Farmasi

Aspirin Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan kondisi darurat medis karena menimbulkan kerusakan pada otot jantung dan bisa menyebabkan kematian. Mengunyah aspirin sambil mencari bantuan medis merupakan pertolongan pertama yang bisa meningkatkan harapan hidup.

Serangan jantung terjadi karena bekuan darah menyumbat aliran darah di arteri koroner. Gejala serangan jantung pada pria dan wanita biasanya berbeda. Pria umumnya merasakan gejala klasik seperti nyeri dada, sesak napas dan pancaran nyeri di leher dan tangan.

Sementara itu wanita biasanya mengalami gejala berupa kelelahan berat, rasa tidak nyaman yang sering dikira gangguan pencernaan, dan keringat dingin. Ada juga orang yang terkena serangan jantung dengan pingsan mendadak.

Meski gejala serangan jantung tidak sama, tetapi responnya haruslah sama: menelepon bantuan medis atau pergi ke rumah sakit dan mengunyah aspirin.

Mengunyah aspirin akan mencegah aktivitas bekuan darah yang bisa menyumbat arteri saat serangan jantung. Penelitian yang dimuat dalam The American Journal of Cardiology menegaskan pentingnya mengunyah aspirin saat serangan jantung.

Dalam penelitian terhadap 12 subyek di laboratorium diketahui, mengunyah aspirin selama 30 detik sebelum menelannya akan mengurangi aktivitas bekuan darah sampai 50 persen dalam lima menit. Sementara itu jika aspirin langsung ditelan tanpa dikunyah, diperlukan waktu 12 menit untuk mendapat efek yang sama.

Menurut Dr.Noel Bairey Merz, direktur rumah sakit jantung wanita, dosis aspirin yang dianjurkan adalah 325 miligram.

Pengalaman serupa dirasakan aktris Rosie O’Donnel yang beberapa waktu lalu menderita serangan jantung. Dalam blog-nya ia menulis mengalami rasa sakit di dada dan nyeri pada lengan, diikuti dengan rasa mual dan berkeringat.

Ia lalu mengambil obat aspirin baru menelepon bantuan darurat 911. Ketika di rumah sakit ia diberitahu dokter bahwa 99 persen arteri koronernya tersumbat dan memerlukan pemasangan stent.

SUMBER: kompas.com

Categories: Farmasi | Tags: | Leave a comment

Obat Generik

 

Obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Ada dua jenis obat generik, yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo yang dipasarkan dengan merek kandungan zat aktifnya. Dalam obat generik bermerek, kandungan zat aktif itu diberi nama (merek). Zat aktif amoxicillin misalnya, oleh pabrik ”A” diberi merek ”inemicillin”, sedangkan pabrik ”B” memberi nama ”gatoticilin” dan seterusnya, sesuai keinginan pabrik obat. Dari berbagai merek tersebut, bahannya sama: amoxicillin.

Dari sisi zat aktifnya (komponen utama obat) , antara obat generik (baik berlogo maupun bermerek dagang), persis sama dengan obat paten. Namun Obat generik lebih murah dibanding obat yang dipatenkan.

Mutu obat generik tidak berbeda dengan obat paten karena bahan bakunya sama. Ibarat sebuah baju, fungsi dasarnya untuk melindungi tubuh dari sengatan matahari dan udara dingin. Hanya saja, modelnya beraneka ragam. Begitu pula dengan obat. Generik kemasannya dibuat biasa, karena yang terpenting bisa melindungi produk yang ada di dalamnya. Namun, yang bermerek dagang kemasannya dibuat lebih menarik dengan berbagai warna. Kemasan itulah yang membuat obat bermerek lebih mahal.

Obat Generik Berlogo (OGB) merupakan program Pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 1989 dengan tujuan memberikan alternatif obat bagi masyarakat, yang dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, serta ketersediaan obat yang cukup.

OGB mudah dikenali dari logo lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan “Generik” di bagian tengah lingkaran. Logo tersebut menunjukan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan sedangkan garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.

sumber: wikipedia

Categories: Farmasi | Tags: | Leave a comment