budidaya

BERTERNAK TOKEK

Binatang Tokek sekarang sudah mejadi fenomena. Nilai jualnya yang sangat tinggi membuat banyak orang yang beralih profesi menjadi peternak tokek.Tokek adalah hewan sejenis cicak yang besar dan mempunyai permukaan kulit yang tidak rata, tidak menyerupai reptil lainnya yang satu spesies.
Karena bentuknya yang aneh dan cenderung menakutkan, maka banyak orang berusaha mengasingkan dan membunuhnya, walaupun di beberapa daerah ada yang menangkap dan dikonsumsi sebagai makanan ataupun obat penambah gairah sex.
Dahulu harga tokek seekor di banderol sekitar ± 1000 / ekor, namun di karenakan adanya isu tentang manfaat tokek untuk pengobatan AIDS harga tokek membengkak sampai angka jutaan / ons. Dilihat dari sisi kedokteran memang belum ada yang mengadakan penelitian khusus tentang khasiat tokek, namun bila di yakini bisa mengobati atau setidaknya mencegah penyakit AIDS tentu akan menjadi kemajuan besar dalam pengobatan tradisional.
Kepercayaan merupakan hal yang sangat penting dalam pengobatan, namun medis memang diperlukan untuk menguji khasiat dan kandungan yang ada dalam tokek itu sendiri. Semua berbalik kepada pribadi tiap orang mau mempercayai ataupun tidak yang jelas semuanya ada di tangan Tuhan YME.
Beternak tokek merupakan hal yang gampang-gampang susah dilakukan. Beternak tokek umumnya dilakukan bukan untuk budidaya, namun hanya pembesaran. Kurangnya informasi yang tersedia mengenai cara beternak tokek membuat masyarakat masih kurang berminat untuk beternak tokek. masyarakat lebih memilih menangkapnya dari alam liar.

11.2. Khasiat dan Manfaat Tokek

Kabar bahwa tokek dengan berat tertentu dihargai ratusan juta bahkan milyaran rupiah sudah bukan menjadi rahasia lagi. Tetapi juga banyak orang meragukan kelangsungan bisnis ini, meskipun begitu perburuan tokek masih terus berlangsung demi keuntungan besar. Lalu, mengapa tokek bisa dihargai yang mahal? serta apa khasiat / manfaat tokek?
Tokek selain digunakan untuk pengobatan, dapat juga digunakan sebagai hewan peliharaan atau binatang hias yang cukup jinak terutama untuk jenis Leopard.
Menurut beberapa informasi yang saya dapat dari berbagai sumber, tokek memang bermanfaat bagi kesehatan manusia diantaranya untuk mengobati penyakit kulit diantaranya jerawat dan gatal-gatal. Kenapa tokek begitu mahal harganya? Menurut informasi terbaru yang beredar, pada organ tertentu tokek mengandung enzim tertentu yang bisa mengobati AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrome) dan anti tumor. Meskipun belum ada sumber ilmiah yang membuktikannya, banyak pendapat umum yang meyakini kebenarannya. Tetapi enzim tersebut hanya ada pada tokek dengan berat minimal 3,1 ons. Jadi jangan heran perbedaan harga yang sangat jauh antara tokek dengan berat lebih dari 3 ons dan kurang dari 3 ons.
Informasi yang saya anggap cukup menjawab khasiat tokek adalah penelitian yang dilakukan oleh ahli pengobatan dan dokter di negara China, salah satunya adalah Prof. Wang, seorang pakar keilmuan dari Universitas Henan, Cina. Penelitian tersebut menemukan bahwa zat aktif pada tokek mampu menginduksi sel-sel tumor apoptosis, yang membuat sel-sel tumor menghancurkan dirinya sendiri dan menekan senyawa yang mendukung perkembangan kanker dalam tubuh yaitu protein bFGF dan VEGF.
Tokek juga diyakini berguna untuk menjaga kekebalan tubuh dan menghilangkan tumor ganas secara alami. Apakah tokek benar-benar mampu mengobati penyakit AIDS? sampai saat ini, belum menemukan sumber informasi yang cukup dan bukti kuat secara ilmiah. Tokek juga diyakini mampu mengobati impotensi dan lemah syahwat. Kemampuan regenerasi bagian pangkal ekor tokek dipercaya mampu mengembalikan vitalitas pria.
Kalau di Indonesia, tokek memang banyak diakui bisa untuk mengobati penyakit kulit dan asma. Di daerah Jawa Timur, bisa dijumpai aneka olahan makanan tokek maupun tokek kering yang dijual. Bahkan ada juga rumah makan yang menyajikan dendeng dari tokek. Di Surabaya Jawa Timur, banyak penjual tokek hidup di pasar-pasar hewan meskipun berat hanya 1-1,5 ons untuk kemudian di besarkan atau di budidayakan untuk mencapai berat lebih dari 3 ons untuk meraih keuntungan hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.
Menurut Vani, binatang itu bisa menjadi media pengobatan tradisional. Menyembuhkan asma misalnya. Dan beredar pula di masyarakat, hati dari tokek mampu menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV. Anti Retro Viral (ARV) adalah salah satu obat untuk memperlambat penyebaran virus ini.Sayangnya, hingga saat ini belum ada memastikan kebenarannya.

11.3. Sifat Tokek
Beberapa karakteristik dan sifat Tokek antara lain :

  1. Tokek termasuk binatang yang tahan lapar serta tahan cuaca. Jadi kalau tokek tidak diberi makan selama 1 atau 2 minggu, itu tidak masalah. Demikian juga dicuaca panas atau dingin itu juga tidak masalah. Hal inilah yang menyebabkan Binatang Tokek menyebar disegala wilayah serta disegala kondisi sebagai habitatnya.
  2. Tokek bersifat agak kanibal. Dengan demikian apabila berada dalam satu kandang, dan merasa lapar, maka sifat kanibalnya akan muncul. Tokek mempunyai pedoman siapa yang kuat dia yang menang (hukum rimba). Oleh karena itu dalam pemeliharaan sebaiknya dilakukan secara individu.
  3. Tokek adalah binatang yang mudah stres. Oleh karena itu dalam pemeliharaan sebaiknya tidak sering dipindah-pindah (All in All out). Tokek yang stress akan menurunkan konsumsi pakan sehingga secara langsung tingkat stres menyebabkan meningkatnya angka kematian.
  4. Tempat pemeliharaan didalam kandang sebaiknya berada pada lokasi yang mirip habitatnya di alam. Jadi sebaiknya diluar rumah serta didekat/dibawah pohon.
  5. Daya adaptasi tokek yang ditangkap dari alam dan dipelihara dalam kandang membutuhkan waktu yang relatif lama yaitu kurang lebih selama 2 minggu. Akibat dari daya adaptasi yang jelek menyebabkan tidak mau makan. Namun ternyata pada pemeliharaan yang menggunakan kandang dari papan atau kayu akan mampu mempercepat daya adaptasi.

11.4. Trik Menyelamatkan Diri Tokek
Tokek merupakan satwa yang terampil dalam berakrobat. Kemampuannya yang paling ternama, mungkin, mampu berjalan di permukaan dinding atau dedaunan, bahkan yang tegak lurus atau terbalik terhadap permukaan tanah sekalipun. Selama ini, para ilmuwan menyimpulkan bahwa rahasia dari kemampuan ini adalah rambut-rambut super-kecil yang terdapat di permukaan kaki tokek.
Ketika sebuah kaki tokek dipijakkan ke sebuah permukaan, rambut-rambut yang berukuran sepersejuta meter itu dapat diaktifkan untuk menambah gesekan antara kaki dan permukaan. Tapi ternyata, tokek masih menyimpan trik lain yang bisa dipelajari, yaitu gerakan ekornya, atau kaki Kelima.
Dari analisa ilmuwan Amerika, kecepatan gerakan tokek melahirkan beberapa kejutan. Antara lain, untuk mencegahnya dari jatuh, tokek menekankan ekornya ke permukaan dinding. Dengan begitu keempat kakinya memiliki cukup waktu untuk bergeser dan merapat kembali ke dinding, menggunakan ekornya sebagai kaki kelima, setidaknya sebagai penunjang keempat kaki aslinya.
Lalu, ekor tokek berfungsi untuk memutar tubuh ketika berada di udara, sebelum menyentuh tanah. Dan untuk menghindari pendaratan di tempat yang keras, tokek menggunakan ekornya untuk memilih landasan. Dengan ekornya pula tokek mampu meluncur sambil berbelok ke tempat yang diinginkannya.
Dengan demikian binatang tokek merupakan binatang yang pandai dan alamiah (menyatu dengan alam). Coba dengarkan bila orang marah pada seseorang karena bodoh sekali, pasti akan berkata dasar kamu kayak kebo (maksudnya bahwa binatang kerbau ini sangat bodoh). Lain halnya bila ada orang yang kesal karena diakalain orang orang lain maka dia pasti berkata wah aku dikadalin oleh si A. Kadal dan tokek merupakan binatang pandai. Ini membuktikan bahwa tidak mudah untuk memelihara reptil ini sehingga bisa menjadi gemuk.

11.5. Kandang
Bahan kandang sebaiknya dari kayu  dengan  ukuran kandang bebas disesuaikan dengan tahap pemeliharaannya. Ruangan dalam kandang harus gelap, dalam arti semua tertutup rapat kecuali pintu mengunakan kawat streamin.
Kandang tokek dapat menggunakan aquarium yang agak luas dengan ukuran 20-30 gallon. Pada bagian atas kandang dapat ditutup menggunakan jala dengan ukuran mesh yang kecil. Tokek tidak bisa meloncat dan tidak mempunyai toe pads untuk memanjat kaca kandang. Selain dari akuarium, maka kandang tokek bisa dari lemari kayu/tripleks atau papan lunak.
Tokek betina dapat dikandangkan secara bersama (asalkan ukuran relatif sama), tetapi untuk jantan dewasa sebaiknya dikandangkan terpisah (individu) karena dapat saling berkompetisi dan saling membunuh (kanibal) khususnya dalam kondisi lapar. Untuk tokek yang dikandangkan bersama maka ukuran tokek harus selalu diperhatikan karena kemungkinan satu tokek mempunyai ukuran yang lebih besar/pertumbuhan badan lebih cepat daripada tokek yang lain. Tokek betina yang masih memiliki ukuran kecil tidak dianjurkan untuk dikawinkan, karena akan berdampak buruk pada kesehatan tokek tersebut. Pada umumnya seekor tokek jantan yang dikandangkan bersama dengan beberapa (2-3 ekor) tokek betina setelah memiliki berat kurang lebih 45 gram.

11.6. Media/Substrat
Media yang baik untuk digunakan dalam kandang tokek adalah menggunakan pasir, terutama untuk tokek dengan ukuran panjang 5-6 inch dan tokek yang sudah dewasa. Pasir yang digunakan harus pasir yang sudah bersih dan dengan ukuran yang cukup halus (0,5mm). Tetapi untuk tokek yang masih kecil (belum mempunyai panjang 5-6 inch) sebaiknya jangan menggunakan media pasir karena pasir bisa tertelan dan membahayakan kesehatan tokek. Jadi untuk tokek yang masih ukuran kecil dapat menggunakan alas handuk/kertas koran walaupun mempunyai kekurangan yaitu kandang harus lebih sering dibersihkan.

11.7. Suhu Kandang
Suhu kandang harus selalu dipantau dengan menggunakan termometer, batas maksimum suhu kandang adalah 90 derajat farenheit. Hindari pemasangan lampu pijar atau lampu uv dalam kandang. Kandang sebaiknya dalam kondisi gelap, mata tokek yang terkenal sinar dapat menyebabkan tokek menjadi stress sehingga menyebabkan tokek tidak mau makan dan mati. Untuk pencahayaan dapat menggunakan lampur merah karena tokek mempunyai sifat tidak bisa melihat warna merah. Sebaiknya hindari meletakkan batu dalam kandang karena dapat menyebabkan panas yang berlebih dalam kandang.

11.8. Tempat Berlindung
Kandang sebaiknya dilengkapi dengan pelindung karena tokek merupakan hewan noktural (hewan yang lebih senang dalam kondisi gelap). Tokek mempunyai sifat hidup bersembunyi di bawah batu atau reruntuhan jadi sebaiknya kandang dilengkapi dengan pelindung dengan lubang yang cukup besar. Kandang tokek dapat dilengkapi dengan beberapa pelindung(shelter) yang bisa terbuat dari kardus, kotak kecil atau kertas.

11.9. Pergantian Kulit
Seperti binatang reptil lainnya tokek juga mengalami siklus pergantian kulit. Frekuensi pergantian kulit tergantung pada umur dan pertumbuhan tokek. Untuk ukuran kecil lebih sering ganti kulit dibandingkan yang ukuran besar. Pergantian kulit ditandai dengan warna kulit yang semakin pudar dan keputih-putihan. Hal yang perlu diperhatikan ketika terjadi pergantian kulit yaitu kelembapan kandang dan kulit harus lepas dari badan tokek sampai sempurna. Kelembapan kandang harus lebih tinggi saat terjadi pergantian kulit. Pada saat pergantian kulit dapat menggunakan media kotak stereoform.

11.10. Minuman
Walaupun tokek berasal dari lingkungan yang kering, kandang harus dilengkapi dengan fasilitas minum yang tersedia 2-3x perminggu.

11.11. Makanan
Salah satu cara menanggapi tokek mahal atau tokek raksasa 64 kg adalah dengan cara budidaya penggemukkan tokek dari bibit 1,5 ons dipastikan dalam waktu 6 bulan sudah bisa mencaoai 4,2 ons. Kenapa harus 4,2 ons karena pada berat itulah tokek sangat diburu dan dihargai mahal.
Dalam rangka budidaya tokek, maka makanan yang disarankan untuk tokek adalah serangga (makanan favorit tokek) jangkrik, ulat, cacing dan anak tikus yang masih berumur beberapa hari. Untuk mengetahui Variasi sumber makanan tokek maka kita harus perlu mengkaji dan meneliti aspek tingkah laku tokek di alam.

11.12. Penyakit Tokek dan Cara mengatasi
Bagi anda yang beternak atau menangkarkan tokek, berikut ini beberapa penyakit yang sering ditemui diantaranya infeksi mulut, infeksi pernapasan dan kanibal (memakan sesama). Memelihara tokek menuntut perhatian ekstra, karena bila terjadi penyakit dan stress akan mengakibatkan bobot tokek menurun drastis karena tidak mau makan, dan ini sangatlah merugikan karena harga tokek bisa melambung jika bobot tokek semakin bertambah.

1. Infeksi Mulut
Penyakit ini umum ditemui para peternak tokek, tandanya bisa dilihat dengan adanya bengkak pada sekitar mulut. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kebersihan kandang yang kurang terjaga atau juga akibat berkelahi dengan tokek lain apabila menggunakan kandang yang berisi beberapa ekor tokek. Kalau saya lebih suka menggunakan kandang tunggal ( satu kandang isi satu tokek ).
Cara mengatasinya saya memberikan antibiotik Teramicyn yang dicampurkan dengan pakan tokek sesuai dosis dalam kemasan. Untuk menjaga kebersihan dan kandang tetap aman dari penyakit sebaiknya dilakukan penyemprotan desinfektan 1-2 minggu sekali.

2. Infeksi Pernapasan
Penyakit ini sebenarnya sering ditemukan pada hewan peliharaan lain, penyakit ini disebabkan virus berbagai jenis, diantaranya herpes dan virus calici. Virus ini berkembang biasanya di kandang yang terlalu dingin dan lembab. Sebaiknya kandang berada di tempat yang ternaungi dari hujan dan jauh dari tempat yang banyak mengandung air. Pada malam hari sebaiknya kandang ditutup dengan kain atau plastik untuk mencegah hawa dingin menyerang tokek. Penyakit infeksi pernapasan tandanya lendir dan gelembung disekitar lubang hidung dan terlihat tokek tidak bisa bernapas dengan baik.

3. Kanibal (Memakan Sesama)
Kanibal pada tokek juga sering terjadi pada kandang yang berisi banyak tokek. Tokek akan berusaha menyerang dan memakan temannya sendiri,hal ini biasanya populasi / jumlah tokek yang tidak seimbang dengan besar kandang. Sifat ini disebabkan karena ruang gerak yang sempit, tempat persembunyian yang direbutkan, pakan yang diberikan tidak merata sehingga memancing tokek untuk menyerang sesamanya. Cara mengatasinya adalah memisahkan tokek yang kanibal didalam kandang tunggal dan diberi makanan secara teratur dan memadai. Kandang sebaiknya ditutup dengan kain agar tokek merasa tenang dan tidak melihat tokek lain. Jika sudah tenang (tampak jinak dan tidak takut didekati orang) tokek bisa dipindah dikandang sebelumnya.

Cara untuk mencegah tokek bersifat kanibal :

  1. Sebaiknya ukuran tokek dalam kandang tidak berbeda jauh, apabila jauh lebih kecil membuat tokek yang lebih besar menyerang dan memangsanya.
  2. Berikan makanan secara teratur dan merata ( semua kenyang ) dan hindari dari suara bising dan kegaduhan
  3. Perbandingan tokek jantan dan betina sebaiknya 1:4 atau 1:5 (1 jantan 4-5 betina).

Sumber: www.tokektokek.blogspot.com.

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Leave a comment

Budidaya Dapnia/ Kutu air


Dapnia atawa kutu air dapat dibudidayakan dgn cara sederhana dan skala kecil

1.  siapkan ember atau wadah kultur berisi air bersih.
Kemudian karena habitat alami kutu air adalah di kolam tanah maka perlu adany aaerai atawa oksigen dengan cara memasukan slang udara dengan gelembung halus kedalam ember kultur.

2.  cari atau beli kutu air di penjual ikan hias sebagai starter, pilih kutu air yang sehat dan aktif dengan cara meletakannya pada wadah yang berisi air dan pisahkan yag terapung diatas sebagai indukan kemudian tuang dalam wadah kultur.

3. Kutu air memerlukan makanan berupa protozoa atau bakteri, maka kita dapat menyediakannya dengan memberi kotoran ayam plus bubuk kedelai kedalam bak kultur. Tetapi untuk lebih mudahnya gunakan susu bubuk setengah sendok teh dan dilarutkan dalam 200 ml air kemudian tuang dalam wadah kultur, Insya Allah dalam 2-3 hari indukan kutu air akan melahirkan ratusan anakan kutu air yang siap di panen.

Sebagai catatan :
Kutu air hidup ditempat yang teduh tanpa sinar mata hari langsung, suhu air 22 – 27oC.
Untuk kelangsungan produksi kutu air tambahkan kembali makanan setelah 2 hari dan jaga kebersihan air kultur.

sumber : http://www.o-fish.com

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Leave a comment

Budidaya Ikan Cupang

 

Pendahuluan

Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.

Wadah Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :

Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina :

Umur telah mencapai +- 4 bulan
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan

Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :

  1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
  2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.
  3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
  4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
  5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
  6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
  7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.

Pembesaran anak

  1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
  2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
  3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
  4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
  5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.

Pasca Panen

Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.
Categories: budidaya, Flora & Fauna | Leave a comment

Teknik Bertanam Mangga di Pot

tabulampot mangga
Tanaman buah dalam pot (tabulampot) mangga termasuk eksklusif, karena relatif sulit dibuahkan. “Tak semua hobiis bisa melakukannya”. Oleh karena itu ia menjadi tabulampot kebanggaan.

Varietas

Hampir semua varietas dapat dibuahkan dalam pot. Namun, masing-masing varietas mempunyai perbedaan dalam kecepatan masa berbuah, produksi buah, bentuk tajuk dan tingkat kesulitan. Sebaliknya dipilih varietas yang mudah berbuah, mudah dirawat, bertajuk kompak dan produktif. Contoh manalagi kecil, apel, nangklangwan, okyong dan namdokmai. Ini dapat dibuahkan sejak umur 2,5 tahun, selain itu jumlah buah juga relatif banyak sehingga penampilan menarik. Sedangkan arumanis, gedong, golek dan gedong gincu, baru bisa dibuahkan setelah berumur 3-4 tahun sejak okulasi. Buahnya tak sebanyak apel, manalagi kecil atau dokmai, tetapi berpenampilan eksotik.

Bahan Tanaman

Untuk mempercepat berbuah, pilih bibit hasil perbanyakan vegetatif (bukan dari biji), berukuran besar dan telah berumur 1,5-2 tahun. Diameter batang utama 4-5 cm, bentuk tajuk seimbang dengan cabang dan ranting yang kokoh serta cukup tua. Dengan kondisi itu batang cukup kuat menyangga cabang dan ranting di atasnya apabila berbuah.

Media Tanam

Mangga menyenangi media berstruktur remah, berbutir-butir, gembur dan kaya unsur hara. Media juga harus porous, cukup ringan agar mudah dipindahkan serta bebas dari hama dan penyakit. Komposisi bahan yang digunakan adalah merupakan campuran dari tanah, pupuk kandang/kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1.

Pot yang Digunakan

Banyak jenis pot atau wadah tanaman yang dapat dipakai. Sebaiknya pilih yang ringan, tidak mudah pecah, berbentuk normal dan serasi dengan tanaman. Dipasaran wadah yang memenuhi syarat cukup banyak, yaitu mulai dari pot plastik tahan pecah, pot semen, drum hingga pot kayu. Dasar pot harus dilubangi, ukuran lubang 1-2 cm sejumlah 4-6 buah. Selain itu agar pembuangan air lancar, pot harus memiliki kaki atau dapat juga diganjal dengan batu bata atau batako.

Penanaman Bibit

Mula-mula isi dasar pot dengan serutan gergaji atau pecahan batu bata/genting hingga setebal 5-10 cm. itu untuk menjamin kelancaran drainase dan aliran udara. Setelah itu masukan campuran media kedalam pot secara merata, hingga mencapai separuh pot. Masukan tanaman setelah polibagnya dibuka, dengan posisi tanaman tepat di bagian tengah. Ruang-ruang kosong di sekeliling bola akar diisi lagi dengan media campuran sampai mendekati permukaan atas pot, usahakan bidang bekas okulasi atau sambungan masih menonjol 10-15 cm di atas permukaan media, selanjutnya siram media tanaman dengan air.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman sangat penting dilakukan untuk menjamin pertumbuhan dan pembuahan mangga yaitu penyiraman, pemangkasan, pemupukan, perangsangan pembuahan dan pengendalian hama/penyakit.

Sumber: www.carabudidaya.com

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Leave a comment

Bercocok Tanam Kangkung Darat

 

kangkung darat
Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk ke dalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A.

Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan
2. Kangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah.

Cara Budidaya Kangkung

1. Benih Kangkung
Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benih sekitar 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang mempunyai daya adaptasi lebih baik dibanding varietas lain.

2. Persiapan Lahan Kangkung
Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur, setelah itu dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan, untuk mempermudah pemeliharaan sebaiknya panjang bedengan tidak lebih 15 m. Jarak antar bedengan + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit untuk menaikkan derajat keasaman tanah dosis 1,5 t/ ha, pengapuran dilakukan sebelum penanaman, yaitu 2-4 minggu sebelum tanam.

3. Pemupukan Kangkung
Pupuk organik (sebaiknya kotoran ayam yang telah difermentasi) diberikan tiga hari sebelum tanam dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik berupa Urea 15 gr/m2 pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan di samping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam.

4. Penanaman Kangkung
Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 – 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan (baris).

5. Pemeliharaan Kangkung
Pemeliharaan yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air, bila tidak turun hujan harus dilakukan penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada Kangkung
Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen dan Pasca Panen Kangkung
Panen dilakukan setelah berumur + 25 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar 2 cm di atas permukaan tanah. Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk ketempat tujuan secepatnya.

Tambahan: agar tanaman kangkung bisa berproduksi lagi, setelah panen dengan cara memotong (bukan dicabut) berikan pupuk urea lagi seperti sebelumnya, dan pangkaslah bunga yang muncul.

Sumber: www.carabudidaya.com

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Leave a comment

Tips Menanam Tomat Cherry di Pot

tomat cherry

Tomat merupakan salah satu sayuran yang populer ditanam di pekarangan rumah dan dapat berbuah sepanjang tahun. Jika tidak memiliki pekarangan, tidak perlu khawatir karena Anda bisa menanam tomat di pot.

Salah satu jenis tomat yang populer dan sering ditanam di pot adalah tomat cherry. Selain bentuknya yang mungil, tomat cherry juga lezat jika dicampurkan dalam salad.

Berikut tips menanam tomat cherry di pot:

1. Taruh pot tanaman tomat cherry di lokasi yang terkena cahaya matahari namun terlindung dari angin kencang. Angin kencang dapat merusak dan merontokkan daun, mematahkan batang, menghancurkan bunga, dan merontokkan buah. Tomat cherry tumbuh paling baik pada suhu 21,1 – 26,6 derajat Celcius.

2. Beri kandang tomat di sekitar tanaman tomat yang masih muda. Kandang tomat bisa dibuat dari kawat dan harus memiliki ruang yang cukup antar kawat untuk tangan Anda. Menumbuhkan tomat cherry di pot yang diberi kandang memungkinkan tanaman untuk tumbuh secara alami tanpa harus dipangkas. Selain itu, kandang juga dapat menghindarkan tanaman dari predator seperti siput.

3. Siram tanaman tomat cherry setiap kali tanah terlihat mulai mengering. Tuangkan air di atas tanah hingga mengalir keluar dari bagian bawah pot. Dengan cara ini bukan daun yang dibasahi, melainkan tanah yang mendapatkan tambahan air. Daun yang basah dalam jangka waktu lama dapat memicu busuk daun dan tanaman lebih mudah terpapar penyakit. Jika cuaca kering dan panas, tanaman mungkin perlu disiram setiap hari.

4. Beri pupuk yang larut dalam air sesegera mungkin setelah tanaman ditempatkan di dalam pot. Campur 2 sdm pupuk NPK 5-10-5 ke dalam tiga liter air. Tuangkan campuran pupuk di tanah di sekitar tanaman. Beri pupuk lagi ketika tomat pertama kali muncul, kemudian dua minggu setelah tomat pertama matang, dan satu bulan setelahnya.

5. Panen tomat cherry ketika sudah matang dan kulit masih terasa kencang. Tomat cherry siap untuk disantap.

Sumber: Oketips.com

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Leave a comment

Yuk, Berkebun Strawberry di Pot

stroberi
Menanam stroberi tidak harus dilakukan di lahan yang luas, tapi bisa juga di lahan yang sempit dengan menggunakan polybag atau pot. Budidaya tanaman stroberi dalam pot, tidak hanya dijadikan sarana penyalur hobi, tetapi bisa dikembangkan dalam skala komersial, tentu dengan pengetahuan dan kemauan. Untuk itu perlu diketahui tentang persyaratan budidaya tanaman stroberi.

Syarat Tumbuh

Tanaman stroberi mempunyai kemampuan beradaptasi cukup luas dengan kondisi iklim sebagai berikut:

1. Suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 C.
2. Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
3. Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
4. Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.

Penyiapan Wadah atau Tempat Tanam

Wadah atau tempat tanam yang biasa digunakan adalah pot. Pot mempunyai banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pot adalah ukurannya seimbang dan serasi dengan ukuran tanaman. Selain itu, pot harus dapat menampung media tanam yang cukup agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa.

Ukuran ideal pot adalah berdiameter 7 cm – 20 cm dan di beri lubang keci-kecil di bawahnya. Selain pot, kita juga bisa menggunakan kantong plastik (polybag) yang banyak tersedia di toko-toko alat pertanian dengan berbagai macam ukuran.

Penyiapan Medium Tanam

Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah:

a. Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1.

b. Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1.

c. Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1.

d. Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

Pengisian Medium Tanam Ke Dalam Pot

Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah:

a. Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang lainnya.

b. Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot.

c. Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh.

d. Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah.

Penyiapan Bibit dan Penanaman

Tata cara penanaman bibit tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:

a) Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah.

b) Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag.

c) Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya.

d) Tanamkan bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun bagian pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara pelan-pelan.

e) Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab).

f) Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7 – 15 hari agar tanaman segar kembali.

Pemeliharaan Tanaman

a. Penempatan pot
Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis.

b. Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal.

c. Penyiangan dan penggemburan medium tanam
Gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.

d. Pemupukan
Seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL setengah sendok teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 1 – 2 bulan setelah tanam dengan Urea setengah sendok teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1 sendok teh per pot.

e. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang pembuahan.

f. Penggantian pot dan medium tanam (repotting)
Penggantian pot dilakukan bila media tanam dalam pot sudah padat, akar sudah mulai ke permukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.

g. Perlindungan tanaman
Perlindungan tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.

Panen

Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan bunga dibiarkan tumbuh menjadi buah, periode pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun.

Ciri-ciri buah yang sudah bisa di panen adalah:

1. buah sudah agak kenyal dan agak empuk;
2. kulit buah didominasi warna merah 50 -75 % warna merah;
3. buah berumur 2 minggu sejak pembungaan.

Agar tidak busuk sebaiknya buah strawberry diberi alas sehingga tidak menyentuh permukaan tanah secara langsung. Untuk memperoleh buah yang besar bisa dilakukan dengan cara memangkas beberapa bakal buah di tanaman.

Menanam Strawberry di Dataran Rendah

Syarat di atas sebenarnya tidaklah mutlak, saya (admin blog http://www.arjip.wordpress.com) sudah mencoba sendiri untuk membudidayakan strawberry di tempat saya tinggal yang sebenarnya kondisi lingkungannya kurang cocok untuk berbudidaya strawberry.

Pada awalnya saya hanya coba-coba dengan membeli bibit strawberry 1 pot pada sebelum ramadhan tahun 2007 saat ketika saya wisata dan jalan-jalan di pasar tanaman hias Bandungan kabupaten Semarang. Daerah Bandungan terletak di lereng gunung Ungaran yang berhawa sejuk dan saya perkirakan ketinggiannya sekitar 800 m dari permukaan air laut.

Mulanya saya sempat ragu apa mungkin tanaman strawberry ini bisa bertahan hidup di daerah tempat saya tinggal? Bahkan teman saya sempat mengatakan bahwa tanaman yang saya beli dalam waktu sebentar akan mati. Kota tempat saya tinggal yaitu kota Cepu mempunyai ketinggian kira-kira 30 meter dari permukaan air laut (ini saya ketahui berdasar dari papan penunjuk ketinggian di stasiun Cepu yaitu +28 m) dan rumah saya terletak tak jauh dari stasiun tersebut. Suhu udara berkisar dari 25 derajat sampai 33 derajat celcius. curah hujan kurang dari 500 mm/tahun. Banyak orang pernah mengatakan pada saya bahwa kota Cepu berhawa panas, mungkin sama panasnya dengan kota-kota besar lainnya di pulau jawa.

Tanaman strawberry ini saya pelihara di samping rumah yang lahannya cukup sempit dan menerima sinar matahari langsung sekitar 6 – 8 jam sehari, ternyata memang tanaman ini tidak cukup kuat menahan hawa panas. Banyak daunnya yang mengering, kemudian saya mencoba untuk menyemprot daunnya dengan sprayer yang terisi air dingin pada pagi menjelang siang dan siang menjelang sore. Cara ini cukup membantu mengurangi jumlah daun yang mengering dan saya juga menyirami tanaman ini pagi dan sore.

Tanaman strawberry saya mulai bertambah dengan munculnya sulur-sulur stolon tanaman, dari ujung sulur-sulur ini akan tumbuh tanaman strawberry baru dan akarnya. Ujung inilah yang dapat ditampung dalam pot baru, setelah tanaman baru mempunyai 4-5 daun maka sulur yang terhubung dengan indukannya dapat dipotong.

Media tanamnya saya buat dari campuran dari tanah kebun dan sedikit pupuk kandang. Pot yang saya gunakan berukuran kecil ‘ukuran 17 sampai 20′. Satu pot berisi antara 1 sampai 3 tanaman. Tanaman-tanaman baru ini saya dapat dari stolon tanaman induk yang menjulur.

Setelah setahun saya menunggu akhirnya kebun strawberry saya mulai berbuah, dari sekitar 30 pot, 3 pot diantaranya pasti ada yang berbunga kemudian berubah menjadi buah. Hampir sekitar 4 hari sekali saya bisa memetik buah yang sudah matang (ditandai dengan warna buah merah tua) dari 1 pot bisa 1-2 buah strawberry yang matang.

Saya bisa menikmati buah strawberry dari kebun saya yang sempit itu selama 3 bulan penuh yaitu dari bulan september – november 2008. Pada bulan Desember 2008 kebun saya sama sekali tak menghasilkan buah. Saya perkirakan pada bulan-bulan itulah memang musimnya strawberry untuk berbuah.

Saya sebenarnya kurang tahu pasti dari jenis dan spesies apa tanaman strawberry yang saya pelihara tersebut. ciri-ciri tanaman strawberry yang saya punya yaitu dari segi ukuran buah sedang, mempunyai rasa yang tidak terlalu tajam, tidak terlalu manis.

Semoga bermanfaat.

Sumber:
1. www.benitaaristya.blog.com
2. www.arjip.wordpress.com

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.