Flora & Fauna

SAFFRON

 

 

 

Kuma-kuma/SAFRON
Bunga kuma-kuma dengan tangkai putik berwarna merah

Bunga kuma-kuma dengan tangkai putik berwarna merah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Asparagales
Famili: Iridaceae
Genus: Crocus
Spesies: C. sativus
Nama binomial
Crocus sativus

Kuma-kuma atau safron (saffron) adalah nama untuk rempah-rempah dari bunga Crocus sativus, sekaligus nama umum untuk tanaman Crocus sativus dari marga crocus famili Iridaceae.

Bunga kuma-kuma memiliki tiga kepala putik (stigma) yang terletak distal terhadap daun buah. Bagian tangkai putik, yang menghubungkan stigma dengan bagian bunga paling dalam, sering dikeringkan dan disebut safron yang dipakai sebagai bumbu masakan dan bahan pewarna.

Tanaman kuma-kuma berasal dari Asia Barat Daya,[1][2] dan safron bertahan sebagai komoditas rempah menurut timbangan berat yang termahal di dunia selama beberapa dekade.[3][1] Tanaman ini pertama kali dibudidayakan di sekitar Yunani.[4]

Safron memiliki rasa khas sedikit pahit dan berbau harum seperti iodoform atau rumput kering yang disebabkan zat kimia bernama picrocrocin dan safranal.[5][6] Safron mengandung crocin, salah satu bahan pewarna karotenoid yang membuat makanan menjadi kuning keemasan. Warna kuning terang safron menjadikannya sebagai rempah-rempah yang paling banyak dicari orang di dunia. Dalam pengobatan tradisional, safron digunakan sebagai obat berbagai macam penyakit.

Safron sudah dibudidayakan lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Tanaman safron yang dibudidayakan orang sekarang ini berasal dari spesies Crocus cartwrightianus yang berasal dari alam bebas. Spesies C. sativus yang muncul di akhir zaman perunggu di pulau Kreta adalah mutan steril dari C. cartwrightianus, akibat seleksi yang dilakukan petani dengan hanya menanam tanaman safron yang memiliki tangkai putik yang panjang.[20] Safron pertama kali dicatat dalam naskah botani asal abad ke-7 SM yang dikumpulkan atas perintah Ashurbanipal. Sejak itu selama 4.000, safron terus disebut-sebut orang sebagai obat yang bisa mengobati lebih dari 90 jenis penyakit.

Urutan negara-negara penghasil safron yang utama berdasarkan jumlah produksi adalah: Iran, Spanyol, India, Yunani, Azerbaijan, Maroko, dan Italia. Satu pon (450 gram) safron kering berasal dari 50.000–75.000 kuntum bunga yang ditanam di lahan sebesar lapangan sepak bola[55][56] Panen 150.000 kuntum bunga membutuhkan kerja keras selama 40 jam siang-malam.[57] Setelah diambil dari bunga, tangkai putik mudah menjadi kering dan (sebaiknya) disimpan di dalam wadah kedap udara.[58]

Harga safron di tingkat pedagang grosir dan eceran berkisar antara 500 dolar AS per pon hingga 5.000 dolar AS per pon (US$1.100–US$11.000 per kilogram). Di negara-negara Barat, harga eceran rata-rata adalah $1.000 per pon (US$2200 per kilogram).[1] Satu pon safron terdiri dari 70.000 hingga 200.000 tangkai putik. Ciri khas safron segar adalah warna merah terang, sedikit lembap, elastis, dan tidak mudah hancur.

 

SUMBER : WIKIPEDIA

Categories: Flora & Fauna | Tags: | Leave a comment

Pohon Berbalut ‘Emas’

detail berita

Ilmuwan Australia mengonfirmasi temuan partikel emas pada daun di tanaman ‘eucalyptus’. Menurut tim ilmuwan, munculnya partikel emas ini karena tanaman menyerap mineral tertentu yang terkubur beberapa meter di bawah tanah.

Dilansir Independent, (23/10/2013), uang tidak bisa tumbuh pada pohon atau tanaman. Namun, emas rupanya bisa ‘tumbuh’ menurut tim ilmuwan yang mengonfirmasi kehadiran mineral pada daun tanaman tersebut.

Peneliti yang berbasis di Australia menemukan partikel emas tersembunyi dalam dedauan pohon eucalyptus. Ini menunjukkan bahwa endapan emas juga terkubur beberapa meter di bawahnya.

Butiran emas kabarnya tumbuh dalam daun kira-kira seperlima diameter rambut manusia, atau lima kali lebih tipis dari rambut manusia. Temuan ciri daun tersebut memberikan kesempatan unik untuk eksplorasi mineral.

Ahli Geokimia dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRPO) Australia mengatakan, pohon eucalyptus di Australia Barat menyusun partikel emas dari Bumi melalui sistem akar. Kemudian, tanaman ini menyimpannya di daun dan cabang-cabang mereka.

Meskipun jumlah yang ditemukan kecil, kehadiran mereka bisa menunjukkan deposit bijih emas yang terkubur hingga puluhan meter di bawah tanah. Selain itu, tanaman ini juga bisa menunjukkan adanya bijih emas yang terpendam dengan usia hingga 60 juta tahun.

Penulis studi, Mel Lintern mengatakan, tim menggunakan detektor Maia dari CSIRO. Detektor ini merupakan mesin yang menggunakan sinar-X untuk menyelidiki objek secara detail, yakni menemukan partikel emas.

Alat ini juga mampu menghasilkan gambar emas yang ditemukan di daun, kulit batang serta ranting pohon. “Tanaman eucalypt bertindak sebagai pompa hidrolik, akarnya memperpanjang hingga puluhan meter ke dalam tanah dan mengangkat air yang mengandung emas,” pungkas Lintern

Categories: Flora & Fauna | Tags: | Leave a comment

Orang Gemuk Lebih Sering Digigit Nyamuk

Anda memiliki tubuh besar atau kelebihan berat badan? Baiknya lebih hati-hati terhadap lingkungan.

Dikutip dari Antara, penelitian menunjukkan orang bertubuh besar lebih sering digigit nyamuk karena mereka memproduksi kadar gas yang lebih banyak dibanding orang bertubuh normal. Adanya karbon dioksida (CO2) menjadi salah satu cara bagi nyamuk untuk menemukan mangsanya.

Jadi, tidak heran kalau orang yang memproduksi gas CO2 bisa lebih sering digigit nyamuk.

Selain itu, mereka juga memiliki permukaan kulit yang lebih luas untuk digigit. Ada juga penelitian yang menunjukkan bir dan kaki yang bau juga menarik perhatian nyamuk.

Penelitian dari Jepang dan Perancis menunjukkan peminum bir lebih mungkin tergigit nyamuk. Sementara penelitian di Belanda mengungkap tingginya kadar bakteri pada kulit manusia yang kakinya bau  juga menarik bagi nyamuk.

Penelitian Seorang ahli nyamuk Dr James Logan menunjukkan jika aroma beberapa orang menarik perhatian nyamuk, maka ada aroma tubuh tertentu yang malah bisa mengusir nyamuk.

Satu dari 10 orang memproduksi keton yang tinggi. Keton adalah semacam bahan kimia yang bertindak sebagai pengusir serangga (repellant).

Namun, para peneliti tidak yakin mengapa keton diproduksi pada kulit atau mengapa beberapa orang mampu memproduksi keton lebih dibanding yang lain.

Categories: Flora & Fauna | Tags: | Leave a comment

Manfaatnya Buah Tin dan Cara Budidaya

Buah Tin. Namanya mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di dalam Al-Qur’an pun terdapat surat tentang buah ini. Tetapi kita jarang atau bahkan belum melihat buahnya. Di Indonesia memang masih segelintir orang yang mencoba mengembangbiakannya.

Jika anda pergi ke Jakarta Timur, ada salah satu tempat pembibitan buah tin. Bertempat di jalan Cipinang Jaya no. 17, tempat pembibitan ini mengembangbiakan bermacam-macam pohon tin. Tempat ini juga menyelenggarakan kursus dan penyuluhan penanaman pohon tin.

Suwandi, salah satu pegawai pembibitan, mengatakan, pohon tin sebelumnya tidak ada di Indonesia. Ia harus mengimpor dari negara asalnya. “Buah tin merupakan buah yang produktif karena terus menerus berbuah tanpa mengenal musim,” jelasnya. Buah tin memiliki keunikan. Ia berbuah tetapi tidak berbunga.

Buah ini memiliki banyak varietas. Paling tidak terdapaat dua belas macam buah tin. Diantaranya adalah yordan, tin ungu, red palestine, red turki, brown turki, negronne, black ischia, libya, black turki, long yellow, panace tiger, dan flanders. Namun di tempat pembibitan ini hanya terdapat enam varietas, yordan, tin ungu, red palestine, brown turki, libya, dan black turki.

Makin Hitam, Makin Manis
Pohon tin yordan adalah jenis yang paling terkenal di Indonesia. “Jenis ini paling sering berbuah,” ujar Suwandi. Di tanam di dalam pot pun sering berbuah. Jika sudah matang, buahnya akan menguning. Rasa buah tin yordan ini paling manis dibandingkan buah tin lainnya.

Tin jenis brown turki pun tergolong rajin berbuah walaupun di dalam pot. Rasanya manis tetapi tidak semanis yordan. Seperti namanya, buah ini berwarnna coklat.

“Semakin hitam, buahnya semakin manis,” imbuhnya.

Tin ungu memiliki karakeristik daun yang berbeda. Jika tin lain memiliki daun yang beruas lima, tin ungu memiliki daun beruas tiga dan tebal seperti daun jati. “Umumya yang masih kecil belum beruas,” jelasnya. Kelemahan dari jenis ini, hanya berbuah jika ditanam di tanah.

Tin libya memiliki daun yang lebih tebal. buahnya lebih kecil dibandingkan buah tin lain, kira-kira hanya setengah dari besar buah tin lainnya. tin yang berwarna merah dinamakan red palestine. Daunnya mirip seperti libya. Jika masih kecil, buahnya berwarna hijau dengan ujung merah. Yang masih langka dan sedang dicoba pengembangbiakannya adalah black turki. Buahnya lebih besar dan berwarna hitam. Daunnya pun besar.

Manfaat Buah Tin
Banyak manfaat yang dimiliki oleh buah tin. Buah tin mengandung kalium, omega tiga dan omega enam yang berfungsi untuk menjaga tekanan darah tinggi dan serangan jantung koroner. Kandungan coumarin dalam buah tin dapat mengurangi resiko kanker prostat. Buah tin juga mengandung kalsium untuk mencegah osteoporosis dan membantu meningkatkan kepadatan tulang. Kandungan kalsium yang tinggi membuat buah tin dapat dimakan sebagai alternatif asupan kalsium bagi orang yang alergi terhadap produk susu.

Kandungan trytophan-nya dapat menghindari insomnia dan membuat kualitas tidur yang baik. Pektin yang terdapat di dalam buah tin pun dapat membantu mengurangi kolesterol darah. Buah tin sangat efektif untuk proses penurunan berat badan karena kaya serat.

Jika dikonsumsi secara rutin, dapat membantu mengurangi resiko kanker payudara dan kanker usus besar. Rajin mengkonsumsi buah tin dapat mengurangi kelelahan, meningkatkan daya memori otak, dan mencegah anemia. Efek pencahar yang terkandung dalam buah tin dapat membantu mengobati sembelit kronis. Buah tin kaya akan fenol dan benzaldehid yang berguna sebagai zat anti tumor serta dapat membunuh mikroorganisme penyebab penyakit, jamur, virus dalam tubuh manusia.

Selain buahnya, daunnya juga memiliki manfaat. Beberapa manfaatnya yaitu untuk obat kencing batu, diabetes, dan asam urat. “Rebus lima ruas daun tin, lalu diminum airnya,” ujar Suwandi. Air rebusan tersebut dapat membantu pasien diabetes mengurangi jumlah asupan insulin dan infeksi ginjal.

Cara Budidayakannya
“Cara pencangkokan pohon tin sangat mudah,” ujarnya. Metode yang ia gunakan adalah metode cangkok praktis. Media yang diperlukan hanyalah kompos dan tanah gembur. Kompos bisa diganti dengan sabut kelapa untuk hasil yang lebih baik. Perbandingannya adalah satu banding satu.

Kupas batang pohon. Media yang telah dibungkus plastik dilubangi sedikit lalu ditempelkan pada batang tadi. Ikat. Akar akan tumbuh dalam platik tersebut dalam jangka waktu tiga minggu. Setelah tumbuh akar, potong. Tanam dalam polibag lalu simpan di tempat teduh selama satu minggu. “Setelah satu minggu bisa disimpan di bawah terik matahari,” jelasnya.

Pohon tin lebih bagus jika ditanam di tempat panas. “Cara memindahkan pohon tin dari polibag juga cukup mudah,” jelsnya. Gali lubang berukuran sedang dalam tanah. Biarkan dua sampai tiga hari. Setelah tiga hari, campur tanah dengan kompos atau pupuk kandang. Kemudian pindahkan tanaman dari polibag.

Perawatan selanjutnya adalah menyiram pohon ini setiap pagi. “Idealnya, tanaman ini disemprot atau disiram dengan campuran M-4, air dan gula pasir,” jelasnya. Perbandingannya adalah setengah botol m-4, dua puluh liter air, dan setengah kilo gula pasir. Setelah dicampur, diamkan selama tiga hari. Semprot pada daun atau siram pada batang. Penanaman pohon tin sebaiknya pada pagi, sore, atau ketika cuaca mendung. “Jangan ketika panas,” tutupnya.

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Tags: | Leave a comment

Buah Tin

 

Tin atau Ara (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama “Tin” diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama “Ara” (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig (common fig; “pohon ara umum”), sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin dari dari genus yang sama, yaitu Ficus.

Tumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan. Sekarang dibudidayakan pula di Australia, Cile, Argentina, serta Amerika Serikat.

Habitus berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping.

Bunga tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya.

Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit.

Pemanfaatan

Buah tin

Buah tin dapat dimakan segar, dikeringkan, atau dibuat selai. Buah yang dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama (mudah rusak). Di Bengali buah tin diolah sebagai sayuran.

 

Pohon tin adalah salah satu dari dua pohon keramat dalam Islam. Di Al Qur’an, salah satu surat disebut dengan nama ini (QS Surah At-Tin) karena Allah bersumpah atas nama buah/tumbuhan ini.

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, ” Sekiranya aku katakan, Sesungguhnya buah yang turun dari Surga maka aku katakan, inilah buahnya ( Tiin) , sesungguhnya buah surga tiada keraguannya.” ( Hadis riwayat Abu Darba; Suyuti) .

Manfaat Buah Tin :

1. Kandungan Kalium, Omega 3 dan Omega 6 pada buah Tin/ Ara membantu untuk menjaga tekanan darah tinggi dan serangan Jantung koroner.
2. Buah Tin/ Ara kaya serat makanan, yang membuat mereka sangat efektif untuk program penurunan berat badan( Obesitas) .
3. Bahkan daun dari tanaman Tin memiliki sifat penyembuhan. Rebusan daun pohon Tin/ ara dapat membantu pasien diabetes mengurangi jumlah asupan insulin.
4. Mengkonsumsi buah tin/ ara dengan rutin dapat membantu mengurangi risiko Kanker Payudara dan Kanker Kolon.
5. Kandungan Coumarin pada buah TIN , juga dapat mengurangi resiko Kanker Prostate.
6. Kandungan Kalsium dan Kalium dalam buah Tin/ ara mencegah penipisan tulang ( Osteoporosis) , dan membantu untuk meningkatkan kepadatan tulang. Dalam 100 gram buah Tin mengandung 241mg Calsium , 2 X lebih tinggi dari kandungan Calsium pada susu( 118mg per 100 gram) .
7. Tryptophan, dalam buah Tin/ ara, menginduksi tidur yang baik dan membantu menyingkirkan gangguan tidur seperti insomnia.
8. Mengkonsumsi buah Tin/ ara mengurangi kelelahan , meningkatkan daya memori otak dan mencegah Anemia.
9. Karena efek laksatif, mengkonsumsi buah ini sangat membantu untuk mengobati sembelit kronis.
10. Konsumsi harian buah Tin/ ara direndam ( 2-3 buah ) merupakan obat yang efektif untuk terapi penyembuhan wasir.
11. Serat larut yang terdapat pada buah TIN disebut Pektin, dalam buah Tin membantu dalam mengurangi kolesterol darah.
12. Bila diterapkan pada kulit, Tin/ ara dipanggang bisa menyembuhkan radang seperti abses dan bisul.
13. Karena kadar air yang tinggi, tumbuk buah ara bertindak sebagai pembersih kulit yang sangat baik dan membantu dalam mencegah dan menyembuhkan jerawat.
14. Buah Tin kaya akan kalsium dan kalsium alternatif yang sangat baik untuk terapi pengobatan orang-orang yang alergi terhadap produk susu.
15. Buah Tin kaya akan Phenol dan Benzaldehid alami sebagai Zat Anti Tumor serta dapat membunuh Micro-organisme Pathogen, Jamur dan Virus dalam tubuh manusia.

(berbagai sumber)

Categories: Flora & Fauna, obat Herbal | Leave a comment

Ilmuwan akan “Hidupkan Kembali” Mammoth?

WASHINGTON – Ilmuwan berencana untuk menghidupkan kembali hewan purba yang telah punah ribuan tahun lalu. Menggunakan teknologi seperti kloning dan genome sequencing (pengurutan gen), ilmuwan mengklaim dapat memunculkan kembali hewan purba yang telah punah.

Dilansir Nbcnews, spesies purba yang hendak dimunculkan kembali ini ialah Mammoth, yang telah punah 3 ribu sampai 10 ribu tahun lalu. Di Maret tahun lalu, ilmuwan di Rusia dan Korea Selatan mengumumkan sebuah kerjasama bahwa mereka akan berusaha untuk mengkloning Mammoth dan menghasilkan spesimen Mammoth yang hidup.

“Ini menggunakan teknologi baru seperti kloning pengurutan gen untuk merekonstruksi spesies yang punah,” ungkap peneliti Carl Zimmer. Ilmuwan sebelumnya telah berhasil mengklaim seekor Domba Dolly pada 1996.

Hewan mamalia tersebut bisa dikloning melalui sel di dalam laboratorium. Ilmuwan asal Spanyol dan Prancis telah bekerja selama bertahun-tahun untuk membawa kembali kambing Pyrenean ibex (Capra pyrenaica pyrenaica) dari kepunahan.

Ilmuwan telah melakukan kloning sel pada hewan tersebut. Namun, hewan tersebut tak dapat bertahan hidup dalam waktu yang lama. Diketahui hewan tersebut mati setelah 10 menit usai kelahiran.

Peneliti dari Rusia dan Korea berusaha untuk melakukan “penghidupan kembali” pada spesies Mammoth dengan cara melihat jaringan Mammoth berbulu yang diawetkan dalam mesin pendingin di Siberia. Mereka berharap bisa menemukan sel-sel yang cocok untuk kloning. (fmh)

Categories: Flora & Fauna, hewan purbakala | Leave a comment

Ilmuwan Temukan Bangkai Mammoth Berusia 10.000 Tahun

Gajah Mammoth Purba akan Dihidupkan Kembali

SIBERIAN TIMES
YAKUTSK, (PRLM).- Para ilmuwan di Siberia telah menemukan untuk pertama kalinya sampel darah mammoth, yang dapat digunakan untuk menciptakan kembali spesies punah ini.

Darah berusia 10.000 tahun ini tersegel di dalam es pada bangkai mammoth betina.

Jaringan otot yang terawetkan juga ditemukan pada makhluk yang berusia antara 50 dan 60 tahun saat mati, menurut tim Rusia yang membuat penemuan ini di pulau-pulau di lepas pantai utara Siberia.

Menurut Siberian Times, kini darah tersebut disediakan bagi para ilmuwan Korea Selatan yang ingin menggunakan DNA mammoth untuk membawa makhluk purba ini hidup kembali.

Semyon Grigoriev, kepala Museum Mammoth di North Eastern Federal University mengatakan kepada The Siberian Times: “Kami benar-benar terkejut menemukan darah dan jaringan otot mammoth.”

Dia menyebutnya sebagai mammoth yang terawetkan dengan baik dalam sejarah paleontologi.

“Ini adalah pertama kalinya kami berhasil memperoleh darah mammoth. Tidak ada orang yang pernah melihat sebelumnya bagaimana darah mammoth mengalir,” jelasnya.

Mammot ini ditemukan di sebuah makam es di Kepulauan New Siberian, atau Kepulauan Novosibirsk, dan bagian dari bangkai terawetkan karena sepenuhnya beku selama 10.000 tahun. “Perkiraan umur hewan ini adalah sekitar 10.000 tahun,” kata Dr Grigoriev.

Categories: Flora & Fauna, hewan purbakala | Tags: | Leave a comment

Mammoth Punah karena Meteor Raksasa

 

Mammoth

Tim peneliti dari Amerika Serikat mengumumkan temuan terbaru tentang penyebab kepunahan dari binatang raksasa mammoth pada zaman dahulu. Menurut mereka, kepunahan mammoth disebabkan oleh tabrakan meteor besar di Bumi.
Temuan terbaru ini merevisi penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa mammoth punah akibat perburuan yang dilakukan manusia prasejarah.

Diperkirakan sekitar 12.800 tahun lalu, sebuah meteor besar menghantam Bumi dan menghasilkan gas beracun di udara, seperti dilansir Softpedia, 23 Mei 2013.

Gas yang berjumlah besar itu diduga menghalangi sinar matahari yang masuk ke Bumi, sehingga menyebabkan temperatur Bumi menurun drastis.

Temperatur suhu Bumi yang merosot menyebabkan mammoth tidak lagi mampu bertahan hidup.

Menurut Profesor Kenneth Tankersley, antropolog sekaligus geolog di University of Cincinnati, AS, meteor yang masuk ke atmosfer Bumi itu terpecah menjadi 10 juta ton fragmen api beracun yang berhamburan di atas langit empat benua.

“Penelitian ini merevisi penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa manusia prasejarah yang menjadi penyebab mammoth mengalami kepunahan,” kata Tankersley.

Penelitian ini menegaskan, meteor bertanggung jawab atas kepunahan mammoth. Temuan terbaru ini berdasarkan hasil penelitian yang mempelajari beberapa fragmen meteor yang sudah terbakar di sejumlah benua di Bumi.

“Serangan meteor itu mengakibatkan terjadi perubahan iklim secara cepat. Perubahan iklim di seluruh dunia menyebabkan kepunahan massal makhluk-makhluk di Bumi, tak hanya mammoth,” ungkap Tankersley.

Hasil dari penelitian telah diterbitkan di Jurnal Proceeding of National Academy of Sciences

Categories: Flora & Fauna, hewan purbakala | Tags: | Leave a comment

Mammoth

Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Elephantidae
Genus: Mammuthus
Brookes, 1828
Spesies

Mamut adalah genus gajah purba yang telah punah. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada gajah normal yang ada di dunia saat ini. Gadingnya melingkar membentuk kurva ke arah dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam masa Pleistosen sejak 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu. Kata mamut berasal dari bahasa Rusia (мамонт).

Spesies terbesar mamut yang diketahui, Mammoth Sungai Songhua, memiliki tinggi sekurangnya 5 meter pada pundaknya. Mamut umumnya memiliki berat 6-8 ton, namun mamut jantan yang besar beratnya dapat mencapai 12 ton. Gading mamut sepanjang 3,3 meter ditemukan di utara Lincoln, Illinois tahun 2005. Sebagian besar spesies mamut memiliki ukuran sebesar Gajah Asia modern.

sumber: wikipedia

Categories: Flora & Fauna, hewan purbakala | Leave a comment

Tanaman Hidroponik

Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan. Jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas rata-rata di antaranya yaitu:

  • Paprika
  • Tomat
  • Timun Jepang
  • Melon
  • Terong Jepang
  • Selada

Bertanam dengan sistem hidroponik, dalam dunia pertanian bukan merupakan hal yang baru. Namun demikian hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan jelas bagaimana cara melakukan dan apa keuntungannya. Untuk itu dalam tulisan ini akan dipaparkan secara ringkas dan praktis bertanam dengan cara hidroponik. Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.

Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Macam-Macam Hidroponik

  • Static solution culture (kultur air statis)
  • Continuous-flow solution culture, contoh : NFT,DFT
  • Aeroponics
  • Passive sub-irrigation
  • Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
  • Run to waste
  • Deep water culture
  • Bubbleponics
  • Bioponic

Media Tanam Inert Hidroponik

Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:

  • Arang sekam
  • Spons
  • Expanded clay
  • Rock wool
  • Coir
  • Perlite
  • Pumice
  • Vermiculite
  • Pasir
  • Kerikil
  • Serbuk kayu

Bahan-bahan untuk Hidroponik

Pot yang ukuran besarnya disesuaikan dengan tanaman yang akan dijadikan maskot, bisa berupa tanaman sayur seperti terong dan sebagainya. Bisa juga tanaman tahunan seperti kedondong, jambu ataupun juga bunga-bungaan. Pot yang digunakan sebaiknya pot bertingkat, yang dilengkapi dengan wadah penampung air dibagian dasarnya.

Bahan pot dapat dari tanah liat dan juga plastik, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pot dari tanah liat misalnya memiliki keunggulan mampu menjaga stabilitas temperatur media, akan tetapi cepat berlumut dan mudah rusak. Sementara pot dari plastik lebih awet namun tidak bisa melewatkan air dari dinding potnya sehingga stabilitas media tidak stabil.

Kemudian sebagai media tanam diantaranya dapat digunakan pasir, batu apung putih, batu zeolit, pecahan batu bata, batu kali dan kawat kasa nilon. Untuk menjaga sterilitas bahan, sebaiknya semua bahan direbus dulu sebelum dijadikan media tanam. Sedangkan tanamannya, diambil tanaman yang telah tumbuh di dalam polybag dan siap direplanting kedalam pot.

Cara Penanaman

Apabila semua bahan sudah siap, pertama-tama ambil kawat kasa nilon letakkan didasar pot. Kemudian masukkan pecahan batu bata selapis, di atasnya diberi batu apung dan batu zeolit hingga sepertiga bagian dari pot yang digunakan. Setelah itu, ambil tanaman yang siap dipindahkan dari polybag ke pot, caranya bersihkan akar tanaman yang selama ini sudah tumbuh di polybag tersebut dengan cara melarutkan media tanamnya (tanah) kedalam air. Setelah akar-akarnya kelihatan bersih, kemudian kita amati kembali akar tersebut. Bila ditengarai ada akar yang rusak ataupun terlalu panjang (disesuaikan dengan besarnya tanaman maskot dan pot) sebaiknya dipotong. Demikian juga untuk daunnya, apabila terlalu rimbun perlu untuk dikurangi. Kemudian bibit ditanam dalam pot yang sudah terisi bahan sepertiga bagian dan lanjutkan penambahan media tanam hingga dua pertiga bagian pot. Langkah selanjutnya isilah pot bertingkat tersebut dengan nutrisi yang dibutuhkan (sesuai paparan dibawah). Sedang untuk pertama kalinya, tanaman perlu pengerudungan dengan plastik transparan selama dua minggu, letakkan ditempat yang teduh.

Formulasi Kebutuhan Nutrisi

Pemenuhan kebutuhan nutrisi bisa anda peroleh dengan cara memberi berbagai macam pupuk khusus hidroponik dengan formulasi tertentu yang banyak tersedia ditoko-toko pertanian. Dalam fase awal pertumbuhan perlu perawatan secara rutin, misalnya dipagi hari tanaman perlu dikenakan sinar matahari. Kemudian juga perlu pemupukan secara rutin dalam setiap dua hingga lima hari sekali. Gunakan pupuk NPK sebanyak satu sendok makan untuk kemudian larutkan ke dalam sepuluh liter air. Masukkan larutan pupuk ini kedalam pot dasar sesuaikan dengan ketersediaan air dalam pot.

Sebagaimana dalam paparan dimuka, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bisa juga dilakukan dengan pemberian pupuk tambahan. Yang pemenuhannya bisa melalui daun, misalnya disemprot dengan Mamigro ataupun tambahan pupuk mikro dengan aplikasi seminggu sekali. Mengenai kebutuhan nutrisi dalam teknik hidroponik, Soedarsono salah seorang civitas akademika dari IPB Bogor juga pernah menentukan sebuah formula sebagai berikut : Kebutuhan unsur makro dapat dipenuhi dengan 6 gram urea, 9 gram SP36, 5 gram 2K, 5 gram garam inggris (MgSO4) dan 7,5 gram kapur (kalsium karbonat).

Sedangkan unsur mikronya dapat dipenuhi dengan 2,86 gram asam boraks, 0,22 gram asam sulfat, 2.03 gram mangan sulfat, 0.08 gram terusi, 0.02 asam molibdad dan 7.5 gram Fechelat. Cara pengaplikasiannya seperti dalam penggunaan NPK, yakni semua unsur baik makro maupun mikro dilarutkan kedalam 10 liter air. Salah satu bentuk budidaya hidroponik secara besar-besaran dalam greenhouse.

Keuntungan teknik hidroponik

Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan selalu bersih sehingga peletakan tanaman dalam ruangan akan lebih fleksibel. Sehingga untuk mendisign interior ruangan rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.

Penggunaan tanaman buah-buahan seperti kedondong bangkok misalnya, menurut Santosa akan bisa menghasilkan penampakan tanaman yang dapat berbuah lebat sepanjang waktu. Kuncinya adalah dengan mengatur C/N ratio, yakni melalui pemangkasan pada cabang, batang dan daun yang tumbuh berlebihan. Disamping, pemangkasan juga akan merangsang pembungaan dan pembuahan.Selain itu, hidroponik juga alternatif pengganti tanah.

sumber: wikipedia

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Tags: | 1 Comment