budidaya

Manfaatnya Buah Tin dan Cara Budidaya

Buah Tin. Namanya mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di dalam Al-Qur’an pun terdapat surat tentang buah ini. Tetapi kita jarang atau bahkan belum melihat buahnya. Di Indonesia memang masih segelintir orang yang mencoba mengembangbiakannya.

Jika anda pergi ke Jakarta Timur, ada salah satu tempat pembibitan buah tin. Bertempat di jalan Cipinang Jaya no. 17, tempat pembibitan ini mengembangbiakan bermacam-macam pohon tin. Tempat ini juga menyelenggarakan kursus dan penyuluhan penanaman pohon tin.

Suwandi, salah satu pegawai pembibitan, mengatakan, pohon tin sebelumnya tidak ada di Indonesia. Ia harus mengimpor dari negara asalnya. “Buah tin merupakan buah yang produktif karena terus menerus berbuah tanpa mengenal musim,” jelasnya. Buah tin memiliki keunikan. Ia berbuah tetapi tidak berbunga.

Buah ini memiliki banyak varietas. Paling tidak terdapaat dua belas macam buah tin. Diantaranya adalah yordan, tin ungu, red palestine, red turki, brown turki, negronne, black ischia, libya, black turki, long yellow, panace tiger, dan flanders. Namun di tempat pembibitan ini hanya terdapat enam varietas, yordan, tin ungu, red palestine, brown turki, libya, dan black turki.

Makin Hitam, Makin Manis
Pohon tin yordan adalah jenis yang paling terkenal di Indonesia. “Jenis ini paling sering berbuah,” ujar Suwandi. Di tanam di dalam pot pun sering berbuah. Jika sudah matang, buahnya akan menguning. Rasa buah tin yordan ini paling manis dibandingkan buah tin lainnya.

Tin jenis brown turki pun tergolong rajin berbuah walaupun di dalam pot. Rasanya manis tetapi tidak semanis yordan. Seperti namanya, buah ini berwarnna coklat.

“Semakin hitam, buahnya semakin manis,” imbuhnya.

Tin ungu memiliki karakeristik daun yang berbeda. Jika tin lain memiliki daun yang beruas lima, tin ungu memiliki daun beruas tiga dan tebal seperti daun jati. “Umumya yang masih kecil belum beruas,” jelasnya. Kelemahan dari jenis ini, hanya berbuah jika ditanam di tanah.

Tin libya memiliki daun yang lebih tebal. buahnya lebih kecil dibandingkan buah tin lain, kira-kira hanya setengah dari besar buah tin lainnya. tin yang berwarna merah dinamakan red palestine. Daunnya mirip seperti libya. Jika masih kecil, buahnya berwarna hijau dengan ujung merah. Yang masih langka dan sedang dicoba pengembangbiakannya adalah black turki. Buahnya lebih besar dan berwarna hitam. Daunnya pun besar.

Manfaat Buah Tin
Banyak manfaat yang dimiliki oleh buah tin. Buah tin mengandung kalium, omega tiga dan omega enam yang berfungsi untuk menjaga tekanan darah tinggi dan serangan jantung koroner. Kandungan coumarin dalam buah tin dapat mengurangi resiko kanker prostat. Buah tin juga mengandung kalsium untuk mencegah osteoporosis dan membantu meningkatkan kepadatan tulang. Kandungan kalsium yang tinggi membuat buah tin dapat dimakan sebagai alternatif asupan kalsium bagi orang yang alergi terhadap produk susu.

Kandungan trytophan-nya dapat menghindari insomnia dan membuat kualitas tidur yang baik. Pektin yang terdapat di dalam buah tin pun dapat membantu mengurangi kolesterol darah. Buah tin sangat efektif untuk proses penurunan berat badan karena kaya serat.

Jika dikonsumsi secara rutin, dapat membantu mengurangi resiko kanker payudara dan kanker usus besar. Rajin mengkonsumsi buah tin dapat mengurangi kelelahan, meningkatkan daya memori otak, dan mencegah anemia. Efek pencahar yang terkandung dalam buah tin dapat membantu mengobati sembelit kronis. Buah tin kaya akan fenol dan benzaldehid yang berguna sebagai zat anti tumor serta dapat membunuh mikroorganisme penyebab penyakit, jamur, virus dalam tubuh manusia.

Selain buahnya, daunnya juga memiliki manfaat. Beberapa manfaatnya yaitu untuk obat kencing batu, diabetes, dan asam urat. “Rebus lima ruas daun tin, lalu diminum airnya,” ujar Suwandi. Air rebusan tersebut dapat membantu pasien diabetes mengurangi jumlah asupan insulin dan infeksi ginjal.

Cara Budidayakannya
“Cara pencangkokan pohon tin sangat mudah,” ujarnya. Metode yang ia gunakan adalah metode cangkok praktis. Media yang diperlukan hanyalah kompos dan tanah gembur. Kompos bisa diganti dengan sabut kelapa untuk hasil yang lebih baik. Perbandingannya adalah satu banding satu.

Kupas batang pohon. Media yang telah dibungkus plastik dilubangi sedikit lalu ditempelkan pada batang tadi. Ikat. Akar akan tumbuh dalam platik tersebut dalam jangka waktu tiga minggu. Setelah tumbuh akar, potong. Tanam dalam polibag lalu simpan di tempat teduh selama satu minggu. “Setelah satu minggu bisa disimpan di bawah terik matahari,” jelasnya.

Pohon tin lebih bagus jika ditanam di tempat panas. “Cara memindahkan pohon tin dari polibag juga cukup mudah,” jelsnya. Gali lubang berukuran sedang dalam tanah. Biarkan dua sampai tiga hari. Setelah tiga hari, campur tanah dengan kompos atau pupuk kandang. Kemudian pindahkan tanaman dari polibag.

Perawatan selanjutnya adalah menyiram pohon ini setiap pagi. “Idealnya, tanaman ini disemprot atau disiram dengan campuran M-4, air dan gula pasir,” jelasnya. Perbandingannya adalah setengah botol m-4, dua puluh liter air, dan setengah kilo gula pasir. Setelah dicampur, diamkan selama tiga hari. Semprot pada daun atau siram pada batang. Penanaman pohon tin sebaiknya pada pagi, sore, atau ketika cuaca mendung. “Jangan ketika panas,” tutupnya.

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Tags: | Leave a comment

Tanaman Hidroponik

Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan. Jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas rata-rata di antaranya yaitu:

  • Paprika
  • Tomat
  • Timun Jepang
  • Melon
  • Terong Jepang
  • Selada

Bertanam dengan sistem hidroponik, dalam dunia pertanian bukan merupakan hal yang baru. Namun demikian hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan jelas bagaimana cara melakukan dan apa keuntungannya. Untuk itu dalam tulisan ini akan dipaparkan secara ringkas dan praktis bertanam dengan cara hidroponik. Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.

Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Macam-Macam Hidroponik

  • Static solution culture (kultur air statis)
  • Continuous-flow solution culture, contoh : NFT,DFT
  • Aeroponics
  • Passive sub-irrigation
  • Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
  • Run to waste
  • Deep water culture
  • Bubbleponics
  • Bioponic

Media Tanam Inert Hidroponik

Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:

  • Arang sekam
  • Spons
  • Expanded clay
  • Rock wool
  • Coir
  • Perlite
  • Pumice
  • Vermiculite
  • Pasir
  • Kerikil
  • Serbuk kayu

Bahan-bahan untuk Hidroponik

Pot yang ukuran besarnya disesuaikan dengan tanaman yang akan dijadikan maskot, bisa berupa tanaman sayur seperti terong dan sebagainya. Bisa juga tanaman tahunan seperti kedondong, jambu ataupun juga bunga-bungaan. Pot yang digunakan sebaiknya pot bertingkat, yang dilengkapi dengan wadah penampung air dibagian dasarnya.

Bahan pot dapat dari tanah liat dan juga plastik, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pot dari tanah liat misalnya memiliki keunggulan mampu menjaga stabilitas temperatur media, akan tetapi cepat berlumut dan mudah rusak. Sementara pot dari plastik lebih awet namun tidak bisa melewatkan air dari dinding potnya sehingga stabilitas media tidak stabil.

Kemudian sebagai media tanam diantaranya dapat digunakan pasir, batu apung putih, batu zeolit, pecahan batu bata, batu kali dan kawat kasa nilon. Untuk menjaga sterilitas bahan, sebaiknya semua bahan direbus dulu sebelum dijadikan media tanam. Sedangkan tanamannya, diambil tanaman yang telah tumbuh di dalam polybag dan siap direplanting kedalam pot.

Cara Penanaman

Apabila semua bahan sudah siap, pertama-tama ambil kawat kasa nilon letakkan didasar pot. Kemudian masukkan pecahan batu bata selapis, di atasnya diberi batu apung dan batu zeolit hingga sepertiga bagian dari pot yang digunakan. Setelah itu, ambil tanaman yang siap dipindahkan dari polybag ke pot, caranya bersihkan akar tanaman yang selama ini sudah tumbuh di polybag tersebut dengan cara melarutkan media tanamnya (tanah) kedalam air. Setelah akar-akarnya kelihatan bersih, kemudian kita amati kembali akar tersebut. Bila ditengarai ada akar yang rusak ataupun terlalu panjang (disesuaikan dengan besarnya tanaman maskot dan pot) sebaiknya dipotong. Demikian juga untuk daunnya, apabila terlalu rimbun perlu untuk dikurangi. Kemudian bibit ditanam dalam pot yang sudah terisi bahan sepertiga bagian dan lanjutkan penambahan media tanam hingga dua pertiga bagian pot. Langkah selanjutnya isilah pot bertingkat tersebut dengan nutrisi yang dibutuhkan (sesuai paparan dibawah). Sedang untuk pertama kalinya, tanaman perlu pengerudungan dengan plastik transparan selama dua minggu, letakkan ditempat yang teduh.

Formulasi Kebutuhan Nutrisi

Pemenuhan kebutuhan nutrisi bisa anda peroleh dengan cara memberi berbagai macam pupuk khusus hidroponik dengan formulasi tertentu yang banyak tersedia ditoko-toko pertanian. Dalam fase awal pertumbuhan perlu perawatan secara rutin, misalnya dipagi hari tanaman perlu dikenakan sinar matahari. Kemudian juga perlu pemupukan secara rutin dalam setiap dua hingga lima hari sekali. Gunakan pupuk NPK sebanyak satu sendok makan untuk kemudian larutkan ke dalam sepuluh liter air. Masukkan larutan pupuk ini kedalam pot dasar sesuaikan dengan ketersediaan air dalam pot.

Sebagaimana dalam paparan dimuka, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bisa juga dilakukan dengan pemberian pupuk tambahan. Yang pemenuhannya bisa melalui daun, misalnya disemprot dengan Mamigro ataupun tambahan pupuk mikro dengan aplikasi seminggu sekali. Mengenai kebutuhan nutrisi dalam teknik hidroponik, Soedarsono salah seorang civitas akademika dari IPB Bogor juga pernah menentukan sebuah formula sebagai berikut : Kebutuhan unsur makro dapat dipenuhi dengan 6 gram urea, 9 gram SP36, 5 gram 2K, 5 gram garam inggris (MgSO4) dan 7,5 gram kapur (kalsium karbonat).

Sedangkan unsur mikronya dapat dipenuhi dengan 2,86 gram asam boraks, 0,22 gram asam sulfat, 2.03 gram mangan sulfat, 0.08 gram terusi, 0.02 asam molibdad dan 7.5 gram Fechelat. Cara pengaplikasiannya seperti dalam penggunaan NPK, yakni semua unsur baik makro maupun mikro dilarutkan kedalam 10 liter air. Salah satu bentuk budidaya hidroponik secara besar-besaran dalam greenhouse.

Keuntungan teknik hidroponik

Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan selalu bersih sehingga peletakan tanaman dalam ruangan akan lebih fleksibel. Sehingga untuk mendisign interior ruangan rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.

Penggunaan tanaman buah-buahan seperti kedondong bangkok misalnya, menurut Santosa akan bisa menghasilkan penampakan tanaman yang dapat berbuah lebat sepanjang waktu. Kuncinya adalah dengan mengatur C/N ratio, yakni melalui pemangkasan pada cabang, batang dan daun yang tumbuh berlebihan. Disamping, pemangkasan juga akan merangsang pembungaan dan pembuahan.Selain itu, hidroponik juga alternatif pengganti tanah.

sumber: wikipedia

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Tags: | 1 Comment

Mutiara dan cara Budidaya

Tiram mutira dalam bahasa latin disebut Familia Pteriidae merupakan kerang mutiara yang menghasilkan mutiara yang sering di budidayakan. Jenis-jenis Mutiara sesuai asalnya adalah:

1. Mutiara air laut,

adalah jenis mutiara yang biasanya ditemukan pada hewan jenis kerang-kerangan dari laut lepas (paling banyak dihasilkan di perairan laut selatan) Mutiara dari perairan laut Indonesia biasanya memiliki warna kemilau keemasan, warna mutiara ini sangat menetukan harga jual. Selain itu, kualitas permukaan dan bentuk mutiara juga faktor lain yang mempengaruhi harga, semakin mulus dan berbentuk bulat utuh maka akan semakin mahal harga mutiara. Biasanya mutiara jenis ini dijual dengan mengukur berat  mutiara, semakin besar nilai gramnya maka akan semakin mahal juga harga mutiara.

2. Mutiara air tawar

adalah jenis mutiara alam yang sering kita jumpai di pasaran. Harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan mutiara air laut. Mutiara ini biasanya dihasilkan dari peternakan tiram, yang proses pembuatannya melibatkan peranan manusia. Biasanya peternak-peternak mutiara jenis ini menyuntikkan zat tertentu atau menyisipkan kerikil/batu pada tiram-tiram mudayang memicu berkembangnya mutiara-mutiara bersama tiram yang tumbuh. Peternakan tiram ini biasanya dilakukan di air tawar, sehingga orang lazim menyebut hasil budidaya mutiara jenis ini sebagai mutiara air tawar.

Berikut ini merrupakan jenis- jenis tiram mutiara yang menghasilkan mutiara terbaik:

dari Kerang Air Laut :

  • Pinctada maxima
  • Pinctada margaritifera
  • Pictada fucata
  • Pictada penguin

Sedangkan kerang air tawar yang menghasilkan mutiara adalah jenis:

  • Margaritifera margaritefera
  • Hyriopsis cumingii
  • Cristaria plicata

Budidaya

Mutiara dari Lombok Barat termasuk yang paling elok di Indonesia. Sebab, mutiara dari Teluk Nara dibudidayakan secara alami. Banyak investor asing yang tertarik menanamkan modal di industri itu. Di tengah air laut yang tenang, ratusan bola pelampung berwarna biru dan hitam mengapung di sepetak keramba yang “berenang” 100 meter dari bibir pantai. Di bawah pelampung-pelampung itulah ratusan indukan kerang dari jenis Pinctada maxima diikat dalam jaring-jaring khusus.

Budidaya Mutiara Lombok Air tawar Budidaya Mutiara Alam di Lombok Barat

Tiram Mutiara Air Tawar  Jenis Kerang Mutiara Air Laut dan Kerang Mutiara Tawar

Setelah 40 hari dirawat di bak-bak khusus dalam laboratorium, kerang-kerang penghasil mutiara itu memang harus “ditanam” di laut lepas. Biasanya di kedalaman 5 meter atau 10 meter jika laut sedang kotor. Di situlah kerang-kerang tersebut dibiarkan hidup dan tumbuh dengan makanan plankton-plankton yang ada.Proses Pemindahan Mutiara Budidaya Mutiara Alam di Lombok Barat

Setelah umur kerang mencapai 2 tahun, peternak biasanya melakukan proses operasi yaitu proses injeksi nukleus ke dalam organ seksual kerang. Tujuannya, nukleus bisa diselimuti selubung-selubung alamiah dari kerang. Karena itu, pembudidayaan kerang secara alami bisa memakan waktu hingga empat tahun atau lebih. Besarnya kerang yang siap panen pun bervariasi. Namun, kerang yang dihasilkan perairan Indonesia rata-rata berdiameter 10″11 milimeter.

Mutiara yang baik harganya memang selangit. Mutiara berdiameter 18 milimeter, misalnya, dibanderol Rp 24 juta per biji. Untuk ukuran 16 milimeter dihargai Rp 18 juta, sedangkan yang 14 milimeter berharga Rp 10 juta. Tapi, yang paling dahsyat adalah mutiara jenis baroque yang dibanderol Rp 59 juta dengan ukuran 16 milimeter. Baroque termasuk jenis mutiara langka karena bentuknya yang tidak bulat sempurna.

Grading/Level Mutiara

Memilih mutiara yang bagus dan berkwalitas tidaklah mudah ,ada banyak faktor yang menentukan , ada tiga faktor yang paling berpengaruh untuk menentukan sebuah mutiara yang berkwalitas dan bagus yaitu ( LUSTER /Kemilau , SURFACE /Permukaan ,DRILLING/Pengeboran )

Ketiga faktor ini sangat mempengaruhi harga dan kwalitas disamping , COLOR/Warna ,SIZE /Ukuran,SHAPE/bentuk , NACRE / Ketebalan lapisan mutiara ( ini hanya bisa dilihat oleh para ahli di laboratorium )

Berdasarkan faktor Grading / Level Mutiara dapat dibagi seperti tabel dibawah ini :

LUSTER

SURFACE

DRILLING

AAA VeryHight -Exellent 98%-100% Free set clean – virtually clean

AA+

Very high – High 95% – 98% Free set clean – nearly clean
AA Very high – High 95% – 90% free set nearly clean
A+ Very High – Medium 85% – 90% free set nearly clean
A Poor-Very High 80% – 85% free set nearly clean

LUSTER/Kemilau

LUSTER/Kemilau pada sebuah mutiara yang berkwalitas adalah refleksi terhadap cahaya yang diterima pada permukaan
mutiara baik oleh sinar matahari langsung ataupun cahaya lampu .
kemilau sebuah Mutiara yang berkwalitas adalah seperti sebuah kaca dan membiaskan cahaya sampai kedalam mutiara tersebut
sehingga kadang kita dapat melihat warna lain yang tersemburat seperti pink , biru dan hijau  .

KIRI:LUSTER/kemilau yang exellent. KANAN:LUSTER/kemilau poor /biasa .


SURFACE/Permukaan

Mutiara yang berkwalitas sangatlah mulus , tanpa cacat ,titik titik kecil ,ataupun goresan
kwalitas ini dapat disebabkan oleh faktor alam / manusia
faktor alam seperti ,proses pembudidayaan yang benar dengan kondisi yang baik dan normal
( cuaca , kebersihan air , suhu ,gangguan manusia/biota laut lainnya ) bagi kerang mutiaranya
sedangkan faktor manusia seperti proses penyortiran , penyimpanan,sampai proses drilling/pengeboran
untuk dikombinasikan dengan material lain menjadi perhiasan mutiara yang indah


DRILLING / pengeboran 

Semua mutiara yang akan dijadikan perhiasan akan didrilling / dibor ,untuk inilah diperlukan ketepatan tempat drilling / pengeboran
yang tepat sehingga kesalahan drill spot yang dapat mengurangi /bahkan menghilangkan nilai mutiara yang ada pada sebuah mutiara
ini sangat penting karena proses ini hanya dapat dilakukan sekali untuk 1 mutiara , kesalahan dapat berakibat fatal ,karena mutiara
tidak dapat dipakai lagi .
seorang driller akan membutuhkan waktu memilih spot yang tepat , sehingga mutiara dapat diperlihatkan pada posisi yang sempurna
karena kemilau terbaiknya terlihat dari berbagai sisi dan spot atau cacat alaminya tidak terlihat atau sedikit tersembunyikan oleh
casting /ikatannya .inilah yang menjadikannya perhiasan yang berkwalitas dan berharga tinggi .    


#### JENIS-JENIS MUTIARA ####

Mutiara Laut Selatan

Dihasilkan oleh tiram mutiara /Oyster yang bernama latin Pinctada Maxima dengan masa pertumbuhansampai  proses pembudidayaan sekitar 3-6 tahun adalah Mutiara yang paling berharga dibandingkan dengan jenis Mutiara lain seperti Tahiti ataupun Akoya di pasaran dunia sekarang .
Faktor yang mempengaruhinya adalah warna , ukurannya yang besar ,lokasi pembudidayaan yang terbatas seperti .
Indonesia , terutama pulau Lombok dan Sumbawa ,selain ,Sulawesi ,Jawa da Irian jaya dan juga di Australia , Filipina,
Vietnam , Thailand .
Jenis /warna dari Mutiara Laut Selatan yang terkenal akan nilainya dan kelangkaannya adalah warna Emas /
Golden ,South Sea Pearl . 


Mutiara Tahiti

Dihasilkan oleh tiram mutiara /Oyster bibir hitam yang bernama latin Pinctada Margaritifera adalah jenis mutiara
yang disimpulkan menjadi yang paling berharga kedua setelah South Sea Pearl , dalam hal budidaya .
Walaupun bernama Tahiti , tidak semua berasal dari Tahiti namun Tahiti menjadi Pusat perdagangan /distribusi jenis Mutiara Tahiti ini
Jenis ini dibudidayakan di French Polynesia ,Cook Island ,Japan , Thailand dan Philipphines .
untuk jenis ini yang paling banyak dicari dan bernilai tinngi adalah mutiara dengan warna PEACOCK /merak


Mutiara Akoya

Dinamakan sesuai dengan nama Tiram Mutiaranya / oysternya , yang bernama Akoya,
merupakan Mutiara yang membuat Jepang Sangat terkenal akan Produksi Mutiara dan Kwalitasnya .
Setelah Kokichi Mikimoto ,memperkenalkan kepada dunia dan mematenkan Proses pembudidayaan Mutiara yang pertama kali dilakukan pada Akoya membuat mutiara jenis ini sangat terkenal dikalangan para bangsawan terutama
untuk jenis mutiara akoya yang dikenal dengan HANADAMA GRADE atau level untuk jenis Mutiara Akoya yang tertinngi .dan hanya dikeluarkan oleh MIKIMOTO .dari jepang untuk sertifikasinya .


Mutiara Air Tawar

Mutiara Air Tawar adalah mutiara yang dibudidayakan diair tawar seperti di danau , tambak dll.
Jenis mutiara ini mendominasi dan paling banyak beredar dipasaran karena waktru pembudidayaan cukup singkat
dan dalam satu tiram / oyster menghasilkan minimal 5-10 butir mutiara , yang beraneka warna dari putih,pink,hitam, ungu dll.dalam segala ukuran dan bentuk ,namun jenis mutiara ini sangatlah langka berbentuk bulat yang sempurna , walaupun harganya tergolong murah ,bentuk mutiara air tawar yang bulat /HANADAMA GRADE sangatlah langka dan bernilai jual yang tinngi .


Mabe 

Mabe adalah mutiara yang tumbuh terbalik kedalam tiramnya sehingga terbentuk setengah lingkaran ,sering dugunakan sebagai setting untuk anting-anting ataupun perhiasan lainnya ,sehingga setengah lingkarannya tidak terlihat . kebanyakan berasal dari ,kerang mutiara air laut . berwarna beragam dari putih sampai keunguan dan ditemukan banyak dari pembudidayaan di Australia,Indonesia ,jepang dll.
walaupun bentuknya besar dan berwarna indah namun dari segi nilai jualnya tidaklah senilai dengan mutiara yang penuh ataupun bentuk lain seperti drop,offround , kesii ,baroque dll. 

(berbagai sumber)

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Tags: , , | Leave a comment

Budidaya Anthurium

Tanaman hias secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu tanaman taman (landscaped plant) dan tanaman penghias rumah (house plant). Di antara jenis tanaman hias yang banyak diminati adalah Anthurium. Anthurium merupakan tanaman asli dari daerah tropis yang telah menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Anthurium adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias ruangan, karena bentuk daun dan bunganya yang indah, Anthurium yang berdaun indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk bunga potong berasal dari Eropa.

Di Indonesia tidak kurang terdapat 7 jenis anthurium, yaitu Anthurium cyrstalinum (kuping gajah), Anthurium pedatoradiatum (wali songo), Anthurium andreanum, Anthurium rafidooa, Anthurium hibridum (lidah gajah), Anthurium makrolobum dan Anthurium scherzerianum.

Anthurium termasuk keluarga Araceae yang mempunyai perakaran yang banyak, batang dan daun yang kokoh, serta bunga berbentuk ekor. Tanaman berdaun indah ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias populer semacam aglaonema, philodendron, keladi hias, dan alokasia. Dalam keluarga araceae, anthurium adalah genus dengan jumlah jenis terbanyak. Diperkirakan ada sekitar 1000 jenis anggota marga anthurium.

Anthurium, salah satu tanaman hias indoor yang memiliki daya tarik tersendiri karena bentuk daun dan bunganya unik. Ada dua macam anthurium, yaitu anthurium daun dan anthurium bunga. Anthurium daun dinikmati karena keindahan daunnya sedangkan anthurium bunga karena keindahan bunganya (Fatihagriculture, 2007).

Di alam anthurium mudah tumbuh pada media batang pepohonan yang telah membusuk atau tumbuh di pepohonan dan bersifat epifit. Oleh karenanya pembudidayaan tanaman ini tidaklah sulit.

Akar utama pada tanaman anthurium adalah rimpang (rhizoma) yang memiliki akar adventif. Morfologi dan sifat akar perlu diketahui agar dapat menentukan cara budidaya dan perawatan anthurium secara benar karena akar berfungsi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Lingga, 2007). Tanaman anthurium memiliki dua macam bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benangsari, sedangkan bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan bunga jantan dan bunga betina. Dengan menggunkan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di bagian lendir pada bunga betina (Tabloidgallery, 2007).

Meskipun pembudidayaan tanaman relatif mudah namun cara pembudidayaan yang baik perlu dikuasai agar tanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh baik sehingga mampu menampilkan keindahan yang prima. Berikut ini perawatan standar untuk anthurium :

Media tanam
Anthurium bisa tumbuh di media tanah merah sekalipun. Tapi akan lebih baik bila media tanamnya porus, berupa campuran pakis, sekam bakar, sekam biasa, dan bisa ditambah pasir malang. Kalau akarnya bisa tumbuh bagus, tanaman juga akan baik. Media tanam dan wadah (pot) wajib bersirkulasi udara baik. Untuk menghindari jamur yang sering menyerang anthurium, media tanam direndam dalam larutan antijamur (Fungisida), sebelum dipakai. Penggantian media dilakukan kalau pot sudah tak mampu menampung pertumbuhan akar. Caranya, tanaman dipindahkan ke pot lebih besar berikut medianya, kemudian tambahkan media sampai penuh.

Anthurium dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (biji) dan vegetatif (stek).
1. Perbanyakan dengan cara generatif (biji)
Tanaman anthurium memiliki 2 macam bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benang sari, sedangkan bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan bunga jantan dan bunga betina.

Dengan menggunakan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di bagian lendir pada bunga betina. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga yang dihasilkan sudah masak, di dalamnya terdapat banyak biji anthurium. Biji-biji tersebut di kupas, dicuci sampai bersih dan diangin-anginkan, kemudian ditabur pada medium tanah halus. Persemaian ditempatkan pada kondisi lembab dan selalu disiram.

2. Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek)
Ada 2 cara perbanyakan secara vegetatif, yaitu stek batang dan stek mata tunas. Cara perbanyakan dengan stek batang adalah memotong bagian atas tanaman (batang) dengan menyertakan 1 – 3 akar, bagian atas tanaman ‘yang telah dipotong kemudian ditanam, pada medium tumbuh yang telah disiapkan. Sebaliknya perbanyakan dengan mata tunas adalah mengambil satu mata pada cabang, kemudian menanam mata tunas pada medium tumbuh yang telah disiapkan.

Lokasi penempatan
Flora berdaun indah ini tidak menyukai sinar matahari penuh. Pertumbuhan optimal akan berlangsung di tempat yang relatif teduh. Untuk mengatur intensitas cahaya bisa menggunakan paranet 65% rangkap dua. Piranti itu ber!ungsi untuk melindungi tanaman dari sengatan sinar matahari langsung. Anthurium bisa juga ditempatkan di teras rumah yang tidak terkena sinar matahari langsung. Disarankan rutin memutar tanaman supaya pertumbuhan seimbang di setiap sisi.

Pemupukan dan penyiraman
pengaruh pemupukan tidak terlalu dahsyat. Namun pemupukan tetap harus dilakukan agar anthurium cukup mendapatkan suplai hara. Jatah pupuk Oecastar diberikannya setiap 3 bulan sekali. Setelah itu bisa diberikan pupuk berbarengan saat penyiraman, semisal Growmore. Frekuensinya bisa setiap minggu atau setiap bulan dengan dosis rendah. Setiap minggu diberikan B1 yang disemprotkan ke daun supaya tetap sehat. Penyiraman tergantung musim. Saat musim kemarau disiram setiap hari sekali. Sementara pada musim hujan, tak perlu disiram kalau anthurium sudah terkena air hujan

Berdasarkan kegunaannya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium tumbuh terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus atau tanah hutan dan pupuk kandang yang sudah jadi di ayak dengan ukuran ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm.

Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan dengan cara mengukus selama satu jam.

Untuk menanam bunga anthurium, dapat digunakan pot tanah, pot plastik atau pot straso. Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki banyak pori-pori yang dapat meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan pot yang masih baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian bawah pot diberi pecahan genting/pot yang melengkung, kemudian di atasnya diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan dalam pot

Setelah tanam, tanaman dipelihara dengan menyiram 1 – 2 kali sehari. Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar tanaman tampak bersih dan menarik. Sebaiknya tanaman ini dipelihara di tempat teduh karena tanaman tidak tahan sinar matahari langsung.

Sumber : http://budidayanews.blogspot.com/

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Leave a comment

Budidaya Tomat dalam Pot atau Polybag

Budidaya Tomat dalam Pot atau Polybag

 

Pada saat ini mungkin bagi masyarakat di perkotaan sangat sulit mempunyai kebun di sekitar rumah, karena jumlah populasi manusia yang terus membengkak, terpaksa penduduk hidup secara berdesak-desakkan ditambah harga tanah yang selangit. Keadaan seperti ini sangat memprihatinkan bagi mereka yang suka bercocok tanam karena lahan yang semestinya bisa ditanami tanaman, sayuran, atau buah-buahan tidak dapat lagi karena sudah penuh dengan rumah-rumah. Sebenarnya semua itu dapat disiasati dengan bercocok tanam di dalam pot atau polybag. Menanam dengan cara seperti ini ternyata sudah sejak lama dilakukan oleh para ibu rumah tangga, tetapi tidak ditangani secara serius. Seandainya kalau kita mau menangani secara intensif hasilnya tak kalah dengan yang ditanam dikebun-kebun.
Budidaya tomat dalam pot atau polybag sebenarnya mempunyai banyak keuntungan dibandingkan dengan menanam diperkebunan. Diantaranya dapat dilakukan oleh siapa saja terutama yang tidak mempunyai perkarangan yang luas, perkembangan tanaman mudah dikontrol, penyebaran/penularan hama dan penyakit sangat kecil dan menghemat pupuk karena tempat yang kecil.
Pada artikel ini akan dibahas budidaya tomat dalam pot atau polybag saja walaupun pada prinsipnya sama saja tata cara menanam sayur atau buah yang lainnya di dalam pot atau polybag. Hal-hal yang harus disiapkan untuk budidaya tomat dalam pot atau polybag adalah :
a. Tempat dan Media Tanam
Budidaya tomat dalam pot atau polybag dapat memanfaatkan kaleng bekas , ember plastik, wadah bekas lainnya atau memakai pot atau polybag. Media tanam yang digunakan berupa tanah pupuk kandang atau kompos. Perbandingan dapat 1:1, 1:2, atau 1:3 tergantung kesuburan atau berat ringannya tanah. Wadah tempat yang sudah disiapkan bawahnya dilubangi dan ditutup dengan pecahan gendeng untuk aliran air siraman. Setelah itu diisi dengan media yang telah kita siapkan sampai penuh.
 
b. Pesemaian
Tomat diperbanyak dengan bijinya, disemai terlebih dahulu lalu ditaruh pada wadah dan ditempatkan pada daerah yang teduh. Sebulan kemudian biji yang sudah bertunas itu perlu dipindah (disapih) ke tempat penanaman lain sebagai latihan bagi tananam muda ini.sesudah bibit setinggi 10 cm, baru bisa dipindah ke pot.
 
c. Penanaman
Yang harus diperhatikan sebelum tanaman dipindah ke media tanam sebaiknya media tanam perlu disiram terlebih dahulu. Untuk memindahkan tanaman dari persemaian ke pot harus hati-hati jangan sampai akar tanamannya sampai banyak yang patah, dan pemindahannya sebaiknya dilakukan pada sore hari.
 
d. Perawatan
Perawatan tanaman tomat dalam pot atau polybag lebih mudah karena kesehatan setiap tanaman lebih terkontrol dan penularan penyakit lewat akar dapat dihindari. Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan sebagai berikut

  1. Periksa tanaman setiap hari, terutama dari hama dan penyakit. Bila dijumpai ada hama, ambil dan matikan hama tersebut dengan cara dijepit. Bila ada tanaman yang layu cabut dan buang saja medianya supaya tidak menular ke tanaman yang lain.
  2. Bila tanaman kelihatan kurang subur, tambah pupuk kandang atau kompos yang telah matang.
  3. Bila tanaman sudah tumbuh besar beri turus/pasak untuk membantu tegaknya tanaman tersebut.
  4. Jangan biarkan media tanam terlalu kering, siramlah tanaman secara rutin, minimal 3 kali sehari. Perhatikan kadar air dalam media tanam jangan terlalu basah juga.

e. Panen
Budidaya Tomat dalam Pot atau Polybag dalam waktu relatif singkat sekitar 3 bulanan sudah dapat kita petik hasilnya.

Sumber : Mang Tolib
Categories: budidaya, Flora & Fauna | Tags: , | Leave a comment

Budidaya Lidah Buaya

 

Siapa yang tidak mengenal lidah buaya (Aloe vera)? Lidah buaya adalah satu jenis tanaman sukulen yang dewasa ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi, bahan kosmetika dan berbagai produk olahan makanan dan minuman. Mengingat begitu banyak manfaat dan khasiat yang terkandung didalamnya, tanaman ini sering dijuluki sebagai “Tanaman Ajaib”, “Tanaman untuk Luka Bakar”, “Tanaman Penyembuh”, “Mutiara Hijau”, atau “Tanaman Keabadian”. Bahkan lidah buaya menjadi salah satu dari 10 jenis tanaman terlaris dan terfavorit di dunia yang dikembangkan secara luas di Amerika Serikat, Meksiko, Karibia, Israel, Australia, Thailand, dan beberapa negara di Eropa.

Tanaman Lidah buaya dibudidayakan secara intensif di Indonesia mulai beberapa tahun yang lalu, utamanya di Pontianak, Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan untuk memenuhi pasar dalam negeri dan ekspor terutama ke Jepang. Jepang adalah negara pengguna lidah buaya terbesar di dunia, kebutuhan akan lidah buaya segar tidak kurang 20 kontainer (300 ton) per bulan yang sementara ini banyak dipasok oleh Brazil dan Thailand.

Walaupun dikenal 350 jenis Aloe, hanya lima jenis yang diusahakan secara komersial, yaitu Aloe vera (Aloe barbadensis Miller atau Caracao aloe), Aloe perryi, Aloe ferox, Aloe Arborescens dan Aloe Saponaria. Dari kelima jenis Aloe tersebut, hanya Aloe vera yang paling berpotensi dikembangkan guna memenuhi kebutuhan industri farmasi, pangan dan kosmetika.

Tanaman ini mudah diperbanyak dan relatif tidak menuntut pemeliharaan intensif baik di lahan pekarangan, dalam pot atau polibag. Lidah buaya dapat tumbuh mulai di daerah dataran rendah sampai pegunungan. Untuk berproduksi secara optimal, lidah buaya menghendaki ketinggian 200 – 700 m dpl. dengan jenis tanah aluvial, latosol, podsolik, andosol, atau regosol dengan drainase yang cukup baik. Di daerah yang bersuhu antara 16oC – 33oC , lidah buaya dapat tumbuh baik dengan curah hujan 1.000 – 3.000 mm kubik per tahun dan musim kering agak panjang.

Budidaya lidah buaya sebaiknya dilakukan secara organik (dengan pupuk kandang dan tanpa pestisida) serta menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan lainnya yang intensif. Apalagi, tanaman ini relatif sedikit hama dan penyakit yang mengganggunya, maka besar kemungkinan produktivitasnya akan tinggi. Dengan asumsi penanaman lidah buaya dilakukan secara intensif, berat panenan setiap pelepah bisa mencapai 0,8 – 1 kg dan populasi per hektar mencapai 7.000-10.000 tanaman. Dengan demikian, 1 ha lahan dapat menghasilkan 5,6 -10 ton berat basah. Di pasaran, harga pelepah segar Rp 1.300 per kg dan biasanya dijual dalam bentuk cendol lidah buaya untuk dikonsumsi. Produk olahan berupa minuman sari lidah buaya biasanya dijual dengan harga Rp 1.500 – 2.000 per gelas (cup).

Sebanyak 95% lidah buaya mengandung air, sisanya adalah bahan aktif (active ingredients) seperti: minyak esensial, asam amino, mineral, vitamin, enzim dan glikoprotein. Lidah buaya mengandung cairan bening seperti jeli dan cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloin. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam tanaman ini adalah barbaolin, isobarbaloin, aloe-imodin, aloenin dan aloesin yang mengandung antibiotik. Efek farmakologis lidah buaya diantaranya adalah obat luka bakar, pencahar (laxatic), parasiticide dan memperbaiki pancreas. Juga, tanaman ini sebagai obat sakit kepala, pusing, sembelit (constipation), kejang pada anak, kurang gizi (malnutrition), batuk rejan (pertussis), muntah darah, kencing manis, wasir, dan meluruhkan haid. Dan tak kalah pentingnya, lidah buaya dapat dijadikan sebagai obat alamiah untuk penderita HIV/AIDS karena kandungan polisakarida dan acelated mannose.

Daun lidah buaya digunakan sebagai dasar kosmetika karena mengandung Zn, K, Fe, Vitamin A, asam folat dan kholin. Gel/lendir lidah buaya mengandung vitamin B1, B2, B6, B12, C, E, inositol dan asam folat. Kandungan mineral lidah buaya antara lain adalah kalsium, fosfor, besi, sodium, magnesium, mangan, tembaga dan chromium dan zinc, sedangkan enzim yang terkandung adalah amylase, catalase, cellulose, carboxypeptidase, carboxyhelolase, phophatase, lipase, catalase, creatine phoshokinase, nucelotidase, alkaline, proteolytase, dan lain-lain.

Namun, apabila digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama, lidah buaya berakibat efek samping, misalnya: urine berwarna merah muda (pink) atau merah, dan kerusakan pada ginjal atau diare yang akut, atau jantung berdebar karena kurangnya kadar potasium dalam darah. Oleh karena itu, dianjurkan untuk berhenti mengkonsumsi lidah buaya dan segera berkonsultasi dengan dokter!

Disamping itu, perlu kehati-hatian dalam mengkonsumsi lidah buaya utamanya bagi: anak-anak dibawah usia 12 tahun, wanita hamil atau merencanakan kehamilan, wanita yang sedang haid dengan pengeluaran darah yang banyak, ibu sedang menyusui. Orang yang mengalami gangguan pada perut dan usus, orang yang mengkonsumsi obat-obatan dari jenis licorine, diuretik, atau kortikosteroid, pengidap penyakit Crohn’s, orang yang mengkonsumsi obat antiarrythimic, dan orang yang setelah operasi laparotomy.

Di negara Hongkong, Taiwan dan Cina, mengkonsumsi lidah buaya sudah membudaya. Masyarakat di sana mengkonsumsi lidah buaya dalam bentuk juice, manisan bahkan dicampur dengan teh. Jika ingin lebih kreatif, daging lidah buaya sebenarnya lezat untuk dijadikan beragam masakan. Produk olahan lidah buaya antara lain: nata the aloe, krupuk, instant lidah buaya, sirup, dodol, selai, tepung, aloe leather dan koktail sampai Aloe vera gel. Karena teksturnya kenyal dengan rasanya menyegarkan, lidah buaya juga cocok untuk campuran salad dan tumisan.

Melihat berbagai peluang usaha tersebut, baik sebagai bahan baku maupun olahan, lidah buaya menjadi salah satu lahan bisnis domestik maupun ekspor yang sangat menggiurkan. Apalagi, negara kita masih sebagai pengimpor lidah buaya seperti untuk industri sabun, sampho, tepung aloe, dan sari aloe, serta olahan lainnya.

Sumber : http://bengkeltip.wordpress.com/

Categories: budidaya, Flora & Fauna | Tags: , | Leave a comment

CARA MENANAM BUAH NAGA DI POT

jika anda ingin menikmati buah naga secara gratis, atau menanmnya dalam jumlah yang kecil. Itu mudah saja… anda bisa saja menanamnya dipot. Selain anda bisa menikmati buahnya, buah naga ini juga akan menghiasi rumah nada. Kelebihan yang lain adalah tanaman ini bisa anda pindah-pindah sesuai keinginan anda..
Anda bisa menggunakan berbagai jenis pot dari bahan semen, plastic, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Tetapi menurut pengalaman, pot dari bahan tanah liat adalah yang paling ideal karena tanaman buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastic dari siang ke malam dalam proses pembungaan. Ukuran pot yang digunakan semakin besar semakin baik, minimal berdiameter sekitar 40cm.

2. Menyiapkan Tiang Panjatan
Tanaman buah naga membutuhkan tiang panjatan untuk menopang supaya tidak roboh. Nantinya tiang ini akan dililit akar udara dan akan menopang beberapa cabang produksi yang berat yang tentu saja perlu dipilih dari bahan yang kuat tetapi juga perlu diperhatikan jangan sampai pot tidak bisa menahan beban berat tiang panjatan.
Sebaiknya tiang panjatan dibuat dari besi beton berdiameter 8-10 cm, atau balok kayu yang kuat dan tahan lama karena usia buah naga yang bisa mencapai puluhan tahun. Tinggi tiang antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot. Pada bagian bawah tiang diberi kaki-kaki penguat agar nantinya bisa kuat dan tidak mudah goyah. Untuk tiang dari besi beton, bagian yang terpendam dalam tanah bisa diberi aspal untuk menghindari karat. Untuk bagian atas tiang diberi piringan yang berbentuk seperti stir mobil yang berfungsi untuk menyangga cabang-cabang produksi yang banyak.
Setelah pot dan tiang panjatan sudah selesai disiapkan, selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Bahan-bahannya adalah pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1. Anda juga bisa menambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit (kapur pertanian) sebanyak 100 g dicampur rata dengan bahan-bahan tersebut. Kemudian media tanam disiram dengan air hingga kondisi jenuh dan dibiarkan selama sehari semalam.
Bibit sebaiknya dipilih yang besar, dari batang tua yang berwarna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit. Idealnya panjang bibit yang ditanam minimal 30 cm. Selanjutnya bibit ditanam disekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm, jangan terlalu dalam karena akan mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus. Setelah ditanam media tanam ditekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam disiram dengan air dan diletakkan ditempat terbuka tidak ternaungi yang terkena sinar matahari langsung.
Pemeliharaan tanaman buah naga yang ditanam di pot tidak jauh beda dengan buah naga yang ditanam dikebun yaitu meliputi pemupukan, penyiraman dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan ( untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di http://www.buahnaga.us ) .Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah tanaman dipastikan menempel dengan baik pada tiang panjatan dan tidak roboh, oleh karena itu perlu dilakukan pengikatan batang buah naga pada tiang dengan menggunakan tali atau kawat dengan bentuk ikatan seperti angka ‘8’ tidak boleh terlalu kencang karena bisa merusak batang atau cabang seiring pertumbuhannya yang semakin membesar.
Categories: budidaya, Flora & Fauna | Tags: , | Leave a comment

PEMBESARAN IKAN BAWAL AIR TAWAR

PEMBESARAN IKAN BAWAL AIR TAWAR
(Colossoma Macropomum)

1. PENDAHULUAN

Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal air tawar saat ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan di Kabupaten Magelang. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain :

  • Pertumbuhannya cukup cepat
  • Nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya (OMNIVORA) yang condong lebih banyak makan dedaunan
  • Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik
  • Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami

2. PERSIAPAN KOLAM

Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup.

  1. Mula-mula kolam dikeringkan sehingga tanah dasarnya benar-benar kering. Tujuan pengeringan tanah dasar antara lain :
    1. Membasmi ikan-ikan liar yang bersifat predator atau kompetitor (penyaing makanan).
    2. Mengurangi senyawa-senyawa asam sulfida (H2S) dan senyawa beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam.
    3. Memungkinkan terjadinya pertukaran udara (aerasi) dipelataran kolam, dalam proses ini gas-gas oksigen (02) mengisi celah-celah dan pori-pori tanah.
  2. Sambil menunggu tanah dasar kolam kering, pematang kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran-kebocoran yang ada.
  3. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.
  4. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.
  5. Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedidit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).

3. PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.

  1. Pemilihan benih.
    1. Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik.
    2. Adapun ciri-ciri benih yang baik antara lain Sehat, Anggota tubuh lengkap, Aktif bergerak, Ukuran seragam, tidak cacat, Tidak membawa penyakit, jenis unggul.
  2. Penebaran benih
    Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.

4. KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN

Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dergan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.

5. PEMUNGUTAN HASIL

Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2 . Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.

6. SUMBER

Balai Informasi Penyuluh Pertanian Magelang, Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001.

7. KONTAK HUBUNGAN

  1. Balai Informasi Penyuluh Pertanian Magelang, Jln. Sendangsono, KM. 0,5 Progowati Mungkid Magelang, 56511; Tel. (0293) 789455; Fax.(0293)
    789455; bipp@magelang.wasantara.net.id
  2. Departemen Pertanian RI, Kantor Pusat Departemen Pertanian – Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan – Pasar Minggu, Jakarta 12550 – Indonesia.
Categories: budidaya | Tags: , | Leave a comment

Budidaya IKAN MAS KOKI MUTIARA

IKAN MAS KOKI MUTIARA

1. PENDAHULUAN

Ikan koki mutiara merupakan jenis ikan mas yang mempunyai tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Pemasaran ikan ini selain di dalam negeri juga merupakan jenis ikan yang di eksport dan harganyapun cukup tinggi.

2. PEMIJAHAN

  1. Pemilihan induk
    1. Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur + 8 bulan, dengan ukuran minimum sebesar telur itik.
    2. Pilih induk yang berkepala kecil dengan tubuh bulat, sisik utuh dan tersusun rapih. Jika ikan sedang bergerak, ekor dan sirip akan kelihatan tegak.
    3. Untuk mendapatkan keturunan yang berwarna, maka calon induk yang akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih dan betina berwarna hitam atau hijau lumut atau sebaliknya.
  2. Perbedaan jantan dan betina
    Induk Jantan
    Induk Betina
    Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar. Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.
    Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih Jika diurut, keluar cairan kuning bening.Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah-merahan.
  3. Cara pemijahan
    1. Bak/aquarium yang telah bersih diisi dengan air yang telah diendapkan + 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya.
    2. Pilihlah induk yang telah matang telur, masukkan kedalam bak pada sore hari. Bila pemilihan induk dilakukan dengan cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok.
    3. Karena telur tidak perlu dierami, induk dapat segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan erikutnya. Jika perawatannya baik, maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk sudah dapat dipijahkan kembali.

3. PEMELIHARAAN BENIH

  1. Setelah 2 ~ 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).
  2. Pada hari ke 3 ~ 4 benih sudah dapat diberi makanan kutu air yang telah disaring.
  3. Setelah berumur + 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan.
  4. Untuk telur yang ditetaskan di aquarium maka sebainya setelah benih berumur + 1 minggu dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas.
  5. Ketinggian air dalam bak 10 ~ 15 cm dengan pergantian air 5 ~ 7 hari sekali. Setiap pergantian air gunakan air yang telah diendapkan lebih dahulu.
  6. Untuk menghindari sinar matahari yang terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.

4. PEMBESARAN

  1. Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur lebih dari 1 bulan sampai induk.
  2. Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar matahari, untuk itu tanaman eceng gondok dapat dikurangi atau dihilangi.
  3. Untuk tahap pertama pembesaran dapat ditebar + 1.000 ekor ikan dalam bak berukuran 1,5 x 2 m. Kemudian penjarangan dapat dilakukan setiap 2 minggu dengan dibagi 2.
  4. Pergantian air dapat dilakukan 3 ~ 5 hari sekali, juga dengan air yang telah diendapkan.
  5. Makanan yang diberikan berupa cacing rambut. Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum (secukupnya). Jika pada sore hari makanan masih tersisa, segera diangkat/dibersihkan.
  6. Setelah berumur 4 bulan ikan sudah merupakan calon induk. Untuk itu jantan dan betina segera dipisahkan sampai berumur 8 bulan yang telah siap dipijahkan. Untuk induk ikan sebaiknya makanan yang diberikan yaitu berupa jentik nyamuk (cuk).
  7. Sepasang induk dapat menghasilkan telur 2.000 s/d 3.000 butir untuk sekali pemijahan.

5. PENUTUP

Ikan mas koki mutiara mempunyai nilai ekonimis tinggi. Untuk benih berumur 1 bulan harganya berkisar Rp. 30,- s/d Rp. 50,- sedangkan sepasang induk berkisar Rp. 5.000,- s/d 10.000,-. Dengan cara pemeliharaan yang tepat disertai ketekunan dapat diharapkan penghasilan yang lumayan.

6. SUMBER

Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta, 1996

7. KONTAK HUBUNGAN

Dinas Perikanan DKI Jakarta

Categories: budidaya | Tags: | Leave a comment

BUDIDAYA IKAN HIAS

BUDIDAYA IKAN HIAS

LIVE BEARER

1. PENDAHULUAN

Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dari sekian banyak jenis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya dalam cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya.

Ikan Guppy
Ikan Molly
Ikan Platy
Ikan Sword Tail

Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:

  1. Ikan-ikan hias yang beranak.
  2. Ikan-ikan hias yang bertelur berserakan.
  3. Ikan-ikan hias yang meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
  4. Ikan-ikan hias yang menetaskan telurnya dalam sarang busa.
  5. Ikan-ikan yang mengeramkan telurnya di dalam mulut.

Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias yang beranak (live bearer), misalnya:

  1. Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
  2. Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
  3. Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
  4. Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)

2. CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA

  1. Induk Jantan
    1. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yang panjang.
    2. Tubuhnya rampaing.
    3. Warnanya lebih cerah.
    4. Sirip punggung lebih panjang.
    5. Kepalanya besar.
  2. Induk Betina
    1. Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
    2. Tubuhnya gemuk
    3. Warnanya kurang cerah.
    4. Sirip punggung biasa.
    5. Kepalanya agak runcing.

3. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMELIHARAAN

  1. Air yang diperlukan adalah ari yang cukup mengandung Oksigen (O2) dan jernih.
  2. Suhu air berkisar antara 15 ~ 27°C.
  3. pH yang disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
  4. Makanan yang diberikan dapat berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) dan makanan buatan, diberikan secukupnya.

4. TEKNIK PEMIJAHAN

  1. Pemilihan induk. Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
  2. Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang.
  3. Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

5. PERAWATAN BENIH

  1. Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
  2. Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) dapat diberi makanan cuk.
  3. Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
  4. Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitas air.
  5. Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapat dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% dapat diganti dengan air yang baru.

6. PENUTUP

Budidaya ikan live bearer ini sangat mudah dan mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi. Untuk satu pasang ikan dapat menghasilkan 50 sampai 100 ekar ikan untuk satu kali pemijahan, dengan harga perekor Rp. 25,-sampai Rp. 75,-. Jenis ikan ini juga merupakan ikan hias yang dapat di eksport misalnya: ikan Guppy. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat dan ketekunan yang tinggi akan didapat hasil dengan warna yang sangat indah.

7. SUMBER

Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta, 1996

8. KONTAK HUBUNGAN

Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta

Categories: budidaya | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.