operator Fungsi Logika (AND dan OR)

  • AND(Sel_Kunci_1=”Argumen_1”,Sel_Kunci_2=”Argumen_2”,…)
  • Ekspresi logika dengan operator AND akan dianggap benar bila semua ekspresi logika yang digabungkan memenuhi syarat atau dalam keadaan benar.
  • OR(Sel_Kunci_1=”Argumen_1”,Sel_Kunci_2=”Argumen_2”,…)
  • Ekspresi logika dengan operator OR akan dianggap benar bila semua ekspresi logika yang digabungkan atau salah satu dari ekspresi yang digabungkan memenuhi syarat atau dalam keadaan benar.

Fungsi String

  • untuk mengambil beberapa karakter dari suatu kata/kode tertentu.
  • =LEFT(Sel_Kunci,Jumlah_Karakter)
  • =RIGHT(Sel_Kunci,Jumlah_Karakter)
  • =MID(Sel_Kunci,Mulai_Dari_Kedudukan,Jumlah_Karakter)

Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP

  • Fungsi ini digunakan untuk membaca data pada suatu tabel.
  • VLOOKUP, digunakan untuk membaca data pada suatu tabel yang disusun secara vertical.
  • HLOOKUP, digunakan untuk membaca data pada suatu tabel yang disusun secara horisontal.
  • Fungsi ini memiliki bentuk umum :
  • =VLOOKUP(Sel_Kunci,range_tabel,indeks_kolom)
  • =HLOOKUP(Sel_Kunci,range_tabel,indeks_baris)
Categories: Komputer, tips n tricks | Leave a comment

Membuat Mail Merge Menggunakan Ms Word 2007

Apa itu Mail Merge? Dan Bagaimana Cara Membuatnya? Mail merge atau surat masal adalah salah satu fasilitas di Ms Word untuk mempermudah user melakukan pekerjaan dengan hanya membuat satu format surat namun dengan berbagai tujuan alamat dan nama yang berbeda. Tentu hal ini akan sangat mempermudah sekali pekerjaan kita. Kita tidak perlu lagi mengetik satu persatu tujuan dan nama alamat yang dituju, cukup hanya dengan mengetik daftar nama serta alamat yang dikehendaki maka nama, alamat yang dibuat akan langsung bergabung atau merger dengan format surat tadi.

Tidak hanya format surat saja kegunaan mail merge ini, Jika kita mengetik dengan format yang sama atau blanko formulir yang sama namun dengan isian yang berbeda, maka mail merge lah solusinya. Cukup buat format blangko atau formulir yang dikehendaki dan membuat daftar isian formulir, maka sudah cukup. Hasilnya, setiap isian dari formulir tersebut akan silih berganti sesuai dengan daftar yang telah dibuat.Untuk membuat mail merge berikut ini adalah langkah-langkahnya :

Cara Membuat Mail Merge di Ms Word 2007

– Buat dokumen terlebih dahulu (bisa berupa surat, blangko formulir, atau dokumen yang lain)
– Klik ribbon Mailings kemudian klik Start Mail Merge, pilih Step by Step Mail Merge Wizard
membuat mail merge
– Akan muncul panel Mail Merge disebelah kanan jendela Word anda.
– Pada Select document type pilih Calligraphy kemudian klik Next pada bagian bawah untuk melanjutkan.
membuat mail merge
– Pilih Use the current document kemudian klik Next
membuat mail merge
– Pada pilihan select recipients, jika anda belum membuat daftarnya pilih saja Type a new list kemudian klik Make.
membuat mail merge
– Akan muncul jendela New Address list. Untuk memudahkan pekerjaan kita nantinya sebaiknya kolom yang ada dihapus kemudian dibuat kolom isian yang baru sesuai dengan yang dibutuhkan.
– Klik Customize columns
membuat mail merge
– Pilih filed name kemudian klik tombol delete, sampai semua nama kolom terhapus.
membuat mail merge
– Untuk membuat field name baru klik Add kemudian beri nama sesuai dengan kebutuhan (seperti Nama, Alamat, dsb)
membuat mail merge
– Tambahkan beberapa filed sesuai dengan kebutuhan anda.
– Jika dirasa sudah cukup klik OKmembuat mail merge
– Muncul jendela New address list. Masukkan data-data yang dibutuhkan sampai selesai, kemudian klik OK
membuat mail merge
– Untuk menghapus entry klik pada entry yang mau dihapus kemudian klik delete. Untuk menambah entry baru klik pada new entry.
– Simpan pada folder dimana tempat dokumen tersimpan kemudian klik Save.
membuat mail merge
– muncul daftar list yang sudah siap untuk dimasukkan. Untuk memasukkan semua beri tanda centang pada kotak yang ada, atau bisa anda pilih sendiri sesuai kebutuhan daftar yang ada dengan menghilangkan tanda centang pada list tersebut.
membuat mail merge
– Klik Next : Write your letter untuk melajutkan
– Sampai disini kita akan memasukkan daftar field yang telah kita buat tadi untuk dimasukkan pada dokumen. Arahkan kursor pada tempat filed diletakkan.
membuat mail merge
– Pada pilihan write your letter, pilih More item
membuat mail merge
– Pada jendela yang muncul pilih nama filed sesuai dengan dokumen kemudian klik insert
membuat mail merge
– Ulangi langkah diatas sampai data diisi dengan field yang sesuai. Sehingga tampilannya akan seperti dibawah ini.
membuat mail merge
– kemudian klik Next untuk melihat hasil merge data. Klik tanda panah kekanan atau kekiri pada preview your calligraphy untuk melihat hasil.
membuat mail merge
membuat mail merge
– Jika ada yang masih salah datanya bisa diubah datanya pada edit recipient list. Jika sudah cukup klik Next untuk complete the merger.
– Terdapat dua pada pilihan complete merger yaitu Print dan Edit individual calligraphy. Jika anda pilih merger print, maka data merger akan langsung dicetak melalui printer. Jika dipilih Edit individual calligraphy maka data akan ditampilkan pada beberapa halaman langsung di Ms Word. Silahkan pilih sesuai kebutuhan.
membuat mail merge

sumber : http://ketikankomputer.blogspot.com

Categories: Komputer, tips n tricks | Leave a comment

Menggunakan Filter PivotTable – Excel 2007

PivotTable Lanjutan – Filter

Pendahuluan

Pada artikel sebelumnya dengan topik PivotTable Dasar, maka artikel ini akan melangkah lebih lanjut ke fitur lain yaitu penggunaan filtering. Filtering sangat berguna digunakan  oleh para analis karena dapat berfokus pada area tertentu yang menentukan performa.

Pada PivotTable terdapat dua jenis filter, yaitu Report Filter dan Value Filter. Apa perbedaan antara keduanya akan kita bahas pada artikel ini.

Catatan :

  • Untuk mengikuti pembahasan ini, maka sebelumnya Anda sudah harus mengikuti contoh dari artikel PivotTable Dasar.
  • Klik pada gambar yang ada untuk memperbesar dan memperjelas.

Report Filter

Report Filter adalah komponen PivotTable yang digunakan untuk memilih subset dari laporan PivotTable yang digunakan.

Berikut adalah langkah-langkah menambahkan tanggal transaksi sebagai report filter pada PivotTable kita :

  1. Pada susunan layout PivotTable contoh terakhir, tambahkan field tgl_transaksi ke dalam area Report Filter.

  2. Komponen report filter terlihat telah ditambahkan pada worksheet kita. Secara default pilihan yang ada sekarang adalah (All) untuk pemilihan subset semua data.

  3. Klik tanda panah pada filter sehingga memunculkan dropdown list, pilih salah satu tanggal dari daftar yang ada. Misalkan tanggal “1/2/2008 0:00” yang Anda pilih, setelah itu klik tombol “OK“.

    Perhatikan perubahan yang terjadi pada PivotTable, nilai yang tampil lebih kecil bukan ? Ini karena data sudah difilter sesuai tanggal yang kita pilih tersebut.

  4. Jika kita ingin memilih beberapa tanggal, maka pilih checkbox Select Multiple Items sehingga kita dapat mencentang beberapa item tanggal.
  5. Cobalah pilih range tanggal 1 s/d 5 Januari 2008 dengan langkah-langkah berikut :
    1. hapus semua pilihan yang ada (dengan mengklik (All) jika pada kondisi tercentang).

    2. klik checkbox tanggal 1, 2, 3, 4 dan 5 secara berurutan, dan klik tombol OK.

    3. Data pada PivotTable yang tampil akan sesuai dengan filter range tanggal tersebut. Perhatikan pada filter sekarang ditampilkan label (Multiple Items).

  6. Cobalah bereksperimen dengan menambahkan beberapa field lain ke dalam Report Filter.

  7. Selesai.

Value Filter

Value Filter digunakan pada area kolom maupun baris tampilan data. Biasanya diperlukan apabila jumlah kolom / baris data terlalu banyak dan kita hanya ingin fokus ke nilai tertentu, misalkan 10% nilai penjualan tertinggi.

Berikut adalah contoh penggunaan value filter untuk melihat 10 produk yang memiliki penjualan tertinggi.

  1. Susun komposisi field Anda pada area pivot seperti pada gambar di bawah ini.

  2. Perhatikan pada area pivot terdapat data produk yang cukup banyak dengan nilai yang tidak terurut.

  3. Klik tombol panah di samping Row Labels. Pilih menu Value Filters -> Top 10 ….

  4. Pada dialog “Top 10 Filter (nama_produk)” yang muncul, terlihat kita akan menampilkan 10 item dari nilai penjualan tertinggi.

    Nilai parameter berturut adalah “Top“, “10“, “items“, dan “Sum_of_nilai_jual” seperti terlihat pada gambar berikut.

  5. Kita akan menerima parameter tersebut, klik tombol OK.
  6. Perhatikan hasilnya pada area pivot sekarang. Apa yang dapat Anda simpulkan ?

  7. Selesai.

Selain melihat jumlah item produk kita juga dapat melakukan filter berdasarkan persentase jumlah produk.

Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan hal tersebut :

  1. Buka kembali dialog Top 10 Filter, ubah pilihan Items menjadi Percent. Klik tombol OK.

  2. Berikut adalah hasil dari filter tersebut. Ternyata Apel nilai penjualannya terlalu besar sehingga melampaui produk lainnya.

  3. Selesai.

Di samping filter penjualan tertinggi, kita juga dapat melakukan hal yang sama untuk melihat penjualan terendah dengan cara memilih opsi Bottom dan bukannya Top. Silahkan Anda praktekkan sendiri dan lihat hasilnya.

Membersihkan Value Filter

Setelah kita cukup puas dengan analisa berdasarkan filter yang kita inginkan dan ingin  kembali ke keadaan awal, kita dapat membersihkan filter tersebut dengan cara berikut :

  1. Klik tombol panah filter pada Row Labels pada contoh di atas.

  2. Pilih menu “Clear Filter From …. “.

  3. Selesai.
Categories: Komputer, tips n tricks | Leave a comment

Menggunakan Pivot Table-Excel 2007

Pivot Table Dasar

PivotTable dapat memberikan kombinasi ringkasan data yang kaya dan variatif

Pada tutorial ini akan ditunjukkan langkah demi langkah pembuatan dasar PivotTable. Contoh file disediakan sehingga memudahkan Anda untuk mengikuti instruksi yang ada.

(Catatan : Anda bisa mengklik tiap gambar untuk melihat ukuran aslinya.)

File Latihan

 

Pembuatan PivotTable

  • Jalankan program Excel 2007 dan buka file latihan yang telah Anda download tersebut.

    Catatan : File ini merupakan file contoh fiktif data-data transaksi yang terjadi pada suatu minimarket, dengan produk buah-buahan, sayur-sayuran dan makanan & minuman.

    • Buka sheet transaksi, dimana datanya terlihat seperti pada gambar berikut ini.

    • Sekarang pilih range data A1:F43680 atau tekan tombol CTRL + SHIFT + *.
    • Klik tab Insert pada Ribbon, pilih menu PivotTable | Insert PivotTable.

    • Pada dialog yang muncul, pilih New Worksheet, klik tombol OK.

    • Sheet baru akan muncul disertai suatu kotak / placeholder PivotTable (PivotTable Box).

      Selain itu terdapat panel daftar field (PivotTable Field List) pada posisi sebelah kanan worksheet. Terlihat pada daftar tersebut 6 field heading dari range data yang kita pilih sebelumnya.

  • Pada bagian bawah panel terdapat 4 kotak area, dari tiap kotak tersebut dapat kita tambahkan field-field yang terdapat pada field list.

    Adapun fungsi dari 4 kotak tersebut adalah sebagai berikut :

    • Report Filter : pada kotak ini field akan digunakan sebagai filter yang mempengaruhi hasil data pada PivotTable namun tidak akan terlihat sebagai isi dari PivotTable itu sendiri.
    • Column Labels : data dari field akan ditempatkan pada bagian kolom dari table dengan level sesuai urutan susunan pada area ini.
    • Row Labels : data dari field akan ditempatkan  pada bagian baris  dari table dengan level sesuai urutan susunan pada area ini.
    • Values : nilai field yang terdapat pada kotak ini akan dijadikan sebagai basis perhitungan summary. Tipe summary yang bisa digunakan adaah count, sum, average, dan lain-lain.
  • Mari sekarang kita coba berbagai kombinasi penempatan field dalam empat kotak area tersebut.

    Susunlah layout field dengan urutan berikut :

    • Field nama_kategori ke kotak Column Labels.
    • Field nama_cabang ke kotak  Row Labels.
    • Field jumlah_unit ke kotak Values.

      Perhatikan pada saat ditempatkan di kotak Values, nama field jumlah_unit akan berubah menjadi Sum of jumlah_unit. Ini menandakan bahwa field adalah kalkulasi sum (penjumlahan) dari nilai-nilai field jumlah_unit.

  • Perhatikan hasil pengaturan ini pada area PivotTable.  Area ini akan berisi suatu table dengan grouping field nama_cabang pada bagian baris,  field nama_kategori pada kolom.

    Sedangkan nilai total jumlah_unit ditempatkan pada cell-cell hasil perpotongan item grouping baris dan kolom tersebut.

    Salah satu contoh perpotongan adalah total jumlah unit yang terjual pada PHI Mini Market – Jakarta Pusat 01 dan kategori Makanan & Minuman, adalah sebesar 525.138 unit.

Menambahkan Tipe Summary Baru

    • Sekarang mari kita tambahkan field jumlah_unit kembali ke kotak Value. Akan muncul field baru dengan nama Sum of jumlah_unit2.

    • Kita akan mendapatkan satu kolom perhitungan baru yang sama dengan hasil sebelumnya. Tentunya bukan ini yang kita inginkan.

    • Mari kita kembali ke area Values, dan klik tombol panah bawah pada field Sum of jumlah_unit2. Pilih item Value Field Settings.

    • Pada dialog yang muncul rubah Sum menjadi Count.  Perhatikan nama field akan berubah menjadi Count of jumlah_unit2.

    • Klik tombol OK.
    • Pada area PivotTable, kita sekarang mendapatkan dua summary, yakni :
      • nilai total unit penjualan yang terjadi (sum)
      • jumlah transaksi yang terjadi (count).

  • Selesai.

sumber : belajarexcel.info

Categories: Komputer, tips n tricks | Leave a comment