kesehatan

Puasa Ramadhan Bisa Sembuhkan Maag

Dispepsia atau yang lebih dikenal dengan penyakit maag dapat disembuhkan dengan berpuasa Ramadhan, kata dokter spesialis penyakit dalam dari Divisi Gastroenterologi FKUI-RSCM, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPd-KGEH.

“Orang yang punya maag kebanyakan takut berpuasa, justru kepada mereka dianjurkan untuk berpuasa karena puasa akan menyembuhkan sakit maagnya,” kata Ari dikutip Antara, Jumat (12/07/2013).

Ari menjelaskan bahwa sebagian besar pasien sakit maag adalah sakit maag fungsional yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak teratur, serta konsumsi makanan yang tidak sehat dan banyak mengandung lemak serta tinggi asam.

Kopi, minuman bersoda, serta rokok adalah beberapa jenis konsumsi yang memicu naiknya asam lambung.

“Pada pemeriksaan endoskopi tidak ditemukan kelainan yang bermakna pada saluran cerna atas mereka,” jelas Ari.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tahap awal dalam mengobati maag adalah pola makan yang teratur, serta menghindari camilan tinggi asam dan lemak.

“Hal ini bisa dilakukan pada saat berpuasa Ramadhan,” tambah dia. Karena selama berpuasa, pola makan menjadi lebih teratur yaitu pada saat sahur dan berbuka.

Selain itu, menghindari stres dengan pengendalian diri juga bisa membantu mengobati maag, karena saat tingkat stres menurun akan diikuti dengan menurunnya kadar asam lambung.

Sementara itu, pada kelompok yang menderita maag organik atau memiliki luka dalam kerongkongan, lambung dan usus dua belas jari juga tetap dianjurkan berpuasa tetapi tetap dibantu dengan konsumsi obat.

Namun Ari mengingatkan bahwa dalam kondisi tertentu pasien sakit maag dilarang untuk berpuasa.

“Yang sedang mengalami perdarahan lambung dengan gejala muntah darah atau buang air besar hitam, muntah berulang dan setiap makan muntah memang tidak diperbolehkan untuk puasa, justru harus dirawat di rumah sakit,” imbuh Ari.*

Rep:

Panji Islam
Categories: kesehatan | Tags: | Leave a comment

PUASA = Detoksifikasi

Puasa Membuang Racun Tubuh. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh pasti akan membuat residu atau sisa dari hasil metabolisme. Jadi, mau tidak mau kita perlu melakukan proses detoksifikasi atau pengeluaran racun-racun dalam tubuh agar residu makanan yang menumpuk akan mengakibatkan penyakit.
Sebenarnya tubuh sudah memiliki mekanisme pengeluaran racun sendiri, misalnya dengan berkeringat, buang air kecil, atau buang air besar. Namun mekanisme alamiah ini kadang kala terganggu, misalnya karena kurang makan serat maka kita tidak bisa BAB setiap hari, sehingga racun pun menumpuk. Bayangkan jika gangguan itu terjadi berhari-hari.

Karena itulah para ahli kesehatan menyarankan agar kita melakukan detoksifikasi secara berkala. Proses detoks dapat dilakukan dengan bermacam metode. Banyak ahli gizi yang menciptakan metode detoks dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Salah satunya adalah dengan hanya makan buah-buahan saja selama seminggu.

Namun detoks tidak harus dilakukan dengan metode yang mahal dan menyiksa. Berpuasa pun bisa menjadi salah satu metode detoks yang sekaligus meningkatkan keimanan.

Ahli gizi dan pangan Institut Pertanian Bogor Profesor Made Astawan mengatakan, prinsip detoks yaitu membuang racun-racun yang diproduksi dari hasil metabolisme. Sementara puasa berarti tidak mengonsumsi makanan apapun selama periode waktu tertentu sehingga menyediakan waktu tubuh untuk membuang sendiri sisa-sisa metabolisme tersebut.

“Puasa bisa jadi salah satu sarana detoks yang berguna,” ungkapnya dalam seminar kesehatan bertajuk “S.O.D.A (Smart on Doing Activity) – Jangan Takut Makan Enak”.

Menurut Made, puasa merupakan metode detoks yang paling ideal. Pasalnya, orang yang menjalaninya tetap bisa makan di waktu sahur dan berbuka. Berbeda dengan metode yang cukup kompleks seperti cuci usus yang dinilai Made berlebihan.

“Yang penting adalah mengurangi makanan-makanan berat, dan memperbanyak sayur dan buah. Jadi jangan kalap saat sahur dan berbuka atau puasa tidak akan memberikan efek detoks yang optimal,” tutur Made.

Kendati berpuasa satu bulan penuh identik dengan latar belakang agama tertentu, sebenarnya agama lainnya juga memiliki metode puasa sendiri-sendiri. Made mencontohkan, puasa mutih yang hanya makan makanan berwarna putih juga bisa jadi upaya detoks.

Jika dilakukan secara benar, detoksifikasi bisa menghasilkan perubahan yang cukup drastis pada tubuh, antara lain kulit menjadi lebih kencang, tubuh lebih bugar, sehat, daya ingat meningkat, dan gejala pusing dan lemas berkurang. Manfaat puasa dari segi kesehatan membuang racun tubuh detoksifikasi alami.

Categories: kesehatan | Tags: | Leave a comment

Manfaat Puasa buat Saraf

SETIAP orang beresiko mengalami kondisi gangguan dan kerusakan saraf. Salah satunya dapat disebabkan karena adanya trauma pada saraf. Namun, kondisi ini bisa diatasi dengan cara berpuasa. Mengapa? simak artikel berikut.

Menurut konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM, Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), ketika kita berpuasa, tubuh dapat mempunyai kesempatan melakukan detoksifikasi (proses pembersihan racun dari tubuh) yang muncul akibat pola hidup sehari-hari dan mungkin tidak sehat.

“Ketika berpuasa tubuh bisa melakukan proses detoksifikasi atau proses pengurangan kadar racun dari dalam tubuh. Karena zat racun yang tersimpan lemak akan larut, dan dikeluarkan dari tubuh,” ujar Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) dalam media workshop bertema “Neuropati & Puasa, Kondisi & Cara Penanganannya” di Pad@28, Jakarta, Selasa 16 Juli 2013.

Lebih lanjut, Dr. Manfaluthy juga mengatakan, berpuasa dapat meningkatkan kondisi mental, kewaspadaan, dan bisa lebih fokus.

“Hal ini karena beberapa hormon tertentu seperti endorfin mengalami peningkatan dalam darah setelah beberapa hari berpuasa,” tambahnya.

Lebih lanjut dokter ramah ini mengatakan, dengan berpuasa tubuh bisa mengalihkan pengunaan glukosa ke lemak, sebagai sumber energi secara perlahan, “Berpuasa dapat mencegah terjadinya kerusakan saraf dan otot,” tutupnya. (tty)

sumber : okezone

Categories: kesehatan | Tags: | Leave a comment

10 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Berikut 10 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

1. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.

2. Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

3. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.

4. Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.

5. Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.

6. Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.

7. Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan member perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

8. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang meberika pengaruh stumulatif bagi respon imunitas tubuh.

9. Pada pelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apobetta, menaikkan kadar apoalfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan seragan penyakit jantung dan pembuluh darah.

10. Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

Categories: kesehatan | Tags: | Leave a comment

Puasa Bikin Fungsi Ginjal Lansia Membaik

PUASA Ramadhan memiliki banyak manfaat bagi tubuh, tak terkecuali seorang yang sudah berusia lanjut. Salah satu manfaatnya ialah memperbaiki fungsi ginjal jadi lebih baik.

Hal ini diungkap oleh Dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD, KGer, FINASIM dari Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia menjelaskan bahwa manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan tubuh juga masih bisa dirasakan kendati seorang sudah dalam usia lanjut. Bila lansia menjalani puasa dengan disertai asupan minum yang cukup, puasa tersebut bisa memperbaiki fungsi ginjalnya.

“Puasa yang sudah dipersiapkan dengan baik, akan membuat fungsi ginjal seorang lansia membaik. Hal ini berdasarkan hasil penelitian terhadap responden berusia 60 tahun ke atas, yang mana penelitian ini ingin mengetahui pengaruh asupan cairan selama puasa Ramadhan terhadap fungsi ginjal. Ditemukan, fungsi ginjal seorang lansia membaik pada hari ke-28 Ramadhan dan hari ke-14 setelah Ramadhan,” katanya dalam acara yang bertema Meraih Kesempurnaan Ibadah Puasa dengan Sehat Fisik dan Jasmani, di Aula Fakultas Kedokteran Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa kebenaran manfaat ini sudah valid, semua data diolah secara klinis berdasarkan nilai CCT. Sehingga dari sana disimpulkan bahwa ada kecenderungan perbaikan fungsi ginjal selama puasa.

Kemudian, tambah Dr. Edy, hal ini juga sekaligus menegaskan bahwa tak ada gangguan fungsi ginjal yang akan dialami selama menjalani puasa Ramadhan. Jadi para orangtua yang sudah berusia lanjut tak perlu takut bila ingin menjalani puasa Ramadhan.

Selama asupan air putih cukup dalam tubuh, yang merupakan tonggak fungsi ginjal. Semua orang yang sudah dalam usia lanjut aman menjalani puasa Ramadhan,” tutupnya. (ind)

sumber: okezone

Categories: Ginjal, kesehatan | Tags: | Leave a comment

Diabetes dan Gagal Ginjal Sembuh Lewat Cangkok Pankreas dan Ginjal

Dr Victor Lee (Foto: detikHealth)

Singapura, Lebih jahat dari pencuri, penyakit diabetes selalu datang tanpa diundang namun tak kunjung mau pergi. Penyakit ini merupakan induk dari berbagai masalah kesehatan seperti stroke, hipertensi, jantung koroner dan disfungsi ereksi. Tapi kini, dokter di Singapura bisa mengusir diabetes dengan transplantasi pankreas.

Penyakit diabetes atau kencing manis dimulai dari rendahnya insulin di dalam tubuh yang berfungsi menyerap gula dari makanan. Akibatnya, kadar gula di dalam darah menumpuk dan memicu komplikasi. Insulin dikeluarkan oleh organ pankreas yang berfungsi utama sebagai pengatur kadar gula darah.

“Sebenarnya tanpa pankreas pun pasien masih bisa hidup. Dia bisa mendapat suntikan insulin untuk mengatur kadar gula darah. Tapi jelas kualitas hidupnya akan sangat terganggu. Apalagi diabetes merupakan penyebab utama gagal ginjal sehingga pasien memerlukan cuci darah rutin,” kata dr Victor Lee, konsultan dari departemen bedah Singapore General Hospital.

Hal itu dikemukakan dr Victor dalam acara 19th Asian Congress Surgery yang diselenggarakan di Gedung The Academia, Singapore General Hospital seperti ditulis Senin (22/7/2013). Diabetes sendiri dikenal sebagai penyakit yang tak bisa disembuhkan, terutama diabetes tipe 2 karena tubuh mengalami resistensi insulin.

Pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin namun tidak dapat dimanfaatkan. Sedangkan pada diabetes tipe 1, tubuh tidak bisa memproduksi insulin sama sekali atau jumlahnya sedikit karena terjadi kerusakan pankreas. Diabetes tipe 1 inilah yang bisa disembuhkan dengan transplantasi pankreas.

Transplantasi pankreas dilakukan untuk mengobati diabetes tipe 1 yang susah dikontrol disertai serangan hipoglikemia mendadak dan dapat mengancam nyawa. Pada penderita diabetes tipe 1 yang mengalami gagal ginjal, transplantasi pankreas dilakukan bersamaan dengan transplantasi ginjal.

“Transplantasi ginjal dan pankreas bersamaan akan lebih ideal jika organnya berasal dari tubuh yang sama, jadi risiko penolakannya akan lebih kecil,” jelas dr Victor.

Sayangnya, tak banyak dokter yang bisa melakukan prosedur transplantasi ginjal dan pankreas secara bersamaan. Di Singapura saja, baru ada 1 pasien yang menjalani operasi ini dibawah penanganan dr Victor. Selanjutnya, masih ada 3 orang pasien lain yang tengah menunggu menjalani prosedur serupa.

Dr Victor sendiri telah berhasil mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang melakukan transplantasi ginjal dan pankreas sekaligus di Singapura. Pasien yang dia tangani mengalami diabetes tipe 1 parah sekaligus gagal ginjal. Setelah menjalani operasi selama sekitar 5 – 6 jam, kini pasien sudah sembuh dari diabetes dan gagal ginjal.

“Masalah yang paling sering dialami adalah ketersediaan organ. Tak banyak orang yang mau menyumbangkan pankreas dan ginjal sekaligus atau memperoleh pankreas dan ginjal yang masih bagus dari donor yang sudah meninggal. Terkadang tidak semua bagian pankreas harus diambil, melainkan bagian ujungnya saja yang banyak terdapat sel-sel penghasil insulin,” terang dr Victor.

Jadi, pankreas dapat diambil dari donor yang masih hidup dengan membagi separuh pankreasnya. Namun pankreas yang digunakan pun harus dites dulu agar ditemukan organ yang sangat baik. Dengan kata lain, dokter harus menemukan ‘super pankreas’, dan pemilik pankreas seperti ini pun belum tentu mau menyumbangkan separuh organnya, kecuali kepada orang yang memiliki kedekatan emosional.

sumber: detik.com

Categories: Ginjal, kesehatan | Tags: , | Leave a comment

Biaya yang Dibutuhkan Bila Kena Gagal Ginjal !

 

Ginjal merupakan organ yang penting dalam sistem metabolik tubuh manusia karena memiliki fungsi utama sebagai penyaring racun dan zat sisa dalam darah. Bila ginjal rusak dan sudah mengalami gagal ginjal, maka biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit.
Ginjal merupakan filter yang sangat baik, fungsi utamanya adalah untuk membersihkan racun dan mengeluarkan limbah dari darah. Ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh, serta untuk mengeluarkan hormon yang membantu produksi sel darah merah. Oleh karena itu, ginjal memainkan peran utama dalam mengatur tekanan darah dan menyeimbangkan elektrolit penting yang menjaga ritme jantung.

Selain berfungsi untuk menyaring dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan dan mempertahankan kandungan nutrisi dan mineral yang diperlukan tubuh, ginjal juga berperan dalam keseimbangan sirkulasi darah dalam tubuh, yakni dengan mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah.

Setiap hari, ginjal memfilter 180 liter darah. Ginjal menerima 100-120 mL darah per menit, di mana jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan ukurannya yang kecil. Hal tersebut berarti setiap harinya ginjal memfilter darah sebanyak 50 kali dalam sehari.

“Kerusakan ginjal ringan terjadi bila fungsinya sudah kurang dari 90 persen. Dan bila kurang dari 15 persen, maka artinya pasien sudah mengalami gagal ginjal yang obatnya harus hemodialisis (cuci darah) atau transplantasi (cangkok),” jelas dr Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dalam acara Konferensi Pers ‘Hari Ginjal Sedunia: Sayangi Ginjal Anda, Minumlah Air Putih yang Cukup!’ di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (6/3/2012).

Menurut dr Dharmeizar, bila sudah mengalami gagal ginjal, diperlukan terapi pengganti ginjal yang biayanya tidak sedikit.

Berikut biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalani terapi pengganti ginjal:

Hemodialisis (cuci darah)

  1. Dilakukan seminggu 2 kali
  2. 5 jam per sesi
  3. Biaya per tahun Rp 50-80 juta

CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau cuci darah lewat perut)

  1. Pemasangan kateter Rp 10 juta
  2. Biaya CAPD per tahun Rp 50-75 juta

Transplantasi ginjal

  1. Pretransplantasi dan prosedur Rp 200 juta
  2. Biaya per tahun Rp 75-150 juta

Gagal ginjal biasanya berawal dari penyakit ginjal kronik, yaitu menurunkan fungsi ginjal. Pada kondisi ini orang biasanya tidak merasakan gejala yang terlalu berarti sampai akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal, yang artinya fungsi ginjalnya kurang dari 15 persen.

Gagal ginjal terjadi karena organ ginjal mengalami penurunan hingga menyebabkan tidak mampu bekerja dalam menyaring elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh (sodium dan kalium) dalam darah atau produksi urine.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang mengalami kerusakan atau gagal ginjal:

  1. Diabetes melitus
  2. Hipertensi
  3. Kelainan ginjal (penyakit ginjal polikistik)
  4. Penyakit autoimun
  5. Penyumbatan saluran kemih
  6. Kanker
  7. Rusaknya sel penyaring pada ginjal.

“Pengidap penyakit ini ditandai dengan lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat atau anemia,” tutup dr Dharmeizar.

sumber: detik.com

Categories: Ginjal, kesehatan | Tags: | Leave a comment

Hemodialisis

 

Hemodialisis berasal dari kata “hemo” artinya darah, dan “dialisis ” artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisis berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis. Hemodialisis dikenal secara awam dengan istilah ‘cuci darah’.

Cara kerja

Pada hemodialisis darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan diedarkan dalam sebuah mesin di luar tubuh, sehingga cara ini memerlukan jalan keluar-masuk aliran darah. Untuk itu dibuat jalur buatan di antara pembuluh arteri dan vena atau disebut fistula arteriovenosa melalui pembedahan. Lalu dengan selang darah dari fistula, darah dialirkan dan dipompa ke dalam mesin dialisis. Untuk mencegah pembekuan darah selama proses pencucian, maka diberikan obat antibeku yaitu Heparin.

Sebenarnya proses pencucian darah dilakukan oleh tabung di luar mesin yang bernama dialiser. Di dalam dialiser, terjadi proses pencucian, mirip dengan yang berlangsung di dalam ginjal. Pada dialiser terdapat 2 kompartemen serta sebuah selaput di tengahnya. Mesin digunakan sebagai pencatat dan pengontrol aliran darah, suhu, dan tekanan.

 

Aliran darah masuk ke salah satu kompartemen dialiser. Pada kompartemen lainnya dialirkan dialisat, yaitu suatu carian yang memiliki komposisi kimia menyerupai cairan tubuh normal. Kedua kompartemen dipisahkan oleh selaput semipermeabel yang mencegah dialisat mengalir secara berlawanan arah. Zat-zat sampah, zat racun, dan air yang ada dalam darah dapat berpindah melalui selaput semipermeabel menuju dialisat. Itu karena, selama penyaringan darah, terjadi peristiwa difusi dan ultrafiltrasi. Ukuran molekul sel-sel dan protein darah lebih besar dari zat sampah dan racun, sehingga tidak ikut menembus selaput semipermeabel. Darah yang telah tersaring menjadi bersih dan dikembalikan ke dalam tubuh penderita. Dialisat yang menjadi kotor karena mengandung zat racun dan sampah, lalu dialirkan keluar ke penampungan dialisat.

Difusi adalah peristiwa berpindahnya suatu zat dalam campuran, dari bagian pekat ke bagian yang lebih encer. Difusi dapat terjadi bila ada perbedaan kadar zat terlarut dalam darah dan dalam dialisat. Dialisat berisi komponen seperti larutan garam dan glukosa yang dibutuhkan tubuh. Jika tubuh kekurangan zat tersebut saat proses hemodialisis, maka difusi zat-zat tersebut akan terjadi dari dialisat ke darah.

Ultrafiltrasi merupakan proses berpindahnya air dan zat terlarut karena perbedaan tekanan hidrostatis dalam darah dan dialisat. Tekanan darah yang lebih tinggi dari dialisat memaksa air melewati selaput semipermeabel. Air mempunyai molekul sangat kecil sehingga pergerakan air melewati selaput diikuti juga oleh zat sampah dengan molekul kecil.

Kedua peristiwa tersebut terjadi secara bersamaan. Setelah proses penyaringan dalam dialiser selesai, maka akan didapatkan darah yang bersih. Darah itu kemudian akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.

Rata-rata tiap orang memerlukan waktu 9 hingga 12 jam dalam seminggu untuk menyaring seluruh darah dalam tubuh. Tabi biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan selama seminggu, jadi 3 – 5 jam tiap penyaringan. Tapi hal ini tergantung juga pada tingkat kerusakan ginjalnya.[1]

sumber: wikipedia

Categories: Ginjal, kesehatan | Tags: | Leave a comment

Efek Buruk Soda buat Ginjal !

Minuman berkarbonasi adalah salah satu minuman tidak sehat yang dapat menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan lainnya. Soda juga diklaim menggunakan pemanis buatan yang dapat memicu kanker. Dan, sebuah studi terbaru menemukan bahwa jika Anda minum lebih dari dua gelas minuman soda setiap hari, Anda dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal kronis. Berikut adalah efek buruk soda terhadap kesehatan ginjal Anda, seperti dilansir Boldsky.

1. Asam fosfat

Soda biasanya mengandung banyak asam fosfat, yang dapat mempengaruhi pembentukan batu ginjal di saluran kemih. Asam fosfat dapat mengikat mineral lain, seperti kalsium, di dalam ginjal dan menyebabkan pembentukan batu ginjal.

2. Sodium

Soda biasanya mengandung mineral yang disebut sodium. Ini adalah jenis garam yang akan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan ginjal untuk menyaring limbah dari tubuh dan meningkatkan risiko penumpukan racun dalam darah.

3. Pemanis buatan

Diet soda adalah minuman yang diklaim bebas gula, tetapi kandungan gula dalam pemanis buatan lebih tinggi daripada gula normal bila dibandingkan. Penelitian menunjukkan bahwa minum diet soda memiliki efek negatif pada fungsi ginjal. Mengonsumsi diet soda dua kali dalam sehari menyebabkan peningkatan dua kali lipat dalam kemungkinan penurunan fungsi ginjal.

4. Kafein

Hampir semua soda mengandung kafein di dalamnya, yang tentunya tidak memiliki efek positif pada ginjal. Hal ini dikarenakan kafein adalah zat yang dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan peningkatan risiko penyakit ginjal. Hal ini terutama berlaku untuk diet soda, yang secara langsung berkaitan dengan lonjakan tekanan darah.

5. Sirup jagung

Soda mungkin memiliki efek negatif pada ginjal karena sirup jagung fruktosa tinggi ditambahkan ke dalamnya. Sirup jagung berisi banyak kalori, yang dapat menyebabkan penyakit ginjal dan peningkatan tekanan darah. Hal ini terjadi karena sirup jagung berkontribusi terhadap sensitivitas insulin dan obesitas.

sumber: merdeka.com
Categories: Ginjal, kesehatan | Tags: | Leave a comment

Konsumsi Susu Berlebihan Picu Penyakit Ginjal

Mengonsumsi susu melebihi jumlah kebutuhan yang dianjurkan akan membahayakan kesehatan. Salah satunya adalah memicu penyakit ginjal.

“Susu adalah sumber kalsium yang memang diperlukan oleh tubuh, tapi terlalu banyak konsumsi kalsium dapat membebani kerja ginjal,” ujar dokter spesialis gizi klinik dan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, Selasa.

Terlalu banyak asupan kalsium memang akan memicu masalah pada ginjal seperti timbulnya batu ginjal. Kalsium yang tidak terserap tubuh, akan terbuang melalui saluran kencing untuk mempertahankan keseimbangannya di dalam tubuh.

Namun, sebelumnya kalsium akan mengendap pada saringan ginjal, inilah yang menyebabkan pembentukan batu kristal pada ginjal yang disebut kalsium oxalat atau kalsium phosphate.

“Jadi memang sebaiknya konsumsi susu cukup satu atau dua gelas per hari untuk orang normal, karena ada sumber kalsium yang berasal dari bahan makanan lain selain susu,” jelas Saptawati.

Berdasarkan kebutuhan pada umumnya, laki-laki hanya membutuhkan 1.000mg sampai 1.200mg kalsium setiap harinya.

Sementara perempuan membutuhkan sekitar 1.200mg hingga 1.500mg kalsium perhari, dan anak-anak membutuhkan 1.300mg kalsium per hari. Asupan kalsium terbanyak yang boleh dikonsumsi per hari adalah 2.500mg.

sumber: republika

Categories: Ginjal, kesehatan | Tags: | Leave a comment