kesehatan

Cegah Sakit Ginjal ? Santap Makanan Ini !

Ginjal adalah organ tubuh yang tidak hanya berfungsi untuk mengeluarkan racun, namun juga membersihkan darah. Jenis buah-buahan beri seperti stroberi, kranberi, rasberi dan bluberi, memiliki nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan ginjal. Kemampuan buah beri sebagai anti-inflamasi dapat mengurangi inflamasi dan meningkatkan fungsi tubuh untuk mengeluarkan sisa makanan.

Selain buah beri, paprika merah juga baik untuk kesehatan ginjal. Bahan makanan ini rendah potasium, namun tinggi akan vitamin A, C, dan B6. Asam folat dan serat tinggi yang terkandung juga dapat menjaga kesehatan ginjal dan mencegah beberapa jenis kanker.

Kecambah seperti kacang hijau dan tauge, juga merupakan bahan makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi. Kecambah dapat membantu membersihkan ginjal dan mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal.

Makanan lain yang baik untuk ginjal adalah kubis. Kubis dapat meningkatkan fungsi ginjal, dan dikenal sebagai obat nautal untuk memperbaiki dan menutrisi ginjal.  Bahan makanan sehat terakhir yang baik untuk ginjal adalah bawang bombay. Bawang bombay digunakan untuk mengobati batu ginjal secara alami, serta membantu membersihkan dan mengeluarkan racun dari dalam ginjal.

sumber: Republika

Categories: kesehatan | Tags: | 1 Comment

Ginjal

Ginjal dilihat dari belakang (tulang rusuk dihilangkan)

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

Anatomi dasar

Letak

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).

Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.

Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.

Potongan membujur ginjal

Struktur detail

Berat dan besar ginjal bervariasi; hal ini tergantung jenis kelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi lain.Pada orang dewasa, rata-rata ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11,5 cm, lebar sekitar 6 cm dan ketebalan 3,5 cm dengan berat sekitar 120-170 gram atau kurang lebih 0,4% dari berat badan.[1] Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter.

Vaskularisasi

Aliran darah ginjal berasal dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis, sedangkan yang mengalirkan darah balik adalah vena renalis yang merupakan cabang vena kava inferior. Sistem arteri ginjal adalah tidak ada anastomosis ke cabang arteri lain

Organisasi

Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh jaringan fibros tipis dan mengkilap yang disebut kapsula fibrosa ginjal dan diluar kapsul ini terdapat jaringan lemak perirenal. Di sebelahatas ginjal terdapat kelenjar adrenal. Ginjal dan kelenjar adrenal dibungkus oleh fasia gerota. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urine. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:

  1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus
  2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar
  3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)

Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1,2 liter per menit, menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal.

Jaringan ginjal. Warna biru menunjukkan satu tubulus

Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal. Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle pada awal tahun 1860-an. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa, asam amino, dan berbagai ion mineral. Sebagian besar air (97.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis. Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari:

  • tubulus penghubung
  • tubulus kolektivus kortikal
  • tubulus kloektivus medularis

Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular, mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin

Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin, yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter.

Fungsi homeostasis ginjal

Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah.

Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.

Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.

Penyakit dan ketidaknormalan

Bawaan

Didapat

Dialisis dan transplantasi ginjal

Umumnya, seseorang dapat hidup normal dengan hanya satu ginjal. Bila kedua ginjal tidak berfungsi normal, maka orang itu perlu diberi Terapi Pengganti Ginjal (TPG). TPG ini dapat dilakukan baik untuk sementara waktu maupun terus-menerus. TPG terdiri atas tiga, yaitu: Hemodialisis (Cuci Darah), Peritoneal Dialisis (Cuci Rongga Perut) dan Cangkok Ginjal (transplantasi). Prinsip dasar dari Hemodialisis adalah dengan membersihkan darah dengan menggunakan Ginjal Buatan. Sedangkan Peritoneal dialisis menggunakan Selaput rongga perut (peritoneum) sebagai saringan antara darah dan cairan Dianial.

Transplantasi ginjal sekarang ini lumayan umum. Transplantasi yang berhasil pertama kali diumumkan pada 4 Maret 1954 di Rumah Sakit Peter Bent Brigham di Boston, Massachusetts. Operasi ini dilakukan oleh Dr. Joseph E. Murray, yang pada 1990 menerima Penghargaan Nobel dalam fisiologi atau kedokteran.

Transplantasi ginjal dapat dilakukan secara “cadaveric” (dari seseorang yang telah meninggal) atau dari donor yang masih hidup (biasanya anggota keluarga). Ada beberapa keuntungan untuk transplantasi dari donor yang masih hidup, termasuk kecocokan lebih bagus, donor dapat dites secara menyeluruh sebelum transplantasi dan ginjal tersebut cenderung memiliki jangka hidup yang lebih panjang.

sumber : wikipedia

Categories: Ginjal | Tags: | Leave a comment

4 RUMAH SINGGAH KANKER CISC

 

KANKER…! Begitu dahsyat akibat yang ditimbulkannya bagi orang/keluarga yang terkena. Karena keterbatasan fasilitas layanan kesehatan kanker di daerah-daerah, maka banyak pasien kanker dari luar Jakarta harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.
Mungkin bagi masyarakat yang mampu tidak banyak menimbulkan masalah, bagaimana dengan masyarakat yang kurang mampu ? dimana mereka harus tinggal selama pengobatan di Jakarta?
Melihat keprihatinan akan kondisi tersebut, maka sejak April 2009 sebagai wujud kepedulian CISC untuk membantu pasien kanker yang kurang mampu, dengan dukungan para donatur telah berusaha menyediakan rumah singgah sederhana bagi pasien & pendamping selama menjalani terapi di Jakarta.
Rumah Singgah Kanker CISC yang pertama berada tidak jauh dari RS Kanker Dharmais, dan selanjutnya yang dekat dengan RSCM & RS Persahabatan, dimana RS-RS tsb merupakan RS rujukan untuk pasien kanker dari daerah, sehingga akan memudahkan pasien pasien luar kota yang memerlukan penginapan selama terapi kankernya. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat menggunakan fasilitas tersebut, antara lain: pasien luar Jakarta yang sedang menjalani pengobatan kanker di Jakarta dengan menggunakan fasilitas SKTM/Askes-kin/Gakin/Jamkesmas/sejenisnya.

Mari kita ringankan penderitaan pasien kanker.  Masih banyak pasien kanker yang sedang berobat di sentra kanker membutuhkan bantuan kita semua.

Bagi yang berminat menjadi relawan atau yang ingin membagikan sesuatu untuk kelangsungan atau pembukaan rumah singgah kanker baru, silakan hubungi 081388802009/08159587430/0811832594 dan yang ingin mendonasikan dalam bentuk dana bisa melalui Bank Mandiri cabang Imambonjol Jakarta dengan Rekening No: 122-00-0581879-7 a/n Cancer Information and Support Center (CISC).

Alamat rumah singgah kanker CISC:

1. Jl. Anggrek Neli Murni 2C no. 41, Slipi – Jakarta Barat

2. Jl. Gading I no 17, Pisangan Timur, Jakarta

3. Jl Kramat Sawah Vii. RT006/RW07. No. 3. Paseban

4. Jl Murtadho N0. 16A.383, RT09/RW06, Paseban

Categories: kesehatan | Tags: , | Leave a comment

CISC – Cancer Information & Support Center

CISC – Cancer Information & Support Center 

 THE LEADING CANCER SUPPORT GROUP IN INDONESIA – SINCE 2003

VISI: Menjadi lembaga unggulan dalam memberikan dukungan serta layanan informasi pada masyarakat kanker dan awam menuju ‘Indonesia Peduli Kanker‘ .

MISI
1. Memberikan dukungan moral, emosional dan sosial bagi penderita maupun keluarga.
2. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker dan pentingnya deteksi dini.
3. Memfasilitasi hubungan harmonis antar berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kanker.
4. Menyediakan informasi yang tepat dan terkini tentang kanker.
5. Membentuk dan memperkuat jaringan internal dan eksternal untuk mendukung kegiatan lembaga

contact : cancerclubcisc@gmail.com
sms: 0811832594, 081388802009

Komunitas Kanker di Indonesia yang berpusat di Jakarta

Dengan cabang di Menado, Balikpapan, Batam, Semarang dan Bandung

sumber: http://cancerclubcisc.wordpress.com/

Categories: kesehatan | Tags: , | Leave a comment

Siapa bilang Diabet tak bisa sembuh??

Siapa yang berani menjamin angka gula darah seseorang hari ini sama dengan esok? Atau siapa yang berani menjamin angka gula darah akan selalu sama setiap saat, bahkan sampai akhir hayat?? Siapa yang berani menjamin…??

Sebaliknya yakinkah kita bahwa angka gula darah bisa berubah dalam hitungan detik, menit, jam atau hari?? Tentu kita meyakini perubahan tersebut, apalagi jelas-jelas dalam prakteknya cek gula darah dinyatakan sbg hasil “sewaktu”. Bukankah hal ini menandakan bahwa angka gula darah sangat stabil dan bisa berubah dalam waktu sekejap.

Lantas bagaimana dengan mereka yg di ketahui angka gula darahnya saat itu, detik itu melampaui angka normal lalu di vonis menderita diabet yang seolah angka gula darahnya akan berlaku sepanjang hidupnya..?

Bukankah melontarkan vonis kepada seorang menderita diabet seumur hidupnya merupakan perbuatan mendahului taqdir?? Padahal Islam melarang kita mengatakan akan berbuat sesuatu nanti atau esok hari tanpa ucapan Insya Allah. Padahal bila angka gula darah tsb berubah satu jam atau esok hari, tentu dia tidak termasuk penderita diabet??.. Kadang juga dengan tanpa rasa dosa berani menyatakan bahwa penyakit tsb tidak ada obatnya dan tidak bisa di sembuhkan….

Karena Allah-lah yang menimpakan penyakit ini, maka seseorang dapat sembuh hanya dengan kehendak-Nya. Bila Allah menghendaki, Dia mampu menghilangkan penyakit karena Dia-lah Yang Maha Menyembuhkan.

Sebaliknya, bila tidak, tak satu dokter pun di dunia ini dengan perangkat teknologi tercanggih dan obat terbaru yang mampu menyembuhkan penyakit seseorang. Semua obat hanyalah sarana untuk membantu kesembuhan seseorang. Jika Allah mengehendaki, Dia akan menjadikan pengobatan tersebut sebagai jalan tercapainya kesembuhan. Sebaliknya, penyakit yang tampaknya tak berbahaya dapat saja menyebabkan kematian, kecuali Allah berkehendak lain.

Oleh sebab itu, manusia hendaknya membandingkan kelemahannya ini dengan Keperkasaan Allah dan meminta pertolongan-Nya di saat mengalami kesulitan. Jangan lupa bahwa kita tidak memiliki penolong dan pelindung selain Allah.

“dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku,”
(QS. Asy Syu’araa’, 26:80)

Categories: Diabetes, Pengobatan Islami | Tags: | Leave a comment

5 Kebiasaan yang Memperburuk Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis yang dapat mengancam kualitas hidup Anda. Walaupun demikian, diabetes merupakan penyakit yang dapat dikelola, asalkan Anda dapat menerapkan kebiasaan-kebiasaan sehat dalam kehidupan Anda.

Sebaliknya, kebiasaan, perilaku yang tidak sehat dapat memperburuknya. Beberapa kebiasaan di bawah ini perlu Anda pertimbangkan :

1. Banyak duduk di depan layar kaca.

Kebanyakan pasien diabetes tidak menyadari bahwa banyak duduk di depan layar kaca (TV) ada hubungannya dengan penyakit diabetes yang disandangnya. Penelitian menunjukkan bahwa duduk meningkatkan risiko diabetes. Semakin lama anda duduk di depan TV semakin besar pula risikonya. Duduk 2 jam di depan TV meningkatkan risiko diabetes 20 persen, apalagi biasanya mulut Anda juga tidak pernah diam, cemilan, yang tidak sehat sering menjadi teman Anda.

Kebiasaan duduk, apalagi setelah Anda selesai makan meningkatkan kadar gula darah Anda 24 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang berjalan pelan-pelan setelah makan.

2. Menghindari makan

Banyak pasien diabetes saya lihat, karena takut gula darahnya tinggi, mereka kemudian tidak makan. Menghindari makan pagi, atau makan siang akan mengakibatkan kadar gula darah tidak stabil, turun tiba-tiba, kemudian dapat naik lagi, begitu juga kadar Insulin dalam darah Anda.

Hal ini bisa mendorong Anda mengkonsumsi makanan, cemilan yang tidak sehat, bahkan lebih banyak dibandingkan Anda tetap makan seperti biasa. Bila Anda menggunakan obat-obat diabetes, menghindari makan akan mempersulit kontrol gula darah Anda, dan bahkan bisa mengakibatkan komplikasi akut hipoglikemia.

3. Mengurangi tidur

Mengurangi tidur malam hari juga sering dilakukan pasien diabetes. Tidak tidur juga kadang-kadang dianggapnya dapat menurunkan gula darah, menurunkan berat badan. Padahal, kurang tidur juga akan berakibat naiknya kadar gula darah Anda, bisa karena kecendrungan Anda untuk ngemil yang tidak sehat, berlebihan, atau karena dehidrasi yang Anda alami.

Mengurangi tidur malam hari juga sering membuat Anda mengantuk siang hari dan sebagai kompensasinya Anda akan banyak tidur siang itu.  Tidur siang hari mengakibatkan aktifitas fisik Anda berkurang, kadar gula darah Anda dapat meningkat.

4. Tidak makan obat

Banyak penyandang diabetes yang menghentikan  obat-obatan yang dikonsumsinya. Alasan  mereka bisa karena gula darah mereka sudah normal, tidak merasakan lagi gejala-gejala yang biasanya dikeluhkannya, atau mereka menggunakan obat tradisional, herbal, dan mereka percaya herbal yang dikonsumsinya bisa mengontrol gula darahnya dengan baik.

Pengalaman saya, herbal barangkali bisa membantu, tapi belum tentu dapat  menggantikan obat-obatan yang selama ini digunakan. Menghentikan obat-obat tiba-tiba juga bisa mengakibatkan kadar gula darah menjadi tinggi, tidak terkontrol dengan baik. Keadaan ini akan mempercepat komplikasi-komplikasi diabetes yang mungkin terjadi.

5. Tidak memeriksa gula darah

Kadar gula darah yang terkontrol dengan baik merupakan faktor penting bagi penyandang diabetes. Kadar gula darah itu akan menentukan perjalanan penyakit Anda. Karena itu, mengetahui kadar gula darah itu harus dilakukan secara periodik. Bila Anda menggunakan terapi insulin, satu atau 2 kali dalam sehari pemeriksaan itu diperukan, sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum makan pagi.

Kalau Anda penyandang diabetes tipe 2  yang sudah terkontrol dan hanya mendapatkan obat-obat diabetes oral, pemeriksaan bisa lebih jarang. Pemeriksaan gula darah ini penting, tidak hanya  mengurangi risiko potensi komplikasi, tetapi juga berguna untuk mengevaluasi efektifitas  terapi yang selama ini diberikan, termasuk obat-obat yang dikonsumsi,  diet,  olahraga, aktifitas fisik yang direkomendasikan.

sumber : kompas

Categories: Diabetes, kesehatan | Tags: | Leave a comment

7 Kebiasaan yang bisa Tekan Resiko Diabetes

 

Diabetes merupakan penyakit kronik yang dapat mengurangi kualitas hidup penderitanya. Namun risiko diabetes sebenarnya dapat dikelola dengan menjalani gaya hidup yang sehat.

Berikut merupakan kebiasaan-kebiasaan yang dapat mengurangi risiko diabetes.

1. Angkat beban

Menurut sebuah studi baru yang dimuat dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, menambah massa otot dapat mengurangi resistensi insulin dan mengurangi risiko mengembangkan prediabetes. Para peneliti menemukan setiap penambahan 10 persen massa otot, risiko prediabetes turun sebanyak 12 persen.

Profesor ilmu olahraga di Old Dominion University Sheri Colberg-Ochs menyarankan untuk menambahkan latihan daya tahan ke dalam jadwal olahraga Anda tiga hari dalam seminggu. Selain itu lakukan juga paling tidak dua setengah jam per minggu untuk latihan kardio pembakar kalori seperti berlari, bersepeda, atau berenang.

2. Cukup tidur

Kekurangan tidur dalam jangka panjang dapat memicu resistensi insulin, terutama bagi mereka yang berrisiko tinggi diabetes. Sebuah studi pendahuluan dari University of Chicago menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam per hari memiliki risiko diabetes yang tertinggi.

3. Konsumsi serat

Serat tidak hanya baik untuk pencernaan, namun juga baik untuk memperlambat glukosa dalam aliran darah. Maka jika ingin makan manis, cobalah buah-buahan yang manis sekaligus berserat seperti pir. Selain itu, cobalah nasi merah sebagai sumber karbohidrat Anda. Sebuah studi dalam Archives of Internal Medicine mengatakan, memakan dua atau lebih sajian nasi merah per minggu dapat mengurangi risiko diabetes sebanyak 11 persen.

4. Hindari stres

Stres kronik merupakan faktor risiko dari banyak penyakit, termasuk diabetes. Hal ini berhubungan dengan hormon stres kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Mengurangi stres dapat dilakukan dengan cara melatih pernapasan, mendengarkan musik lembut, atau mendapatkan pemijatan.

5. Konsumsi omega-3

Asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam ikan seperti salmon dan sardin dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin. Konsumsi paling tidak satu sajian per minggu.

6. Konsumsi vitamin D

Vitamin D mungkin bisa menjadi faktor kunci untuk melawan diabetes. Studi yang dipublikasi dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa orang yang cukup mengonsumsi vitamin D memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Konsumsi 1000 hingga 2000 IU vitamin D per hari melalui produk susu, ikan, atau suplemen.

7. Konsumsi kayu manis

Sebuah studi dalam Journal of the American Board of Family Medicine mengungkapkan, kayu manis dapat mengurangi kadar gula darah. Kayu manis kaya akan nutrien yang disebut polifenol yang membantu insulin untuk bekerja lebih efektif.

 

Sumber :
Womens Health
Categories: Diabetes, kesehatan | Tags: | Leave a comment

Refleksi 10 Tahun – sebuah kisah dari seorang Blogger penderita Leukemia

Bro H. Oce Kojiro

Awal bulan Juni 2013 ini tepat memasuki tahun yang kesepuluh aku hidup dengan LEUKEMIA. Bukan sebuah prestasi menurutku meskipun pada awalnya aku hanya diperkirakan bisa hidup paling lama hanya tiga tahun saja oleh dokterku karena aku menolak untuk mengkonsumsi obat utama dan konon obat yang terbaik untuk jenis penyakit kanker darah yang aku idap yaitu GLIVEC.

Penolakan (kerasku) terhadap glivec bukan karena aku sudah bosan hidup, tetapi lebih banyak karena sikap protesku terhadap propaganda yang mengatakan bahwa glivec adalah obat revolusioner dalam ilmu kedokteran modern dan farmasi yang bisa menyelamatkan ribuan bahkan jutaan nyawa penderita leukemia jenis CML (LGK) diseluruh dunia.

Kemudian pihak produsen dengan seenak perutnya sendiri mematok harga obat tersebut di Indonesia dengan harga yang fantastis dan sangat tidak masuk akal yaitu sekitar Rp 250.000,- untuk setiap butirnya dan perlu diketahui juga bahwa dosis minimal penggunaan obat tersebut adalah empat (4) butir dalam setiap harinya, dan jangan coba coba untuk mengurangi dosisnya karena sudah ratusan bahkan ribuan orang yang meninggal dunia karena mencoba menghentikan atau sekedar mengurangi dosis obat yang harga per gramnya lebih mahal dari emas itu.

Usut punya usut,,, kandungan didalam glivec hanyalah senyawa ‘imatinib yang digadang gadang sebagai penemuan terbesar abad ini, padahal di India sudah beredar versi generiknya sejak beberapa tahun yang lalu dengan harga jual yang sangat murah yaitu Rp 15.000,- perbutirnya.

Dan sayangnya,,, obat revolusional yang bernama glivec itu tidak secanggih yang diklaim oleh pembuatnya karena sampai hari ini tidak ada seorangpun penggunanya yang bisa sembuh dari leukemia jenis CML meskipun sudah rutin mengkonsumsi obat tersebut, bukan saja di Indonesia tetapi diseluruh dunia. Ini nyata !

Selain itu penggunaannya juga harus untuk seumur hidup, dan diperkirakan lama penggunaan obat ini juga hanya 6 sampai 8 tahun saja karena pada saat itu organ hati dan ginjal pengguna obat tersebut akan rusak dan tidak bisa berfungsi lagi disebabkan kerasnya obat tersebut. MATI !

Lantas (pertanyaannya) apa gerangan obat yang aku konsumsi hingga bisa bertahan hingga sepuluh tahun ?

Jawabannya adalah HYDREA, yaitu obat ‘kuno untuk leukemia jenis CML yang digunakan diseluruh dunia sebelum ditemukannya glivec pada sekitar tahun 2002 dan beredar di Indonesia tahun 2004.

Harus aku akui bahwa hydrea memang obat bodoh yang tidak mengetahui siapa kawan dan siapa lawan, yang pada prakteknya bukan hanya sel sel leukosit saja yang diserang dan dibunuhnya tetapi sel sel trombosit yang sehatpun juga dibantainya. Hydrea juga hanya sekedar obat untuk bertahan saja dari leukemia dan tidak untuk menyembuhkan, dimana secara teori pengguna hydrea hanya bisa bertahan maksimal selama tiga sampai lima tahun saja.

Namun jika kita sedikit cerdas, kita bisa saja bertahan lebih lama dari tiga tahun bahkan sampai lebih dari sepuluh atau duapuluh tahun dengan syarat,,, ada ‘harga yang harus dikeluarkan, yaitu kita harus bisa menjaga agar organ organ vital yang berada dalam tubuh kita tetap dalam kondisi baik agar kita bisa tetap bertahan hidup. Itu kata kuncinya !

Secara umum, organ ginjal manusia yang terkuat sekalipun tidak akan sanggup menerima dosis 4 butir hydrea dalam sehari selama lebih dari tiga tahun, namun jika kita bisa mengurangi asupan garam dan gula dalam konsumsi makanan kita setiap hari, maka hal yang mustahil itu bisa menjadi sebuah kenyataan. Begitu juga organ hati akan tetap sehat dan bisa terus diandalkan dalam menunjang kehidupan, jika kita terus menerus menjaganya dengan berbagai cara agar tetap dalam kondisi yang prima dengan salah satunya adalah rutin mengkonsumsi temulawak dan mengkonsumsi asupan air putih yang cukup dalam setiap harinya.

Begitu juga organ organ fital lainnya yang harus dijaga dan dirawat dengan caranya masing masing agar seorang pengguna hydrea dapat hidup lebih lama dari yang telah digariskan, karena sesungguhnya kita bisa merubah takdir kita sendiri jika kita mau.

Demikian reflesksi 10 tahunku ini kututup dengan mencoba mematahkan gencarnya propaganda yang mengatakan bahwa bahwa glivec adalah obat yang lebih baik dari pada hydrea. Selain itu juga  sebuah ungkapan segenap rasa syukurku kepada Allah SWT yang telah memberikanku hidup lebih lama, karena pada hakikatnya jiwa kita ada dalam genggamanNya.

sumber: http://www.ocekojiro.wordpress.com

Categories: kanker, kesehatan | Tags: , | Leave a comment

Yayasan Anyo Indonesia – Rumah Singgah Anak-anak Penderita Kanker

PEDULI KANKER: Ketua Yayasan Anyo Indonesia (YAI) Pinta Manulang-Panggabean ditemui di kantor YAI di Jakarta (16/5/2013) Hilmi Setiawan/Jawa Pos/JPNN

MARKAS Yayasan Anyo Indonesia (YAI) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rumah Anyo terletak di Jalan Anggrek Nelli Murni A-110, Slipi, Jakarta Barat. Jika dibanding deretan rumah di sekitarnya, Rumah Anyo terlihat jangkung. Lantai satu rumah itu lebih tinggi sekitar 2 meter dari jalan raya.

Saat dikunjungi Kamis pekan lalu (16/5), Rumah Anyo tampak sepi. Hari itu tidak banyak “tamu” yang datang. Meski begitu, pengelola tetap menyiapkan aneka mainan layaknya di taman kanak-kanak di teras rumah. Misalnya, ayunan, papan luncur, dan bentuk-bentuk permainan lain yang tertata rapi.

Rumah Anyo didirikan Pinta Manullang-Panggabean bersama suaminya, Sabar Manullang. Rumah singgah dua lantai yang mulai beroperasi pada 27 Juni 2012 itu mempunyai luas sekitar 300 meter persegi. Dengan luas tersebut, bangunan itu mampu menampung 24 pasien beserta pendampingnya.

Pasien kanker yang menginap di Rumah Anyo umumnya berasal dari luar Jakarta. Antara lain, Makassar, Lampung, Banjarmasin, dan kota-kota lain. Tetapi, pada kasus tertentu, ada juga pasien dari kawasan pinggiran Jakarta yang “terpaksa” menginap di Rumah Anyo karena pertimbangan penghematan ongkos.

Rumah singgah itu menjadi alternatif bagi penderika kanker dari daerah karena lokasinya yang dekat dengan Rumah Sakit (RS) Dharmais serta RS Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita. “Tinggal jalan kaki saja sudah sampai di dua rumah sakit tadi,” ujar Pinta Manullang-Panggabean.

Perempuan kelahiran Jakarta 50 tahun silam itu menuturkan, Rumah Anyo sama sekali tidak menjalankan fungsi layanan medis kepada para tamu. Rumah itu hanya menampung sementara para penderita kanker, khususnya anak-anak, yang sedang menjalani terapi di Jakarta.

“Misi kami menampung para pasien kanker adalah ingin membantu meringankan beban keluarga pasien selama berobat di Jakarta,” ujar dia.

Karena itu, dirinya tidak menarik ongkos menginap seperti di hotel atau penginapan lain yang harganya bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah semalam. Rumah Anyo hanya menarik “iuran kebersihan” Rp 5.000 (lima ribu rupiah) per hari. Uang itu memang hanya untuk ongkos menyapu lantai dan mengganti seprai.

“Kasihan keluarga pasien. Sudah capek fisik karena harus ke Jakarta membawa anak mereka yang sakit, juga capek psikis. Mereka masih harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengobati anaknya,” paparnya.

Pinta sangat tahu kondisi keluarga yang sedang mendapat “cobaan” merawat pasien kanker. Sebab, anak pertama Pinta yang bernama Andrew Maruli David Manullang mengidap kanker darah atau leukemia. Andrew yang lahir di Jakarta pada 14 Juni 1989 itu akhirnya meninggal dengan wajah tersenyum pada 7 Desember 2008.

Semasa hidup, Andrew punya nama panggilan sayang, Anyo. Nah, nama itulah yang kemudian diabadikan Pinta untuk menamai rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker tersebut. Setiap melihat bocah-bocah penderita kanker di Rumah Anyo, Pinta mengaku sering teringat Anyo.

“Tetapi, saya tidak boleh menunjukkan rasa sedih kepada mereka,” jelas perempuan yang bekerja sebagai media representative Euromoney itu.

Pinta lantas menceritakan kisah Anyo sejak terserang leukemia hingga dijemput Sang Pencipta. Saat awal sakit, Anyo sama sekali tidak menunjukkan bahwa dirinya menderita kanker darah. Oleh beberapa dokter yang memeriksa, Anyo divonis sakit tifus. “Tapi, tidak sembuh-sembuh. Tubuh Anyo malah semakin kurus. Kami jadi bingung,” ungkap Pinta.

Diliputi kecemasan yang luar biasa, Anyo akhirnya menjalani observasi total di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Cinere, Kota Depok. Hasilnya cukup mengejutkan, leukositnya tinggi sekali hingga mencapai seratusan ribu keping. Dari kondisi tersebut, diagnosis Anyo terkena leukemia sangat kuat. Tanpa pikir panjang, Pinta lalu membawa Anyo ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Saat itu Anyo masih berusia 11 tahun dan duduk di kelas 6 SD. Dia dibawa ke RSCM pada Oktober 2000. Kebetulan, saat itu sedang ada kerja sama antara RSCM dan Academisch Medisch Centrum (ACM) Belanda, semacam RS pendidikan di Indonesia. Kerja sama itu terkait dengan penanganan penderita kanker.

Anyo menjadi bagian dari model kerja sama penanganan penderita kanker tersebut. Karena itu, November 2000, dia diterbangkan ke Belanda untuk menjalani perawatan di Negeri Kincir Angin tersebut. Pengobatan kanker di ACM rata-rata sejenis kemoterapi.

Total Anyo menjalani pengobatan di ACM sekitar 3,5 bulan. Setelah kondisinya membaik, dia diperbolehkan pulang ke tanah air. Dia lalu melanjutkan sekolah di bangku SMP.

Tapi, saat menyiapkan diri menghadapi ujian kelas 3 SMP, tiba-tiba kondisi kesehatan Anyo turun drastis. Dia lantas diterbangkan ke Belanda lagi untuk menjalani pengobatan. Tidak membutuhkan waktu lama, dia diperbolehkan pulang karena kesehatannya sudah pulih kembali.

Kondisi memburuk terjadi lagi ketika Anyo duduk di kelas 3 SMA dan menghadapi ujian akhir. Bahkan, kali ini agak parah. “Dugaan saya, pemicunya karena Anyo stres. Sebab, dua kali dia drop ketika akan menghadapi ujian,” ujarnya. “Tapi, kata dokter bukan itu penyebabnya.”

Saat kondisi Anyo turun drastis menjelang kuliah itu, tim dokter di Belanda menyarankan agar dia menjalani transplantasi stem cell (sel induk atau sel punca). Kala itu sel induk yang akan ditransplantasikan ke Anyo adalah milik Andri Manullang, anak kedua Pinta, yang masih 15 tahun.

“Si adik tidak keberatan. Dia ikhlas demi membantu kesembuhan kakaknya,” kenang Pinta.

Operasi transplantasi dilakukan pada 9 Mei 2007 dan berlangsung lancar. Awalnya, transplantasi stem cell itu dinilai cukup berhasil. Kondisi Anyo terus membaik. Setiap tes kesehatan, komposisi sel darahnya normal. Anyo pun sempat mengenyam kuliah di Amsterdam, Belanda.

Tetapi, setahun kemudian, April 2008, kesehatan Anyo turun lagi. Kali ini dokter sudah kehabisan cara. Sebab, transplantasi sel induk setahun sebelumnya dianggap sebagai upaya akhir. Anyo pun disarankan untuk menjalani kemoterapi umum.

Saran itu dijalankan Pinta. Dia membawa Anyo untuk menjalani kemoterapi yang sedianya berlangsung enam kali. Tetapi, saat memasuki kemoterapi ketiga, kondisi Anyo benar-benar lemah. “Saya harus legawa. Menangis bombay percuma, malah membuat Anyo stres,” katanya.

Melihat kondisi anaknya yang “tak berpengharapan lagi”, Pinta sempat menawari Anyo untuk tetap dirawat di Belanda atau pulang ke Indonesia. Anyo pun seperti menyadari umurnya tidak lama lagi. Karena itu, dia memilih pulang ke tanah air. Benar saja, tidak lama kemudian, tepatnya 7 Desember 2008, pemuda cerdas itu akhirnya mengembuskan napas terakhir dengan damai.

Belajar dari kasus anaknya tersebut, Pinta dapat memetik nilai positif. Dia harus menghargai proses, sedangkan urusan hasil akhir bukan wewenang manusia.

“Saya sering berpesan kepada orang tua pasien agar kooperatif dengan dokter yang merawat anak kita,” tegasnya.

Misalnya, ketika dokter bilang harus segera dibiopsi (pengangkatan sejumlah jaringan tubuh untuk cek laboratorium), orang tua harus menyetujui. Hal itu dilakukan supaya keganasan kanker tidak kian menjadi-jadi.

Melalui bendera Yayasan Anyo Indonesia (YAI), Pinta kerap berkelana ke berbagai kota untuk mengampanyekan bahaya kanker. Khususnya yang menjangkiti anak-anak. Dalam setiap aktivitasnya itu, dia membawa serta dokter dari Jakarta.

Sayangnya, jumlah dokter ahli yang berkompeten menangani pasien kanker anak-anak di Indonesia masih minim. Jumlahnya berkisar 70 orang. Itu pun terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Meski begitu, dia bertekad untuk terus mengembangkan fungsi Rumah Anyo sebagai rumah sementara anak-anak penderita kanker. Dia yakin tarif Rp 5.000 per hari itu tidak memberatkan orang tua atau keluarga penderita kanker.

“Ini proyek kemanusiaan. Kasihan mereka sudah jauh-jauh ke Jakarta dan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Mudah-mudahan Rumah Anyo dapat sedikit meringankan beban keluarga pasien,” ujar Pinta sembari mengetuk hati para dermawan untuk bersedia mendonasikan sedikit rezekinya melalui YAI.

Categories: kanker, kesehatan | Tags: , | Leave a comment

Leukemia (Kanker Darah)

Penyakit Kanker Darah (Leukimia) – Kanker Darah (Leukemia) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Kanker Darah (Leukemia) umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.
Penyakit Leukemia Akut dan Kronis
Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.
Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel 
Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.
Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
  1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
  2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
  3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
  4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.
Penyebab Penyakit Leukemia
Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
  1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
  2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
  3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia 
Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
  • Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).
  • Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).
  • Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.
  • Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
  • Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.
  • Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.
  • Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Diagnosa Penyakit Leukemia 
(Kanker Darah) Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.

sumber :http://doktersehat.com/informasi-leukimia-kanker-darah/

 

Categories: kanker, kesehatan | Tags: | Leave a comment